Senin, 29 April 2013

Jadi Trainer!!!

Wah, saya senang sekali nih, akhirnya cita-cita menjadi trainer di depan umum tercapai juga. Saya menjadi trainer untuk workshop GA yang diadakan di puncak oleh salah satu penyelenggara training GA. Wow, event besar loh, buat saya yang baru pertama kali menjadi trainer di depan umum ini.
Tapi, sebelumnya, saya perlu info juga, pengalaman saya adalah 16 tahun di bidang General Affair (GA) atau saya lebih suka menyebutnya sebagai Facility Management. lalu, sebagai trainer, 3 tahun terakhir ini, saya adalah salah satu trainer untuk team FM di perusahaan tempat saya bekerja.

Jadi, yang pertama buat saya, adalah menjadi pembicara/trainer di depan umum yang tidak ada hubungannya dengan kantor saya. Gitu loooh….

Anyway, ternyata bisa loh jadi trainer itu, serta mungkin banget! Apalagi kalau memang sudah punya pengalamannya. Terserah sih di bidang apa saja, yang penting punya pengalaman….xixixi
So, apa rasanya? Yang pasti, deg2 an laaaah…..untuk materi sih sudah siap. Tapi untuk menghadapi audience/peserta itu yang rasanya masih harus diperbaiki. Menurut saya nih: masih perlu diperbaiki untuk:
·         Membuat peserta menjadi lebih proaktif
·         Memberikan game yang menarik kepada peserta
·         Memberikan contoh-contoh presentasi yang menyenangkan
·         Memberikan gaya presentasi yang berbeda, menyenangkan dan akan menjadi mudah di ingat oleh peserta
Jadi, saya merasa harus memperbaiki gaya presentasi saya, wah, sudah banyak ide nih, untuk memperbaikinya. Tentunya dengan belajar sama ahlinya sih yang pasti.
Terus, apa rencana selanjutnya? Saya seneng banget dan akan mencari waktu untuk memberikan training lagi secara public. Pastinya pengen ngetop juga nih, bisa dikenal media serta masyarakat dengan keahlian yang saya miliki sekarang ini
Tentunya, saya ingin pengalaman saya ini bisa dirasakan oleh teman-teman di bidang yang sama sehingga saya akan bisa belajar lebih banyak dari mereka.

Wish me luck!!

Kamis, 11 April 2013

Keputusan dan Pertimbangan

Pernahkah merasa bahwa kita mengambil keputusan yang salah? Jika ya, lalu apa? Dibatalkan? Diteruskan? Tetap diputuskan tetapi diperbaiki?

Yah, bisa macam-macam hasilnya: yang pasti bisa dibatalkan, bisa diteruskan atau tetap diputuskan tetapi diperbaiki?

Lah, maksudnya apa sih? Hehehe….maksudnya, bahwa pengambilan keputusan dan sikap kita terhadap keputusan kita itu menggambarkan seberapa dewasa kita dalammenghadapi setiap permasalahan serta seberapa kita bertanggungjawab terhadap keputusan itu.

Ok, sebaiknya, kita pertimbangkan hal-hal ini sebelum memutuskan:

  • Resiko. Apakah keputusan yang akan diambil ini memiliki resiko?

Contohnya: jika memutuskan untuk pindah kerja, dari pekerjaan sekarang dengan posisi sudah permanen di staff level, menjadi posisi kontrak di manajerial level. Yang harus dipertimbangkan adalah:
-          Jika sudah berkeluarga: (yang utama): bagaimana asuransi? Apakah semua bisa ditanggung? Apakah lebih baik dari yang sekarang?
-          Jika masih single: apakah load kerja masuk akal? Apakah bisa memperluas wawasan (gaji lebih besar, tetapi pindah ke daerah yang susah untuk bertemu orang luar, mungkin akan baik jika gaji yang ditawarkan 3-4x lebih besar)

Lalu, bagaimana memutuskannya? Untuk resiko pertimbangkan:
-          Pastikan anda sanggup menghadapi semua resiko terburuk yang ada.
-          Anda yakin bahwa resiko tersebut sangat kecil terjadi dan jika terjadi, pasti bisa dihadapi


  • Hasil. Apakah hasilnya cukup memuaskan? Apakah mendapatkan sesuatu yang benar-benar sesuai atau melebihi yang diharapkan?

Sama saja pertanyaannya, bagaimana memutuskannya? pertimbangkan:
-          Memang hasil yang didapat akan sesuai (lebih baik),
-          Mungkin hasilnya biasa, tetapi ada hal lain yang anda yakin akan sangat bermanfaat buat anda


  • Konsultasi. Apakah sudah dikomunikasikan dengan orang terdekat? Apakah sudah dikomunikasikan dengan orang yang lebih berpengalaman?

Sebelumnya, pastikan orang yang anda ajak konsultasi adalah orang-orang yang mempunyai pikiran luas dan menerima ide-ide baru, lalu untuk hasil konsultasi, apa sih yang diharapkan?
-          Membuat kita makin yakin/tidak yakin dengan keputusan kita
-          Membuat mata kita terbuka dengan dunia luar. Hal ini berlaku jika kita mengambil keputusan yang mempunyai latar belakang yang sangat berbeda atau aktivitas yang sangat berbeda dengan yang kita lakukan saat ini. Sebaiknya dikonsultasikan dengan ahlinya.

Untuk para suami, sebagai pemimpin yang menjadi tulang punggung keluarga (jika istri tidak bekerja), saya sangat menyarankan untuk berkonsultasi dengan sesame professional. Karena pihak istri yang bekerja dirumah (kebanyakan) akan meminta anda untuk tetap bekerja ditempat yang sekarang (percaya deh)

Lalu, jika memutuskan untuk tetap bekerja ditempat yang sekarang, saat menolak pekerjaan di tempat yang baru, TOLONG untuk hindari kalimat: ISTRI SAYA TIDAK MENGIJINKAN SAYA PINDAH KERJA.
OMG!!! Untuk setiap orang yang mengatakan hal ini, saya instruksikan kepada team HR saya untuk menghilangkan database CV mereka. Karena hal ini menunjukkan mereka tidak professional.

Tunggu! Bukan berarti saya tidak setuju jika istri ikut campur dalam pengambilan keputusan yah, maksud saya, yang harus disampaikan keperusahaan adalah alasan professional, seperti: gaji tidak sesuai  harapan, karir saya diperusahaan sekarang lebih menjanjikan, bos saya menahan saya dan saya telah mendapatkan kenaikan, dsb.
· 

  • Tanggung Jawab. Apakah bisa mengerjakannya? Apakah bisa menanggung jika ada kesalahan?

Ini tidak perlu dibahas, jika anda mau maju, anda harus yakin anda bisa mempertanggungjawabkan segala hal.
Bahkan, anda juga bertanggung jawab untuk belajar lagi, selalu belajar untuk menjadi lebih baik. Menunggu di training perusahaan? NO! sekarang bukan jamannya lagi perusahaan melihat karyawan sebagai asset, karyawan harus menunjukkan mereka cukup baik sehingga perusahaan akan memberikan kompensasi lebih.


  • Yakin. Apakah tingkat keyakinan sudah tinggi? Apakah sudah dipertimbangkan segala hal di atas: resiko, hasil serta tanggung jawab.

Nah, ini yang sedikit (sedikit loooh….) karena kita tidak bisa mengetahui masa depan kita. Kita memutuskan hal-hal yang pada akhirnya kita tidak tahu hari esok (ingat, bahkan besok kita akan hidup atau tidak, kita tidak bisa pastikan hal ini)
Bagaimana untuk meyakinkan hati? Ya, jalan terakhir yaitu berdoa, serahkan semua pada Allah SWT (disesuaikan dengan agama masing-masing)
Yang pasti, Allah SWT akan menghargai orang-orang yang berusaha dan bekerja keras. Berdoa adalah untuk keyakinan diri sendiri.
Saya percaya, takdir ditentukan oleh Allah SWT, tetapi dengan bekerja keras serta berusaha untuk menjadi lebih baik, kita sudah menentukan takdir kita sendiri karena Allah SWT akan menolong orang-orang yang bekerja keras……husssh…agamis sekali….#wink

Maaf, bukan saya tidak mau terlalu religious, tetapi lihat lah diluar sana, KERJA KERAS adalah hal utama, banyak yang lupa berdoa, tidak ke tempat ibadah, memiliki agama yang berbeda-beda, bahkan tidak beragama.

Jika mereka bekerja keras, mereka bisa sukses. Mereka berusaha keras, bangkit lagi disetiap kegagalan, karena mereka telah membuat KEPUTUSAN dan mereka bertanggung jawab untuk KEPUTUSAN yang mereka buat.


Tentunya, keputusan yang dibuat tidak melulu mengenai kerja: anda memutuskan untuk hal-hal yang bersifat prinsip di diri anda. Anda memutuskan untuk selalu mencintai keluarga anda dengan memberikan yang terbaik, nah keputusan ini akan membuat anda bertanggung jawab untuk: memberikan sekolah yang terbaik untuk anak-anak, memastikan keluarga mendapatkan liburan yang berkesan, memastikan anak-anak mempunyai kenangan yang indah selama anda memimpin keluarga. Lalu, dengan tanggung jawab itu pula: anda harus memikirkan untuk mempunyai karir yang bagus sehingga memiliki pendapatan yang baik, untuk bisa memenuhi hal-hal tadi. Atau, anda berusaha untuk mendapatkan pendapatan lebih (apapun caranya, asal halal)
So? Anda siap mengambil keputusan? PUTUSKAN SEGERA!

Salam,

Rabu, 03 April 2013

Bersyukur untuk Menjadi Lebih Baik

Nah, kelanjutan dari tulisan saya: BERUBAH MENJADI LEBIH BAIK, adalah melanjutkan dengan BERSYUKUR UNTUK MENJADI LEBIH BAIK.
Apa saja sih yang harus di syukuri? Banyak sekali, dengan segala keterbatasan kita, semua yang kita merasa kurang, jika kita lihat secara positif, pasti ada yang kita syukuri, tentunya bersyukur ini untuk membuat perasaan menjadi lebih baik, dan tetap akan berubah menjadi lebih baik…. J
  • Diri. Dengan segala yang ada di tubuh kita, syukurilah, bahwa kita masih sehat, masih mempunyai anggota yang lengkap, dll (pasti ada yang bias kita syukuri dari tubuh kita, ingat, selalu positif). Lihat diluar sana, bahwa masih ada yang sedang sakit, anggota tubuh tidak lengkap dan sebagainya.
Setiap hari, pada saat membuka mata, segera bersyukur, kita masih dikasih kesempatan untuk beraktivitas dengan sehat, niatkan untuk menjaga tubuh di hari ini dan menggunakan untuk hal yang baik (uhuk….religius euii)
  • Sikap.  Setelah sadar, bahwa sikap kita masih memerlukan banyak perbaikan (banyak jelaknya maksudnya…hehe), segera bersyukur….lah kok bisa? Karena kita  menyadari bahwa kita memerlukan perbaikan. Akan parah sekali jika orang-orang bersikap jelek tetapi tidak sadar. So, segeralah melakukan perbaikan.
  • Perasaan.  Nah, ini  yang susah-susah gampang. Jika perasaan sedang jelek, beberapa orang susah merubahnya…buat yang susah, berdoalah (untuk yang muslim, sholat), percaya deh, dengan menyerahkan semuanya kepada ALLAH SWT, akan merubah perasaan kita (sedikit sih, tapi sudah bagus looh).
Lalu selanjutnya bagaimana? Kembali ke pikiran kita, berpikir positif! Dengan memikirkan hal-hal positif dan baik, akan merubah perasaan kita.
  • Komunikasi . Pastikan perasaan senang dulu, nah, untuk komunikasi jadi lebih mudah. Caranya, tersenyum! Masa sih? Bener!
Mulai dengan tersenyum kepada siapa saja, kenal atau tidak kenal (Hindari senyum-senyum sendiri yaaa…), contohnya, setiap pagi ketemu satpam gedung: bisa disapa dengan senyum dan ucapan “selamat pagi”, dijamin, pasti satpam nya akan senyum bales. Atau, jika sampai ke kantor lebih pagi, bisa memutar kantor dan bertemu dengan rekan kerja di area lain, sapa dan senyum kepada mereka. Mungkin aneh sih pada awalnya, tetapi saya sudah mencobanya dan ini bisa dilakukan.
·         Profesional.  Nah, ini lebih mudah jelasinnya. Jika kita masih bekerja, bersyukur masih ada yang mau memperkerjakan kita, jika kita mempunyai usaha sendiri, bersyukur usahanya masih berjalan.
Intinya, banyak hal yang bisa kita syukuri, dari ujung rambut kepala, sampai dengan ujung jempol kaki, jika dipikirkan sedikit, banyak sekali yang bisa di syukuri.
Untuk saya sendiri, setiap pagi, setelah bersyukur dengan hal-hal diatas, saya akan memandang anak-anak saya (biasanya sih masih tidur), dan bersyukur, bahwa saya diberikan 2 jagoan yang sehat yang akan menjadi penerus saya. Lalu, saya berjanji pada diri sendiri, apapun yang saya lakukan hari ini, adalah yang terbaik dari diri saya, demi masa depan mereka….amin
Saya yakin, jika bekerja keras, untuk hal yang lebih baik, untuk tujuan besar dan untuk anak-anak, pasti ALLAH SWT akan membantu, apapun caranya, pasti jadi baik untuk kita semua.
Pada akhirnya, kita sendiri yang harus menentukan, kita akan bahagia atau sedih hari ini, dan semua itu dimulai saat kita membukamata di pagi hari……(Yesssss!!!!)
Hmmm…..OK, serius banget eui jadinya, saya yakin, pasti berguna bagi orang lain.
O iya, buku Rhonda byrne dengan judul: The Magic, bagus banget untuk dibaca, karena saat  menulis ini, saya membelinya dan masih membacanya, dari awal saja, sudah sangatmenarik untuk dibaca, dan mengenai bersyukur….baca deh….bagus!!

Salam,
Created: 1 Apr 13, Finished: 3 Apr 13

🌱 3 Pilar Mentorship yang Membentuk Pemimpin Generasi Berikutnya

Harus diakui, kalau ada kepuasan yang berbeda ketika saya melihat seseorang yang pernah saya mentori berhasil memimpin timnya sendir...