Selasa, 02 Januari 2018

Bagaimana saya membesarkan anak

Banyak hal-hal yang saya alami yang membuat saya berniat untuk memperbaiki cara saya mendidik anak saya agar menjadi pribadi yang baik, berbudi dan mandiri.
Hal-hal utama adalah:
Memastikan mereka menjadi pribadi yang sama dengan saya yaitu; berbahagia dengan memikirkan:
  • Saat membuka mata hari ini, artinya kita masih diberikan kesempatan untuk hidup. Bersyukurlah!
  • Yakinkan diri sendiri bahwa hari ini akan menjadi hari yang menyenangkan.
  • Tersenyum kepada siapa saja yang anda temui hari ini.
  • Bersikap baik kepada orang lain dan menyapa terlebih dulu
  • Membuat target-target kecil yang mudah tercapai dihari itu.
  • Berpikir positif.
  • Tidak memperdulikan pendapat orang lain. Kita yang berhak memikirkan dan menentukan apakah pendapat orang lain tersebut berguna untuk diri kita.
  • Menyadari bahwa setiap orang memiliki perangnya masing-masing
  • Membaca buku pengembangan diri, biografi tokoh dan/atau artikel.
  • Yakin bahwa Allah SWT mempunyai penilaian yang berbeda, yang tidak terbayangkan oleh manusia.
(*10 hal diatas sudah dituliskan sebelumnya, dan menurut saya, hal-hal tersebut adalah sangat baik sekali).

Lalu, saya juga selalu mengingatkan kepada mereka bahwa;
  1. Saya sebagai orang tua adalah manusia biasa yang bisa salah, jika salah agar diingatkan dan dikomunikasikan.
  2. Setiap keputusan yang mereka ambil, itu adalah menjadi 100% tanggung jawab mereka. Setiap tindakan selalu ada konsekuensinya.
  3. Beribadah adalah penting, tetapi lebih penting menjadi orang yang baik dan berguna bagi orang lain.
  4. Olah raga dan bela diri adalah wajib untuk dipelajari.
  5. Bercita-citalah setinggi langit, bermimpi besar, lalu dipikirkan dengan matang bagaimana untuk mencapainya.

Dengan anak-anak remaja saya ini, tantangan terbesar adalah memposisikan saya sebagai teman mereka yang dapat bercanda, dimarahi dan didengarkan. Juga, saya perlu untuk menyampaikan kekesalan dan kemarahan saya dalam bentuk penyampaian yang lembut, kalem dan terbuka untuk menerima pendapat dari mereka.

Buat saya, terpenting adalah menjadi orang tua yang selalu santai dan dapat menerima apapun keputusan dari mereka. Jika salah, cukup mengingatkan konsekuensi yang mungkin terjadi.

Saya sangat bersyukur bisa mendampingi mereka merayakan ulang tahun dengan teman-teman mereka, bertemu dengan teman-teman mereka secara santai tanpa ada batasan.

Tahun 2017, saya merasakan hal-hal luar biasa dalam proses pengembangan diri saya, tahun 2018 ini, saya akan selalu belajar, belajar dan belajar untuk bisa menjadi manusia yang lebih baik dan berguna bagi orang lain.

Chase Excellence, Always!



🌱 3 Pilar Mentorship yang Membentuk Pemimpin Generasi Berikutnya

Harus diakui, kalau ada kepuasan yang berbeda ketika saya melihat seseorang yang pernah saya mentori berhasil memimpin timnya sendir...