Langsung ke konten utama

Lost and Move On...

Isi blog terakhir ditulis di bulan Jul 2013, sampai hari ini pun, masih punya hanya 2 draft tulisan saja. Yea, ada rasa yang hilang saat ini (lost). Hilang gairah dan hilang semangat untuk menulis blog. -Kenapa? Banyak alasannya: masalah Pribadi yang pasti tidak bisa dibagikan ditulisan ini. -Apa penyebabnya? Sama juga, masalah Pribadi tersebut membuat males banget untuk mikirin isi blog berikutnya. -Siapa penyebabnya? Ya siapa lagi? Tentu gw sendiri penyebabnya, gw yang terlalu mikirin masalah Pribadi ini sehingga tidak nulis lagi -Kapan dan dimana? Terjadi di tahun ini dan masih berlangsung sampai sekarang, dimana? Di hatiku…:) -Bagaimana? Nah, ini yang akan gw tulis saat ini: ->Bagaimana bisa terjadi? Semua ini adalah masa lalu, jika mau dibahas sih, semuanya adalah kesalahan gw diawali dengan terlalu focus pada hal-hal yang dirasa perlu seperti: karir, hobby dan aktivitas Pribadi sehingga melupakan untuk focus pada keluarga: pasangan dan anak-anak. Gw terlalu egois: tidak perduli sama orang lain, dan tidak berusaha untuk perduli. ->Bagaimana menghadapinya? Well, berat pastinya, setelah dijalankan saat ini, ada kepikiran bahwa hal-hal ini adalah tidak adil. Tetapi yang memang hidup tidak adil, itu faktanya, tidak semua yang kita inginkan bisa terjadi. Nah, itu cara gw menghadapinya, menerima apa adanya. ->Bagaimana untuk bergerak terus? Ini dia yang sedang gw lakukan, maju terus! Lakukan yang harus dilakukan, tetap menulis blog, tetap hidup dan tetap bergerak. Ok, maksudnya sih tidak hanya untuk menulis blog ya, hal-hal ini yang sedang diterapkan didalam hidup gw saat ini. Gw bergerak terus dengan melakukan hal-hal yang menurut gw harus dilakukan. Tetap berencana, bekerja dan berpikir positif. Yang pasti….LAKUKAN! Kata slogan Nike; JUST DO IT! Bener banget sih, banyak artikel dan buku yang menulis tentang hal tersebut: lakukan saja! Berpikir terlalu lama tidak akan menghasilkan apa-apa. Lakukan: dan lihat hasilnya, - apakah ada kesalahan! Jika ya, hadapi dan perbaiki - apakah ada kemajuan? Jika ya, syukuri dan terus lakukan lagi! Sekarang ini, gw sudah melakukan satu hal kecil pagi ini: menulis blog kembali dan gw pasti akan melakukan hal-hal lain karena gw pasti bisa untuk bergerak terus!!! Terima kasih sudah membaca dan jika berkenan, tolong kasi input untuk blog ini Salam,

Komentar

Postingan populer dari blog ini

6 Konsep Kesederhanaan dari Buku The Simplicity Principle

Saya baru menyelesaikan buku "The Simplicity Principle" oleh Julia Hobsbawn. Isi buku ini menarik karena dalam buku ini, Julia Hobsbawm menawarkan panduan untuk menghadapi dunia yang semakin kompleks dengan pendekatan yang lebih sederhana dan bermakna.  Buku ini mengajak pembaca untuk melepaskan diri dari kebisingan modern dan fokus pada hal-hal yang benar-benar penting. Julia Hobsbawm mengidentifikasi enam aspek (Hexagon) utama yang membantu menciptakan kejelasan dan ketenangan dalam hidup: 1) kesederhanaan, 2) individualitas, 3) reset, 4) pengetahuan, 5) jejaring, dan 6) waktu.  Berikut penjelasan mengenai 6 aspek tersebut:  1. Kesederhanaan (Simplicity)   Kesederhanaan bukan sekadar mengurangi hal-hal yang tidak penting, melainkan tentang menemukan kejelasan di tengah kompleksitas. Penulis  berpendapat bahwa kita sering terjebak dalam rutinitas yang terlalu rumit, baik dalam pekerjaan maupun kehidupan pribadi.  Dengan menerapkan prinsip kesederhanaa...

3 Dampak Olahraga Rutin Memberikan Mood Positif dalam Hidup

Saya rutin melakukan olahraga setiap harinya. Selain saya merasa perlu bergerak agar membuat diri saya lebih termotivasi memulai hari, saya merasa olahraga ini memberikan efek positif untuk diri saya. Ternyata banyak sekali manfaat olahraga rutin ini. Berdasarkan sebuah artikel dari Harvard Health Publishing, aktivitas fisik secara rutin dapat meningkatkan mood secara signifikan dan berkontribusi pada kesehatan mental yang lebih baik. Dari tulisan tersebut, saya tuliskan 3 dampak utama dari olahraga rutin yang bisa kita rasakan dalam kehidupan sehari-hari dan dalam jangka panjang: 1. Olahraga Meningkatkan Produksi Hormon “Feel Good” Saat kita bergerak—baik itu berlari, bersepeda, atau sekadar berjalan kaki cepat—tubuh akan melepaskan hormon seperti endorfin, serotonin, dan dopamin. Hormon-hormon ini bekerja sebagai “penyeimbang mood” alami, membantu meredakan stres dan menciptakan perasaan senang, tenang, bahkan euforia ringan.   Menurut Harvard Health, olahraga memilik...

7 Tindakan Kecil untuk Meningkatkan Resilience

Pernah merasa hidup seperti memberi tantangan terus-menerus tanpa jeda? Saat beban kerja bertambah, atau masalah pribadi datang bertubi-tubi—banyak dari kita merasa kelelahan secara emosional. Saya pernah merasakan hal-hal tersebut, dan di saat seperti itu, saya menemukan satu kata yang terus memberi harapan: resilience. Resilience memberikan arti bukan sekadar bertahan, tapi kemampuan untuk bangkit, belajar, dan berkembang dari kesulitan. Seperti pohon yang tetap berdiri meski diterpa badai.   🧠 Apa Itu Resilience dan Mengapa Penting di Masa Kini? Menurut American Psychological Association (APA), resilience bukan bawaan lahir, melainkan keterampilan yang bisa dipelajari dan dilatih (APA, 2023). Sementara Mayo Clinic menjelaskan bahwa resilience adalah kemampuan mengelola stres dan emosi agar tetap fokus meskipun dalam tekanan (Mayo Clinic, 2022).   Di tengah kondisi sosial dan ekonomi Indonesia saat ini; dari tekanan pekerjaan, biaya hidup, hingga ketidakp...