Sabtu, 29 Juni 2024

Hormati Setiap Orang, Ciptakan Kehidupan Lebih Berwarna

Setiap hari, kita berinteraksi dengan berbagai orang, dari keluarga, teman, hingga orang asing. Di tengah interaksi ini, menunjukkan rasa hormat menjadi kunci untuk membangun hubungan yang positif, harmonis, dan penuh makna.

Tulisan ini untuk mengingatkan betapa pentingnya menunjukkan rasa hormat kepada orang lain dalam kehidupan sehari-hari.

Tiga poin penting yang perlu kita ketahui:

  1. Dengarkan orang lain secara aktif dan tawarkan bantuan, akui pencapaian mereka, dan berempati dengan pendapat mereka.
  2. Berani untuk tidak setuju secara sopan, meminta maaf jika Kita bersalah, dan selalu membangun hubungan positif dengan orang lain.
  3. Menghargai diri sendiri dengan menyayangi diri sendiri dan menghindari perilaku yang merusak diri sendiri.

Berikut 10 hal yang perlu dilakukan untuk menunjukkan bahwa kita menghormati orang lain:

1. Dengarkan secara aktif. Lakukan hal-hal ini:

  • Perhatikan dan diamlah saat orang lain berbicara, dan luangkan waktu untuk memikirkan apa yang mereka katakan.
  • Anggukkan kepala dan ajukan pertanyaan lanjutan untuk tetap terlibat dalam percakapan. Bahkan jika Kita merasa tidak setuju, cobalah untuk mempertimbangkan sudut pkitangnya dan berempati dengannya sebelum merespons.
  • Seringkali kita menunggu untuk berbicara daripada benar-benar mendengarkan gagasan orang lain. Sekarang, usahakanlah untuk benar-benar mendengar.
2. Berempati dengan sudut pandang yang berbeda. Kita bisa saja tidak memahami sudut pandang dari pembicara, tetapi kita bisa menghormatinya.

  • Jika kita berbicara dengan seseorang dan kita tidak setuju pada sesuatu, jangan tersinggung.
  • Cobalah untuk mengingat bahwa setiap orang memiliki latar belakang yang berbeda, dan lawan bicara Kita memiliki alasan tersendiri dalam memikirkan apa pun yang mereka pikirkan.
  • Cara yang baik untuk berempati dengan seseorang yang tidak kita setujui adalah dengan mengatakan; "Hah, saya tidak pernah berpikir seperti itu. Apa yang membuatmu mengatakan itu?" "Wah, itu pandangan yang berbeda ya. Boleh tahu, apa yang mendasari itu?" "Menarik, coba jelaskan lebih lanjut"

3. Tidak setuju dengan hormat dan sopan.

  • Selalu akui kesamaan kita, sebelum mengungkapkan pendapat kita yang berbeda.
  • Hindari menghina pendapat atau ide apa pun jika kita tidak setuju dengannya.
  • Pastikan kritik yang diberikan adalah spesifik, dan hindari bahasa yang sederhana atau menghina seperti "Kamu salah" atau "Bodoh". Katakan sesuatu seperti; "Itu poin bagus. Tapi menurutku, pandanganku agak berbeda..."

4. Minta maaf jika melakukan kesalahan. Ini menunjukkan kedewasaan dan rasa hormat yang tinggi.

  • Jika kita melakukan kesalahan, ucapan “Saya minta maaf” yang sederhana akan sangat membantu dalam memperbaiki keadaan.
  • Cobalah untuk tidak membuat alasan untuk diri sendiri, dan akui apa yang telah Kita lakukan.
  • Mungkin juga bermanfaat untuk memiliki rencana agar kesalahan Kita tidak terulang lagi. Misalnya, jika Kita lupa tenggat waktu di tempat kerja, Kita bisa mengatakan, “Saya benar-benar minta maaf. Mulai sekarang, saya akan menyetel pengingat di ponsel dan komputer saya agar hal ini tidak terjadi lagi.”

5. Mengatakan perilaku yang tidak sopan yang tidak bisa kita terima.

  • Biarkan orang-orang di sekitar Kita tahu bahwa Kita tidak akan mentolerirnya.
  • Jika Kita melihat seseorang bersikap kasar atau tidak menghormati orang lain, tarik dia ke samping dan tanyakan tentang perilakunya. Coba jelaskan bahwa apa yang mereka lakukan adalah salah dan mereka tidak boleh mengulanginya lagi.
  • Katakan sesuatu seperti; "Hei, aku melihat caramu berbicara dengan Julia tadi, dan sepertinya itu tidak sopan. Menurut saya, komentar kamu tadi kepada Ina adalah tidak sopan"

6. Tunjukkan rasa terima kasih. Ucapkan terima kasih kepada orang-orang atas bantuan dan dukungan mereka. Hal ini berlaku untuk semua orang: pasangan Kita, orang tua Kita, saudara kandung Kita, atasan Kita, atau bahkan tetangga Kita. Luangkan waktu sejenak untuk berterima kasih kepada mereka atas cara mereka membantu Kita melewati masa-masa sulit atau selalu mendampingi Kita dalam jangka panjang.

7. Pujilah prestasi orang lain. Ucapkan pujian kepada rekan kerja di depan team lainnya. Jika ada rekan kerja/keluarga melakukan kesalahan atau ucapan yang menurut kita tidak sesuai. Ajak bicara tatap muka secara Pribadi.

8. Lakukan apa yang Kita katakan akan Kita lakukan. Istilahnya “Walk the talk” Jika kita sudah berkata atau berjanji, usahakan untuk memegang teguh janji tersebut, untuk menunjukkan rasa hormat kepada orang lain. Hargai upaya orang lain dengan cara: tepat waktu, bersiap, dan antusias.

  • Selalu datang ke tempat kerja, sekolah, atau latihan olahraga dalam keadaan siap berangkat.
  • Siapkan materi Kita dan selesaikan semua pekerjaan yang diperlukan sebelumnya.
  • Kita akan menunjukkan rasa hormat terhadap orang lain dengan tidak menyia-nyiakan waktu mereka.
  • Jika Kita memiliki terlalu banyak hal dan tidak dapat berkomitmen, katakan saja tidak. Ini mungkin sulit pada awalnya, tetapi lebih baik jujur daripada menjadi blak-blakan.

9. Tawarkan bantuan Kita kepada orang lain. Jika ada teman yang kesulitan, dan kita sanggup membantu, maka bantulah dia:

  • Secara sukarela membantu teman Kita pindah, atau bekerja lembur untuk membantu membersihkan acara sepulang sekolah.
  • Jika tampaknya salah satu teman atau tetangga Kita sedang merasa sedih atau mengalami masa sulit, berikan mereka dorongan yang mungkin mereka perlukan.

10. Jaga dirimu. Saat kita sudah perduli dengan orang lain, kita perlu untuk peduli dengan diri kita sendiri: Perlakukan tubuh Kita dengan baik, dan cobalah bersikap santai terhadap diri sendiri seperti yang Kita lakukan pada orang yang Kita sayangi. Hal ini termasuk berolahraga secara teratur dan menjaga pola makan yang sehat.

  • Menyenangkan diri sendiri; manjakan diri Kita dengan perjalanan dan hadiah yang pantas Kita dapatkan sesekali, habiskan waktu bersama teman-teman, lakukan hal-hal menyenangkan di waktu luang Kita.
  • Berani meminta bantuan saat Kita membutuhkannya, dan bergantunglah pada sistem pendukung Kita di masa-masa sulit.
  • Merawat diri; aktif berolahraga, meditasi, membaca buku bagus, atau mendengarkan musik baru untuk menurunkan tingkat stres dan menjaga diri.
  • Hindari perilaku yang merusak diri sendiri. Hindari minum minuman keras secara berlebihan atau memikirkan hal-hal yang mencela diri sendiri. 

Isi materi ini sebagian besar berdasarkan dari sumber berikut yang diterjemahkan secara bebas: https://www.wikihow.com/Show-Respect (tulisan oleh Camber Hill dan Hannah Madden)

 

Semoga bermanfaat!


Minggu, 02 Juni 2024

Menarik orang lain untuk ikut datang ke restoran yang sepi

Setiap akhir minggu, saya dan istri rutin makan bersama di luar rumah. Kami biasanya pergi ke mal yang ada di Jakarta dan dalam beberapa kesempatan, kami mencoba restoran baru yang belum pernah mita datangi.

Dalam memilih restoran, tentunya kami melihat review yang ada di social media dan terkadang, kami hanya pilih secara acak saja. Seiring waktu, saya dan istri sering kali menyadari bahwa ada orang-orang di dalam restoran yang membuat kami datang ke restoran tersebut.

Menurut kami, ada beberapa hal yang membuka kami datang karena orang-orang tersebut;

1. Berpenampilan Rapi dan Menarik. Mereka memiliki penampilan fisik rapi dan menarik. Rapi tidak selalu memakai kemeja, celana panjang dan bersepatu pantofel, bisa saja bercelana pendek, kaus dan sandal, dengan kondisi rapi. Mereka juga terlihat menjaga badan, terlihat segar, tegap dan percaya diri.

Di saat kami melihat-lihat menu restoran, begitu ada beberapa orang yang sedang makan dengan penampilan baik, hal ini mengundang kita untuk masuk ke dalam restoran itu.

2. Terlihat Segar dan Bahagia. Kami juga memperhatikan, bahwa orang-orang dengan fisik yang terlihat segar, bugar dan menunjukan rasa senang saat sedang makan di restoran tersebut juga menjadi daya Tarik.

Kami melihat bahwa orang-orang yang makan didalam restoran sambil tertawa, terlihat santai dan berinteraksi secara positif antar mereka mengundang kami untuk datang ke dalam restoran tersebut.

3. Bersikap Positif. Sikap positif akan memberikan kesan positif dan aura positif kepada area sekitarnya. Seperti matahari memberikan kehangatan ke alam saat memancarkan sinarnya.

Nah, aura positif ini bisa terbaca oleh kami yang melewati restoran tersebut. Pastinya, kami akan menengok ke dalam restoran yang berisi 1-2 orang yang berpenampilan rapi dan menarik, berbicara sambil tersenyum dan tertawa bersama, dibandingkan 1-2 orang yang sedang duduk dan menunjukkan sikap pasif dan sibuk main handphone, restoran dengan orang-orang seperti ini biasanya kami akan lewatkan.

Bagaimana jika restoran kosong? Kami akan memperhatikan bagaimana team yang sedang menunggu di dalam restoran tersebut;

-          Apakah ada crew yang sedang membersihkan di dalam restoran?

-          Apakah ada crew yang menunggu di depan restoran memperlihatkan menu?

-          Apakah restoran tertata rapih dan memperlihatkan suasana yang bercahaya? 

-          Apakah ada banner yang memperlihatkan promosi? 

Jika restoran yang kosong, tidak ada yang menunggu sama sekali, atau ada crew restoran yang menunggu sambal memainkan handphone, kemungkinan besar kami akan berpikir bahwa restoran ini tidak memiliki daya tarik dan crew restorannya juga bersikap masa bodoh.

Kesimpulan:

Secara umum, untuk membuat kami tertarik datang ke dalam satu restoran, akan berlaku hukum Ketertarikan (law of attraction). Law of attraction ini adalah sistem kepercayaan yang menyatakan bahwa pikiran dan emosi kita memiliki kekuatan untuk menarik pengalaman dan hasil ke dalam hidup kita. Secara sederhana, ini menyatakan bahwa "getaran serupa akan menarik getaran serupa".

Di luar hal-hal yang kami tuliskan di atas, kami percaya jika pemilik dan crew restoran memiliki prinsip dari law of attraction dan menerapkan prinsip-prinsip tersebut, maka, akan mengundang banyak orang untuk datang ke dalam restoran.

Senang bisa membagi pengalaman dan pemikiran pribadi terkait banyak hal, salah satunya mengenai hukum law of attraction ini.

 

Semoga bermanfaat!

Bersyukur dan Berkembang: Menjelajahi Jalan Menuju Versi Terbaik Diri

 

Pernahkah terpikir bahwa rasa syukur bisa memotivasi kita untuk menjadi versi terbaik dari diri? 

Saya secara sadar atau tidak sadar mempunyai rutinitas setiap waktu terkait usaha, dan/atau karir dan ada masanya merasa bahwa sudah terlalu rutin dan bisa melakukan semuany. Masalah-masalah yang saya hadapi mulai terasa biasa dan tidak ada sesuatu yang baru. Saat perasaan ini datang, saya pernah di kondisi, sudah buntu, merasa bosan dan tidak berkembang. 

Untuk memperbaiki kondisi tersebut, saya melakukan olahraga, baca buku, berkenalan dengan orang baru, dan mempelajari hal-hal baru, ternyata dalam proses belajar, saya menemukan bahwa bersyukur adalah salah satu hal yang bisa mengembangkan diri.

 

Dalam studi tahun 2011 yang dilakukan oleh Robert Emmons dan Anjali Mishra menemukan bahwa orang merasa termotivasi dan berenergi ketika mereka merasakan rasa syukur, dan rasa syukur tersebut mendorong mereka untuk membuat kemajuan menuju tujuan mereka. Dalam penelitian ini, siswa diinstruksikan untuk membuat daftar tujuan yang ingin mereka capai dalam dua bulan ke depan dan kemudian secara acak ditugaskan untuk menghitung berkah yang mereka peroleh, membuat daftar kerepotan mereka, atau menyelesaikan aktivitas menulis netral setiap minggu selama 10 minggu. Mereka yang berada dalam kelompok bersyukur melaporkan kemajuan yang relatif lebih besar dalam mencapai tujuan mereka.

Ternyata, bersyukur merupakan kunci untuk membuka pintu menuju versi terbaik diri. Rasa syukur membantu kita untuk fokus pada apa yang kita miliki, alih-alih terpaku pada apa yang tidak kita miliki. Syukur juga mendorong kita untuk menghargai setiap momen dalam hidup, baik itu momen bahagia maupun momen sulit. 

Ketika kita bersyukur, kita belajar untuk lebih optimis dan percaya diri. Kita yakin bahwa kita mampu mencapai tujuan dan mengatasi rintangan yang ada di depan. Rasa syukur juga membantu kita untuk lebih tangguh dalam menghadapi kegagalan dan bangkit kembali dengan semangat yang lebih kuat. 

Bersyukur dan berkembang berjalan beriringan. Rasa syukur memotivasi kita untuk menjadi versi terbaik diri dengan terus belajar dan mengembangkan diri. Kita ingin memanfaatkan setiap kesempatan untuk tumbuh dan menjadi pribadi yang lebih baik. 

Dari berbagai sumber, berikut 5 cara untuk menumbuhkan rasa syukur dan mengembangkan diri: 

  1. Luangkan waktu setiap hari untuk merenungkan hal-hal yang Anda syukuri. Tulislah dalam jurnal, ucapkan syukur dalam doa, atau bagikan dengan orang lain.
  2. Fokus pada hal-hal positif dalam hidup Anda. Ingat pencapaian diri, ingat hal-hal baik yang terjadi di hari ini, dan ingat juga kebaikan orang lain.
  3. Hadapi tantangan dengan rasa syukur. Lihatlah setiap rintangan sebagai kesempatan untuk belajar dan berkembang.
  4. Bersyukurlah atas orang-orang di sekitar Anda. Luangkan waktu bersama mereka dan tunjukkan rasa terima kasih Anda atas kehadiran mereka dalam hidup Anda.
  5. Bantu orang lain. Berbagi waktu, bakat, atau harta benda Anda dengan orang lain dapat membantu Anda untuk lebih bersyukur atas apa yang Anda miliki. 

Saya merasa, dengan bersyukur, kita bisa menjelajahi jalan menuju versi terbaik diri sendiri. Kita akan perlu untuk selalu belajar dan berkembang dan kita akan gunakan rasa syukur sebagai kompas, kita dapat menavigasi perjalanan ini dengan lebih mudah dan penuh makna. 

Ingatlah, bersyukur bukanlah tentang memiliki segalanya. Bersyukur adalah tentang menghargai apa yang Anda miliki dan memanfaatkannya sebaik mungkin. Ketika Anda bersyukur, Anda membuka pintu menuju kebahagiaan, kesuksesan, dan kehidupan yang penuh makna.

 

Bersyukur dan berkembanglah, dan temukan versi terbaik diri kita!

📚 20 Halaman Sehari: Kebiasaan Membaca yang Membangun Diri Lebih Baik

Ada satu kebiasaan yang semakin saya sadari penting dalam perjalanan pengembangan diri saya: membaca. Bukan karena saya ingin terlihat pinta...