Rabu, 11 Desember 2024

5 Skill Penting untuk Mengoptimalkan Perjalananmu

Ingin liburan yang lebih bermakna? 5 skill ini akan membantumu mengenal budaya dan masyarakat setempat lebih dalam. Menjelajah dengan optimal. Siapa sih yang nggak suka menjelajahi tempat-tempat baru dan merasakan pengalaman yang tak terlupakan? Tapi, untuk bisa menikmati perjalanan, kita butuh persiapan yang matang. Bukan cuma soal tiket dan paspor aja, ada beberapa skill penting yang harus dikuasai biar perjalananmu makin seru dan lancar.

Kebetulan saya dan istri memiliki kesempatan untuk travelling di dalam dan di luar negri. Dan, istri saya sangat ahli dengan skill ini. Berikut 5 skill wajib yang harus dimiliki setiap traveler:

1. Master of Time Management: Jago Atur Waktu

Traveling itu bukan cuma soal mengunjungi tempat wisata, tapi juga soal mengatur waktu dengan efektif. Perlu dilihat dan dipersiapkan dengan matang, waktu berangkat, waktu tunggu, waktu transit dan waktu menuju lokasi, baik itu hotel atau area wisata yang dituju.

Pengaturan waktu perjalanan tanpa tour akan lebih santai dengan menghasilkan ketenangan jiwa, karena santai dan tidak terburu-buru.

2. Packing Pro: Muat Banyak, Masuk Batas

Jika travelling menggunakan pesawat, setiap pesawat memiliki batas untuk bagasi/koper. Perlu untuk memperhatikan barang-barang yang dibawa, dibuatkan checklist untuk items yang wajib; charger, baju ganti, kacamata, topi, vitamin dan lainnya agar dibuatkan checklist. Dengan adanya checklist, packing menjadi terarah dan efektif. Belajarlah melipat baju dengan teknik yang tepat, pilih pakaian yang multifungsi, dan prioritaskan barang-barang yang benar-benar dibutuhkan.

Jika menggunakan kereta, walau tidak ada Batasan dalam berat dan ukuran, tempat untuk menaruh koper terbatas di kereta, jadi agar tetap bijaksana dalam packing.

3. Budget Traveler: Cerdas Kelola Uang

Jika sudah memutuskan untuk traveling, pastinya sudah menyiapkan budget. Tentunya, perlu pengaturan agar biaya sesuai dengan yang kita harapkan. Pilihan hotel yang dekat lokasi wisata, dengan dengan access public transport bisa menjadi strategi. Jika pergi tanpa tour dan waktunya cukup lama, cari tahu mengenai paket tiket bus atau kereta di lokasi tersebut (jika ada). Cari tahu juga mengenai tempat makan local serta alternatif tempat makan dengan view yang bagus dan biaya terjangkau. Pastikan perkirakan juga budget untuk membeli souvenir.

Dengan begitu, kamu bisa tetap menikmati perjalanan dengan tetap sesuai budget. 

4. Local Expert: Kenali Destinasi Lebih Dalam

Dengan adanya Google, kita bisa cari tahu lebih banyak mengenai lokasi yang akan dikunjungi, bahkan, kita bisa menggunakan Google Map untuk melihat secara virtual area tersebut dan moda transportasi yang akan digunakan. Tentunya kita bisa juga mencari tahu Sejarah, budaya dan kehidupan Masyarakat setempat dengan mempelajari hal tersebut melalui internet.

5. Rencana Cadangan: Siap Hadapi Segala Situasi

Pastinya, perjalanan tak selalu berjalan sesuai rencana. Kemungkinan situasi tidak terduga seperti; cuaca buruk, transportasi yang terlambat, area wisata yang tutup, atau bahkan kehilangan barang. Untuk itu, perlu untuk menyiapkan rencana cadangan. Misalnya, cari alternatif transportasi, booking hotel yang lokasinya strategis, atau membawa perlengkapan darurat.

Setiap perjalanan adalah sebuah petualangan. Dengan menguasai 5 skill ini, kamu siap menjelajahi dunia tanpa batas. Jangan takut keluar dari zona nyamanmu. Cobalah hal-hal baru, rasakan sensasi yang berbeda. Ingat, traveling itu bukan hanya tentang tujuan, tapi juga tentang perjalanan. Setiap langkah yang kamu ambil adalah bagian dari cerita hidupmu. 

Semangat!

 


Senin, 02 Desember 2024

Rahasia Orang Sukses: Konsistensi adalah Kunci

Beberapa waktu kemarin, saya melihat link dari youtube ini mengenai Ray Kroc: https://www.youtube.com/watch?v=ocXP1pLeqLM, dalam video singkat ini, dia berbicara:

“Now, I know what you're thinkin'. How the hell does a 52 year-old, over-the-hill milkshake machine salesman... build a fastfood empire with 16,000 restaurants, in 50 states, in 5 foreign countries... wtih an annual revenue of in the neighborhood of $700,000,000.00... One word... PERSISTENCE”

Dalam Bahasa Indonesia:

“Sekarang, aku tahu apa yang kamu pikirkan. Bagaimana bisa seorang sales mesin milkshake berusia 52 tahun... membangun kerajaan makanan cepat saji dengan 16.000 restoran, di 50 negara bagian, di 5 negara asing... dengan pendapatan tahunan sekitar $700.000.000,00(700 juta dollar!). .. Satu kata... PERSISTENSI”

Penjelasan singkat untuk Ray Kroc, dengan nama lengkap, Raymond Albert Kroc (5 Oktober 1902 – 14 Januari 1984) adalah seorang pengusaha Amerika. Ia memperoleh perusahaan makanan cepat saji McDonald's pada tahun 1961 dari McDonald bersaudara dan menjadi CEO perusahaan tersebut dari tahun 1967 hingga 1973. Kroc dikaitkan dengan dengan ekspansi global McDonald's, menjadikannya perusahaan makanan cepat saji paling sukses di dunia berdasarkan pendapatan (sumber: Wikipedia)

Arti dari persistensi adalah sifat atau sikap seseorang yang gigih, pantang menyerah, dan terus berusaha mencapai tujuan meskipun menghadapi berbagai rintangan, kegagalan, atau tantangan. Orang yang persisten memiliki tekad yang kuat dan tidak mudah putus asa.

Persistensi penting bagi kita yang mau sukses:

Persistensi adalah kunci untuk membuka pintu menuju kesuksesan dalam berbagai aspek kehidupan. Ini adalah kemampuan untuk terus berusaha mencapai tujuan, meski dihadapkan pada rintangan, kegagalan, atau tantangan.

Menjadi persisten akan membuat kita menjadi pribadi dengan kemampuan: 


  • Mental yang tangguh:  Persistensi membentuk mental yang kuat, mampu menghadapi tekanan dan ketidakpastian.
  • Kreativitas yang tinggi: Ketika dihadapkan pada tantangan, pikiran yang persisten akan terus mencari solusi kreatif.
  • Disiplin Diri: Persistensi memaksa diri untuk menjadi disiplin sehingga tetap fokus pada tujuan.
  • Percaya Diri: Setiap keberhasilan, sekecil apapun, akan meningkatkan kepercayaan diri.

Pengalaman saya di dunia prosessional, menjadi seseorang yang menunjukan persistensi akan membuat dirinya menjadi terpapar dengan kemungkinan yang lebih luas: 

  • Meningkatkan Produktivitas: Dengan persistensi, Anda akan lebih fokus pada tujuan dan mampu menyelesaikan tugas dengan lebih efisien.
  • Membangun Reputasi yang Baik: Karyawan yang persisten biasanya dikenal sebagai individu yang dapat diandalkan dan memiliki integritas tinggi.
  • Membangun Karir yang Berkelanjutan: Persistensi memungkinkan Anda untuk terus belajar dan berkembang, sehingga Anda dapat menghadapi perubahan dan tantangan baru dalam dunia kerja.
  • Membuka Peluang Baru: Persistensi dapat membuka pintu bagi peluang baru, seperti promosi, kenaikan gaji, atau bahkan kesempatan untuk memulai bisnis sendiri.


Tentunya, perlu adanya strategi untuk menjadi seseorang yang persisten. Berikut 5 strategi yang perlu diketahui untuk menjadi professional yang persisten: 

  1. Tentukan Tujuan yang Jelas: Semakin jelas tujuan Anda, semakin mudah bagi Anda untuk tetap termotivasi, contoh ingin menjadi level direksi operasional dalam 2 tahun mendatang.
  2. Buat Rencana Aksi: Rencanakan langkah-langkah yang perlu Anda ambil untuk mencapai tujuan Anda. Pembuatan langka-langkah ini agar didiskusikan dengan management terkait yang bisa membantu tercapainya tujuan tersebut.
  3. Fokus pada Proses: Nikmati proses belajar dan berkembang, bukan hanya hasil akhirnya.
  4. Cari Mentor atau Coach: Seorang mentor atau saat ini lebih dikenal sebagai coach akan memberikan bimbingan dan dukungan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Umumnya para mentor ini adalah professional yang sudah berada diposisi tersebut dan menjadi konsultan bisnis atau coach.
  5. Jalin Networking: Perluas jaringan profesional Anda untuk mendapatkan dukungan dan informasi yang berguna. Memperluas jaringan dengan cara mengikuti banyak seminar, pertemuan bisnis atau mencari komunitas tertentu sesuai dengan tujuan yang diinginkan.


Kesimpulan:  

Menjadi diri yang mempunyai sifat persistensi akan menjadikan kita memiliki pandangan positif, terbuka dan realistis mengenai menjadi diri yang lebih baik. Saya merasakan bahwa orang-orang yang persisten ini adalah orang yang sabar, membuka mata dalam melihat masalah serta lebih cerdas dan berani dalam mengambil Keputusan.

Penting untuk diingat: Persistensi bukan berarti keras kepala atau tidak mau menerima masukan. Persistensi yang sehat adalah tentang memiliki tekad yang kuat, fleksibel, dan terus belajar dari pengalaman.

Selanjutnya, apakah kita sudah menjadi yang persisten saat ini? Jika belum, mari belajar Bersama.

Semangat!

Minggu, 10 November 2024

Hadapi Masalahmu! Mengatasi Masalah dengan Bijaksana



Saya suka kesal kalau mengalami resah karena ada masalah yang datang, pastinya, masalah bisa datang kapan saja dalam kehidupan sehari-hari. Dan masalah ini sangat bervariasi, bisa masalah di kantor terkait kurangnya komunikasi, masalah dengan keluarga terkait kesal dengan salah satu keluarga jauh, atau masalah keuangan mengenai pengeluaran yang dirasa tidak perlu.

Yang bikin kesal sebenarnya perasaan resahnya, karena ternyata masalah ini datang tidak terduga, dan mengganggu pikiran.

Ya, lalu mau bagaimana lagi? Akhirnya, masalah ini perlu dihadapi. Saya memiliki 5 teknik dalam menghadapi masalah ini:

1. Terapkan Go – No Go untuk masalah tersebut. Menurut saya, penerapan ini adalah bagian dari bersikap realistis terhadap masalah tersebut. Sebagai contoh:

        - Masalah dengan saudara, misal perselisihan pendapat. Apakah perlu diselesaikan? Apakah bisa dibicarakan dulu? Apakah bisa dilupakan saja?

        Untuk hal ini, pastinya akan perlu diselesaikan, karena ini adalah saudara sendiri. Jadi untuk masalah ini, Go untuk dilanjutkan dan dipikirkan penyelesaiannya.

        Masalah dengan pekerjaan, misal mengenai perasaan gaji tidak sesuai. Apakah bisa diselesaikan? Apakah bisa dibicarakan dulu?

        Jika setelah dibicarakan dengan atasan ternyata bahwa Perusahaan sudah mempunyai standar gaji tertentu, dan solusinya adalah pindah kerja, maka, masalah ini adalah No Go. Saya akan terima dulu masalah ini sambil mencari pekerjaan baru.

 

2. Identifikasi masalah dengan jelas. Saya memilah identifikasi masalah menjadi masalah internal atau external. Contoh sebagai berikut:

        Masalah internal: dengan adanya masalah ini, apakah saya bisa menyelesaikan dengan mengubah     pemikiran, response, atau kata-kata saya? Contohnya seperti: jika saya kesal dengan saudara saya     karena dia mempunyai konsep yang berbeda, jika saya terima konsep tersebut, apakah ini hanya ego pribadi atau ada efek lain yang lebih parah? Misal, keuangan jadi jelek, atau membuat diri sakit. Jika hanya ego saja, maka perlu diperbaiki ego saya ini.

        Masalah external: dengan adanya masalah ini, apakah perlu pihak lain untuk menyelesaikan? Contohnya seperti: jika saya kesal dengan saudara saya untuk mengurus hal tertentu, apakah             perlu pihak luar, agen atau teman untuk menyelesaikannya? Jika ya, maka akan difokuskan untuk koordinasi dan komunikasi dengan pihak tersebut. 

 

3. Pikirkan solusinya. Dengan melakukan identifikasi masalah, kita sebenarnya bisa memperkirakan Solusi yang diperlukan. Dari perkiraan Solusi tersebut, agar dianalisa dan diperkirakan solusi yang dapat benar-benar menyelesaikan masalah. Minimal ada 2 alternatif Solusi yang saya pikirkan – ini maksimal ya. Karena kalau memikirkan terlalu alternatif Solusi, akan bikin pusing 😊.

 

4. Komunikasi untuk solusi yang ada. Ini menjadi tantangan baru buat saya, karena komunikasi termasuk meyakinkan diri sendiri dan pihak lain mengenai solusi yang ada. Biasanya, akan ada diskusi dan argumentasi dalam solusi ini. Tentunya, akan ada tantangan dan masalah baru. Saya juga terbuka dengan komunikasi terbuka, artinya, jika ternyata ada masalah baru dalam komunikasi ini, ya perlu dipikirkan juga penyelesaiannya, dan bisa saja komunikasinya jadi tertunda.

 

5. Selesaikan. Tindak lanjuti hasil dari komunikasi awal untuk penyelesaian, lalu, mulai lagi dari point 1 seterusnya, sampai keresahan hilang, dan masalah bisa diselesaikan untuk saya.

 

Untuk saya, perlunya segera penyelesaian masalah adalah untuk menghindari keresahan karena masalah yang tidak selesai tersebut.

Hadapi masalahnya, atau tinggalkan/lupakan karena memang tidak akan selesai, ini menjadi strategi saya untuk tidak resah, dan saya bisa dengan senang dan tenang menghadapi hari-hari saya.

Pada akhirnya, menghadapi masalah adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan. Pastikan masalah tersebut bernilai dan menjadikan kita manusia yang lebih baik, manusia yang bertumbuh dan berkembang. Dan satu lagi, bahwa ini adalah bagian dari menjaga kesehatan mental untuk diri sendiri yang bisa menghindari stress berkelanjutan.

 

Semoga bermanfaat

Senin, 07 Oktober 2024

Aktivitas Fisik untuk Mengurangi Stres: Manfaat Olahraga bagi Kesehatan Mental

Apakah kamu sering mengalami, pekerjaan di kantor yang bertumpuk, deadline yang sudah dekat serta masih baru 30% (bahkan belum mulai!). Pulang ke rumah dengan pikiran yang dipenuhi dengan tugas-tugas yang belum selesai, dan perasaan yang tegang dan gelisah. Saya sih, sering mengalami hal itu….

Jika saya memiliki banyak pikiran, kebetulan malah membuat badan menjadi Lelah, dan mudah tidur. Nah, sayangnya, saat bangun, pikiran-pikiran tadi masih ada. Bahkan tambah banyak, karena telah berganti hari dan masalah belum selesai.

Untuk menghilangkan pikiran-pikiran tersebut, saya akan lakukan jogging di pagi hari minimal 30 menit. Saat berlari, saya akan fokus pada pernapasan dan gerakan tubuh. Pikiran-pikiran terkait pekerjaan akan menjadi terarah. Saya bisa melihat permasalahan secara gambaran besar, dan bisa memutuskan untuk memulai dari mana. Setelah lari, biasanya saya akan mendapatkan perasaan segar, berenergi dan positif untuk menyelesaikan masalah.

Kok bisa ya?

Kejadian di atas, banyaknya pikiran-pikiran yang saya alami, bisa dikatakan adalah saya mengalami stress. Stres adalah bagian yang umum dalam kehidupan modern, mempengaruhi orang-orang dari semua usia dan latar belakang. Meskipun merupakan respons alami terhadap tantangan, stres kronis dapat memiliki efek buruk pada kesehatan fisik dan mental.

Ternyata, aktivitas fisik (salah satunya kardio; lari, sepeda dan yang sejenis, terbukti menjadi salah satu alat yang ampuh untuk mengurangi stres dan memperbaiki perasaan secara keseluruhan.

Mengapa Olahraga Kardio Sangat Efektif Mengurangi Stres? Berikut 5 alasan utamanya:

1.       Melepaskan Endorfin: Olahraga kardio merangsang produksi endorfin, hormon yang memberikan perasaan senang dan mengurangi rasa sakit.

2.       Mengalihkan Perhatian: Fokus pada gerakan tubuh selama berolahraga dapat membantu kita melupakan masalah yang sedang dihadapi.

3.       Meningkatkan Kualitas Tidur: Olahraga teratur dapat memperbaiki kualitas tidur, yang sangat penting untuk mengatasi stres.

4.       Meningkatkan Percaya Diri: Ketika kita melihat hasil dari latihan kita, rasa percaya diri akan meningkat, sehingga kita lebih siap menghadapi tantangan.

5.       Mengurangi Kecemasan dan Depresi: Studi telah menunjukkan bahwa olahraga dapat efektif dalam mengurangi gejala kecemasan dan depresi, yang keduanya terkait erat dengan stres.

Nah, dengan segala rutinitas yang ada, tentunya akan jadi tantangan tersendiri untuk menambah olahraga di dalamnya. Berikut 5 tips untuk Mengintegrasikan Olahraga ke dalam Rutinitas kita sehari-hari:

·       Mulai dengan Perlahan: buatkan target sederhana, contoh: lari pagi minimal 15 menit setiap hari, bisa ditambahkan juga push-up minimal 5x setiap bangun pagi, atau squat minimal 5x setiap masuk toilet.

·       Pilih waktu yang cocok: pagi, siang, sore atau malam hari.

·       Jadikan Sosial: ajak teman, bergabung dengan komunitas, atau ajak keluarga, akan membuat olahraga lebih menyenangkan.

·       Tetapkan Tujuan yang Realistis: 3 hari berturut-turut lari pagi di dalam 1 minggu. Lalu, tujuan ini ditingkatkan jika sudah tercapai. 

·       Dengarkan tubuh kita sendiri, jika tubuh memberikan sinyal Lelah, contoh: bangun pagi dengan kondisi pegal, istirahat saja dulu 1 hari, evaluasi, apakah ada aktivitas yang berlebihan, lalu turunkan aktivitasnya, dan mulai lagi. 

Dengan memasukkan aktivitas fisik secara teratur ke dalam hidup kita serta memulai dengan sederhana, kita bisa dengan efektif mengelola stres, meningkatkan kesehatan mental, dan meningkatkan kesehatan kita secara keseluruhan. Ingat, kuncinya memulai dengan sederhana.

Yang pasti, dimulai saja dulu, lalu menikmati prosesnya, perubahan perlu waktu, dan kita perlu bersabar untuk menjadi perubahan tersebut menjadi kebiasaan.

Minggu, 18 Agustus 2024

Merayakan Milestone: Pencapaian di Usia 50 Tahun

Wow! Saya berusia 50 tahun hari ini! Saya bersyukur telah melewati berbagai pengalaman hidup, baik suka maupun duka. Pada kesempatan ini, saya menuliskan perjalanan hidup dengan menggunakan Wheel of Life, sebuah konsep yang diperkenalkan oleh Paul J. Meyer, seorang pengusaha, penulis, dan pembicara motivasi dari Amerika.

Wheel of Life: Wheel of Life adalah sebuah visualisasi yang membagi kehidupan menjadi beberapa area kunci, seperti kesehatan, karier, hubungan, keuangan, dan lain-lain. Dengan memberikan skor pada setiap area, akan terlihat secara keseluruhan seberapa seimbang dan bahagia hidup kita. Berikut gambar dari wheel of life dengan area-area kuncinya:

Berdasarkan wheel of life, berikut pencapaian saya di usia 50 tahun ini: 

1.       Relationship: saya memiliki hubungan yang kuat dengan istri dan anak-anak saya. Hubungan saya sangat baik dengan istri yang secara terbuka saling bercerita dan saling mendukung kebutuhan kami berdua. Hubungan saya dengan anak-anak sangat menyenangkan, mereka bisa menganggap kami (saya dan istri) sebagai teman dan percaya kepada kami berdua.

2.       Karier: focus karir saya di Facility Management selama 20 tahun dan saat ini saya dipercaya untuk mengelola department Facility Management dan menjadi ketua Asosiasi Facility Management. Saya beruntung memiliki banyak teman dan anggota team yang saling mendukung dan saya diberikan kesempatan untuk membantu team kerja yang berprestasi.

3.       Kesehatan fisik yang lebih baik: pagi ini saya masih bisa berlari sejauh 18 km dan setelah cukup beristirahat, masih bisa berjalan dan bertemu dengan keluarga. Saya sedang belajar untuk hidup sehat dan aktif berolahraga.

4.       Kesehatan mental: saya bersyukur bisa memiliki Kesehatan mental yang baik terutama selalu memiliki perasaan positif, memiliki hubungan yang baik dengan keluarga, teman, dan komunitas, mampu mengatasi stress dan memiliki rasa percaya diri yang baik.

5.       Spiritual. Saya masih harus belajar lebih baik lagi untuk hal ini. Saat ini, saya merasakan koneksi yang kuat dengan alam semesta dan Tuhan, mampu mengetahui nilai-nilai, kekuatan, dan kelemahan diri serta dapat melepaskan ego saya dalam berkomunikasi dengan orang lain.

6.       Finansial: saya memiliki pendapatan yang cukup untuk kehidupan sehari-hari, menabung dan memiliki asset berupa rumah. 

7.       Rekreasi atau hobi. Saat ini hobi saya masih berlari dan membaca buku mengenai pengembangan diri. Rata-rata berlari di 30 km per minggu dan menyelesaikan minimal 1 buku per bulannya.

8.       Pertumbuhan pribadi: saya merasa bersemangat sekali mencapai usia 50 ini dan di tahun ini, bersamaan dengan mendapatkan sertifikasi BNSP untuk Auditor Energi dan Trainer, saya masih ingin mengembangkan keahlian tersebut.

Di usia 50 tahun ini, saya merasa telah diberikan kesempatan untuk menjadi orang baik, bermanfaat bagi beberapa orang, menyadari bahwa masih perlu belajar untuk lebih baik serta selalu ingat adanya Tuhan. Saya masih punya cita-cita yang perlu dicapai untuk 20-30 tahun mendatang dan pastinya, saya menyadari bahwa masih memiliki banyak kekurangan yang perlu diperbaiki.

Saya menyadari bahwa sekarang adalah waktu yang tepat untuk merefleksikan perjalanan yang telah dilalui, merayakan pencapaian, dan merencanakan masa depan yang lebih cerah. Dengan pengalaman dan kebijaksanaan yang saya miliki, saya akan membuat dan mengejar Impian baru saya, saya akan membangun hubungan yang lebih dalam dengan istri dan anak-anak saya, dan saya ingin memberikan kontribusi yang lebih berarti bagi Masyarakat, khususnya dunia praktisi Facility Management.

Semangat! Saya pasti bisa!

Selasa, 23 Juli 2024

Ayah: Pemimpin, Penjelajah, dan Guru

 Ayah. Sosok yang kehadirannya tak tergantikan dalam sebuah keluarga. Di balik peran utamanya sebagai penyedia nafkah, seorang ayah memiliki tanggung jawab multidimensi yang melampaui batas finansial. Ia adalah pemimpin, penjelajah, dan guru kehidupan bagi anak-anaknya.

Pertama, ayah berperan sebagai pemimpin keluarga. Ia yang akan mengajarkan anak-anak untuk mengambil keputusan dan bertanggung jawab dengan konsekuensi dari keputusan tersebut. Kepemimpinan artinya menunjukkan batas dengan kasih sayang, ketegasan, dan kebijaksanaan. Ia menjadi teladan bagi anak-anaknya dalam menghadapi berbagai rintangan dan mengambil keputusan yang tepat.

Kedua, ayah adalah penjelajah dunia bagi anak-anaknya. Ia membuka jendela dunia yang penuh warna dan petualangan. Ia mengajak anak-anaknya menjelajahi berbagai kemungkinan, memperkenalkan mereka pada budaya dan tradisi baru, dan menumbuhkan rasa ingin tahu yang tak terbatas. Melalui pengenalan dunia ini, anak-anak belajar untuk beradaptasi, menghargai perbedaan, dan memperluas wawasan mereka.

Ketiga, ayah adalah guru kehidupan bagi anak-anaknya. Ia mengajarkan nilai-nilai moral dan budi pekerti yang luhur. Ia mendampingi anak-anaknya dalam proses belajar dan bertumbuh, membimbing mereka untuk menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, dan berintegritas. Keteladanan dan nasihatnya menjadi kompas moral yang menuntun anak-anaknya di sepanjang jalan kehidupan.

Tanggung jawab ayah sebagai kepala keluarga juga sebagai pelindung, pembela, dan sumber kasih sayang bagi anak-anaknya. Ia selalu siap sedia untuk memberikan dukungan, dan membantu anak-anaknya melewati masa-masa sulit.

Menjadi ayah memiliki tantangannya tersendiri. Memastikan untuk tetap bertanggung jawab di pekerjaan serta tetap berdedikasi kepada keluarga.

5 peran penting Ayah dalam keluarga:

- Menunjukan cara berkomunikasi yang terbuka dan jujur dengan anak-anak. Komunikasi terbuka dan apa adanya adalah kunci untuk membangun hubungan yang kuat dan saling percaya antara ayah dan anak.

- Menyediakan waktu berkualitas. Luangkan waktu untuk bermain, belajar, dan bercengkrama bersama anak-anak. Memperkenalkan hal-hal di dunia nyata dan bagaimana untuk bersikap agar dapat bertahan hidup.  

- Melibatkan diri. Aktif melibatkan diri dengan proses tumbuh kembang anak sejak kecil, remaja dan menjadi dewasa. Membiarkan anak berproses secara alami dan ikut dalam setiap proses yang ada.

- Menjadi teladan yang baik bagi anak-anak. Mengajarkan kehidupan menjadi dewasa di dunia nyata dengan merefleksikan diri saat di usia yang sama. Ajarkan bahwa gagal dan berhasil adalah hal biasa dalam hidup dan perlu untuk tetap maju.

- Menghargai dan mendukung ibu. Tunjukkan bahwa Ibu adalah pasangan yang perlu dihormati dan menghargai Perempuan dengan mensejajarkan peran ibu dan ayah.

Menjadi ayah adalah sebuah perjalanan yang penuh makna dan pembelajaran. Memiliki ayah yang berdedikasi, dan penuh kasih sayang adalah kenangan yang indah untuk seorang anak.

Saya bersyukur memiliki kenangan yang indah dengan Papa saya; mengerti pentingnya ilmu keuangan (baru sekarang ini), mengenal kota selain Jakarta, negara di luar Indonesia, memulai kerja dan belajar kepemimpinan. Saya belajar untuk menjadi ayah dan bagaimana saya terlibat membesarkan anak-anak saya.


Happy Birthday to you in heaven. I miss you Dad…

Minggu, 21 Juli 2024

Hidup Ini Terlalu Singkat untuk Dihabiskan dalam Penyesalan dan Kecemasan: 10 tips untuk Hidup di saat ini.

Hidup dipenuhi dengan momen-momen berharga, kejadian tak terduga, dan emosi yang meledak.  Seringkali, kita begitu sibuk terjebak dalam penyesalan masa lalu atau cemas tentang masa depan, sehingga kita melewatkan keindahan yang ada di depan mata. Satu-satunya momen penting adalah momen saat ini.

Bagaimana Cara Hidup di Saat Ini? Berikut 10 tips di bawah ini tentang cara hidup di saat ini.

1.       Singkirkan Barang yang Tidak Dibutuhkan.

Minimalisme memaksa Anda untuk hidup di masa kini. Menyingkirkan barang-barang yang terkait dengan kenangan masa lalu akan membebaskan Anda dan berhenti terpaku pada masa lalu.  Begitu masa lalu tidak lagi memiliki kekuatan, Anda bisa mulai hidup di saat ini.

2.       Tersenyumlah.

Setiap hari penuh dengan kemungkinan yang tak terhingga! Awali hari dengan senyuman. Anda memegang kendali atas sikap Anda setiap pagi, tetaplah optimis dan penuh harapan. Lakukan ini dengan sengaja dan Anda akan mendapati diri Anda melakukannya setiap hari tanpa menyadarinya. 

3.       Nikmati Sepenuhnya Momen-Momen Saat Ini.

Seraplah sebanyak mungkin hal tentang hari ini - pemandangan, suara, bau, emosi, kemenangan, dan kesedihan. Ini ada dalam kehidupan kita sehari-hari, tetapi kita sering lupa untuk menerimanya dan benar-benar menghargainya. 

4.       Maafkan Luka Masa Lalu.

Jika Anda menyimpan kebencian terhadap orang lain karena luka masa lalu, pilihlah untuk memaafkan dan move on. Memang kesalahan itu milik mereka, tetapi membiarkannya memengaruhi suasana hati Anda hari ini adalah pilihan Anda. Lepaskan dan pilihlah untuk hadir di saat ini. 

5.       Cintai Pekerjaan Anda.

Jika Anda hanya "bertahan" di minggu kerja dan terus-menerus menunggu akhir pekan "untuk tiba", Anda sedang menyia-nyiakan 71% hidup Anda (5/7 hari). Ada dua solusi: cari pekerjaan baru yang Anda sukai, atau temukan sesuatu yang Anda hargai dari karier Anda saat ini. 

6.       Bermimpilah tentang Masa Depan, Tetapi Bekerjalah Keras Hari Ini.

Bermimpilah setinggi langit. Tetapkan tujuan dan rencana untuk masa depan. Tetapi bekerja keras hari ini  selalu menjadi langkah pertama untuk mewujudkan impian Anda besok.  Jangan biarkan mimpi tentang masa depan menggantikan hidup di saat ini. Bermimpi tentang masa depan hanya produktif jika dikombinasikan dengan tindakan yang diambil hari ini. 

7.       Jangan Terpaku pada Pencapaian Masa Lalu.

Jika Anda masih membicarakan apa yang Anda lakukan kemarin, itu berarti Anda belum berbuat banyak hari ini. Masih ada banyak waktu untuk membangun kesuksesan masa lalu dan menciptakan lebih banyak kenangan dan pencapaian untuk masa depan Anda. Di masa depan, Anda akan menghargai kenangan hari ini. 

8.       Berhenti Khawatir.

Anda tidak dapat sepenuhnya menghargai hari ini jika Anda terlalu khawatir tentang hari esok. Sadarilah bahwa hari esok akan datang, entah Anda mengkhawatirkannya atau tidak. Dan karena rasa khawatir tidak pernah menyelesaikan apapun untuk siapa pun, alihkan energi mental Anda ke tempat lain. 

9.       Pikirkan Solusi Baru untuk Masalah.

Dunia kita berubah begitu cepat sehingga sebagian besar solusi kemarin tidak lagi menjadi jawaban yang tepat hari ini. Jangan terjebak dalam mentalitas "tetapi itu cara kami selalu melakukannya". Solusi kemarin bukanlah solusi hari ini dan jelas bukan solusi masa depan. 

10.   Atasi Kecanduan.

Kecanduan dalam hidup Anda membuat Anda tertahan. Itu menghalangi Anda untuk menjalani hidup yang sepenuhnya bebas dan menghilangkan fokus Anda dari saat ini. Cari bantuan. Ambil langkah-langkah. Dan singkirkan pengaruhnya dari hidup Anda. Biarkan diri Anda hidup di saat ini bebas dari kecanduan. 

Belajar hidup di masa kini adalah  bahan penting dalam kehidupan yang bahagia.

Jika Anda hanya bisa hidup satu momen pada satu waktu, maka jadikanlah momen itu yang sedang Anda jalani saat ini.

Semangat! Semoga bermanfaat


Sabtu, 29 Juni 2024

Hormati Setiap Orang, Ciptakan Kehidupan Lebih Berwarna

Setiap hari, kita berinteraksi dengan berbagai orang, dari keluarga, teman, hingga orang asing. Di tengah interaksi ini, menunjukkan rasa hormat menjadi kunci untuk membangun hubungan yang positif, harmonis, dan penuh makna.

Tulisan ini untuk mengingatkan betapa pentingnya menunjukkan rasa hormat kepada orang lain dalam kehidupan sehari-hari.

Tiga poin penting yang perlu kita ketahui:

  1. Dengarkan orang lain secara aktif dan tawarkan bantuan, akui pencapaian mereka, dan berempati dengan pendapat mereka.
  2. Berani untuk tidak setuju secara sopan, meminta maaf jika Kita bersalah, dan selalu membangun hubungan positif dengan orang lain.
  3. Menghargai diri sendiri dengan menyayangi diri sendiri dan menghindari perilaku yang merusak diri sendiri.

Berikut 10 hal yang perlu dilakukan untuk menunjukkan bahwa kita menghormati orang lain:

1. Dengarkan secara aktif. Lakukan hal-hal ini:

  • Perhatikan dan diamlah saat orang lain berbicara, dan luangkan waktu untuk memikirkan apa yang mereka katakan.
  • Anggukkan kepala dan ajukan pertanyaan lanjutan untuk tetap terlibat dalam percakapan. Bahkan jika Kita merasa tidak setuju, cobalah untuk mempertimbangkan sudut pkitangnya dan berempati dengannya sebelum merespons.
  • Seringkali kita menunggu untuk berbicara daripada benar-benar mendengarkan gagasan orang lain. Sekarang, usahakanlah untuk benar-benar mendengar.
2. Berempati dengan sudut pandang yang berbeda. Kita bisa saja tidak memahami sudut pandang dari pembicara, tetapi kita bisa menghormatinya.

  • Jika kita berbicara dengan seseorang dan kita tidak setuju pada sesuatu, jangan tersinggung.
  • Cobalah untuk mengingat bahwa setiap orang memiliki latar belakang yang berbeda, dan lawan bicara Kita memiliki alasan tersendiri dalam memikirkan apa pun yang mereka pikirkan.
  • Cara yang baik untuk berempati dengan seseorang yang tidak kita setujui adalah dengan mengatakan; "Hah, saya tidak pernah berpikir seperti itu. Apa yang membuatmu mengatakan itu?" "Wah, itu pandangan yang berbeda ya. Boleh tahu, apa yang mendasari itu?" "Menarik, coba jelaskan lebih lanjut"

3. Tidak setuju dengan hormat dan sopan.

  • Selalu akui kesamaan kita, sebelum mengungkapkan pendapat kita yang berbeda.
  • Hindari menghina pendapat atau ide apa pun jika kita tidak setuju dengannya.
  • Pastikan kritik yang diberikan adalah spesifik, dan hindari bahasa yang sederhana atau menghina seperti "Kamu salah" atau "Bodoh". Katakan sesuatu seperti; "Itu poin bagus. Tapi menurutku, pandanganku agak berbeda..."

4. Minta maaf jika melakukan kesalahan. Ini menunjukkan kedewasaan dan rasa hormat yang tinggi.

  • Jika kita melakukan kesalahan, ucapan “Saya minta maaf” yang sederhana akan sangat membantu dalam memperbaiki keadaan.
  • Cobalah untuk tidak membuat alasan untuk diri sendiri, dan akui apa yang telah Kita lakukan.
  • Mungkin juga bermanfaat untuk memiliki rencana agar kesalahan Kita tidak terulang lagi. Misalnya, jika Kita lupa tenggat waktu di tempat kerja, Kita bisa mengatakan, “Saya benar-benar minta maaf. Mulai sekarang, saya akan menyetel pengingat di ponsel dan komputer saya agar hal ini tidak terjadi lagi.”

5. Mengatakan perilaku yang tidak sopan yang tidak bisa kita terima.

  • Biarkan orang-orang di sekitar Kita tahu bahwa Kita tidak akan mentolerirnya.
  • Jika Kita melihat seseorang bersikap kasar atau tidak menghormati orang lain, tarik dia ke samping dan tanyakan tentang perilakunya. Coba jelaskan bahwa apa yang mereka lakukan adalah salah dan mereka tidak boleh mengulanginya lagi.
  • Katakan sesuatu seperti; "Hei, aku melihat caramu berbicara dengan Julia tadi, dan sepertinya itu tidak sopan. Menurut saya, komentar kamu tadi kepada Ina adalah tidak sopan"

6. Tunjukkan rasa terima kasih. Ucapkan terima kasih kepada orang-orang atas bantuan dan dukungan mereka. Hal ini berlaku untuk semua orang: pasangan Kita, orang tua Kita, saudara kandung Kita, atasan Kita, atau bahkan tetangga Kita. Luangkan waktu sejenak untuk berterima kasih kepada mereka atas cara mereka membantu Kita melewati masa-masa sulit atau selalu mendampingi Kita dalam jangka panjang.

7. Pujilah prestasi orang lain. Ucapkan pujian kepada rekan kerja di depan team lainnya. Jika ada rekan kerja/keluarga melakukan kesalahan atau ucapan yang menurut kita tidak sesuai. Ajak bicara tatap muka secara Pribadi.

8. Lakukan apa yang Kita katakan akan Kita lakukan. Istilahnya “Walk the talk” Jika kita sudah berkata atau berjanji, usahakan untuk memegang teguh janji tersebut, untuk menunjukkan rasa hormat kepada orang lain. Hargai upaya orang lain dengan cara: tepat waktu, bersiap, dan antusias.

  • Selalu datang ke tempat kerja, sekolah, atau latihan olahraga dalam keadaan siap berangkat.
  • Siapkan materi Kita dan selesaikan semua pekerjaan yang diperlukan sebelumnya.
  • Kita akan menunjukkan rasa hormat terhadap orang lain dengan tidak menyia-nyiakan waktu mereka.
  • Jika Kita memiliki terlalu banyak hal dan tidak dapat berkomitmen, katakan saja tidak. Ini mungkin sulit pada awalnya, tetapi lebih baik jujur daripada menjadi blak-blakan.

9. Tawarkan bantuan Kita kepada orang lain. Jika ada teman yang kesulitan, dan kita sanggup membantu, maka bantulah dia:

  • Secara sukarela membantu teman Kita pindah, atau bekerja lembur untuk membantu membersihkan acara sepulang sekolah.
  • Jika tampaknya salah satu teman atau tetangga Kita sedang merasa sedih atau mengalami masa sulit, berikan mereka dorongan yang mungkin mereka perlukan.

10. Jaga dirimu. Saat kita sudah perduli dengan orang lain, kita perlu untuk peduli dengan diri kita sendiri: Perlakukan tubuh Kita dengan baik, dan cobalah bersikap santai terhadap diri sendiri seperti yang Kita lakukan pada orang yang Kita sayangi. Hal ini termasuk berolahraga secara teratur dan menjaga pola makan yang sehat.

  • Menyenangkan diri sendiri; manjakan diri Kita dengan perjalanan dan hadiah yang pantas Kita dapatkan sesekali, habiskan waktu bersama teman-teman, lakukan hal-hal menyenangkan di waktu luang Kita.
  • Berani meminta bantuan saat Kita membutuhkannya, dan bergantunglah pada sistem pendukung Kita di masa-masa sulit.
  • Merawat diri; aktif berolahraga, meditasi, membaca buku bagus, atau mendengarkan musik baru untuk menurunkan tingkat stres dan menjaga diri.
  • Hindari perilaku yang merusak diri sendiri. Hindari minum minuman keras secara berlebihan atau memikirkan hal-hal yang mencela diri sendiri. 

Isi materi ini sebagian besar berdasarkan dari sumber berikut yang diterjemahkan secara bebas: https://www.wikihow.com/Show-Respect (tulisan oleh Camber Hill dan Hannah Madden)

 

Semoga bermanfaat!


Minggu, 02 Juni 2024

Menarik orang lain untuk ikut datang ke restoran yang sepi

Setiap akhir minggu, saya dan istri rutin makan bersama di luar rumah. Kami biasanya pergi ke mal yang ada di Jakarta dan dalam beberapa kesempatan, kami mencoba restoran baru yang belum pernah mita datangi.

Dalam memilih restoran, tentunya kami melihat review yang ada di social media dan terkadang, kami hanya pilih secara acak saja. Seiring waktu, saya dan istri sering kali menyadari bahwa ada orang-orang di dalam restoran yang membuat kami datang ke restoran tersebut.

Menurut kami, ada beberapa hal yang membuka kami datang karena orang-orang tersebut;

1. Berpenampilan Rapi dan Menarik. Mereka memiliki penampilan fisik rapi dan menarik. Rapi tidak selalu memakai kemeja, celana panjang dan bersepatu pantofel, bisa saja bercelana pendek, kaus dan sandal, dengan kondisi rapi. Mereka juga terlihat menjaga badan, terlihat segar, tegap dan percaya diri.

Di saat kami melihat-lihat menu restoran, begitu ada beberapa orang yang sedang makan dengan penampilan baik, hal ini mengundang kita untuk masuk ke dalam restoran itu.

2. Terlihat Segar dan Bahagia. Kami juga memperhatikan, bahwa orang-orang dengan fisik yang terlihat segar, bugar dan menunjukan rasa senang saat sedang makan di restoran tersebut juga menjadi daya Tarik.

Kami melihat bahwa orang-orang yang makan didalam restoran sambil tertawa, terlihat santai dan berinteraksi secara positif antar mereka mengundang kami untuk datang ke dalam restoran tersebut.

3. Bersikap Positif. Sikap positif akan memberikan kesan positif dan aura positif kepada area sekitarnya. Seperti matahari memberikan kehangatan ke alam saat memancarkan sinarnya.

Nah, aura positif ini bisa terbaca oleh kami yang melewati restoran tersebut. Pastinya, kami akan menengok ke dalam restoran yang berisi 1-2 orang yang berpenampilan rapi dan menarik, berbicara sambil tersenyum dan tertawa bersama, dibandingkan 1-2 orang yang sedang duduk dan menunjukkan sikap pasif dan sibuk main handphone, restoran dengan orang-orang seperti ini biasanya kami akan lewatkan.

Bagaimana jika restoran kosong? Kami akan memperhatikan bagaimana team yang sedang menunggu di dalam restoran tersebut;

-          Apakah ada crew yang sedang membersihkan di dalam restoran?

-          Apakah ada crew yang menunggu di depan restoran memperlihatkan menu?

-          Apakah restoran tertata rapih dan memperlihatkan suasana yang bercahaya? 

-          Apakah ada banner yang memperlihatkan promosi? 

Jika restoran yang kosong, tidak ada yang menunggu sama sekali, atau ada crew restoran yang menunggu sambal memainkan handphone, kemungkinan besar kami akan berpikir bahwa restoran ini tidak memiliki daya tarik dan crew restorannya juga bersikap masa bodoh.

Kesimpulan:

Secara umum, untuk membuat kami tertarik datang ke dalam satu restoran, akan berlaku hukum Ketertarikan (law of attraction). Law of attraction ini adalah sistem kepercayaan yang menyatakan bahwa pikiran dan emosi kita memiliki kekuatan untuk menarik pengalaman dan hasil ke dalam hidup kita. Secara sederhana, ini menyatakan bahwa "getaran serupa akan menarik getaran serupa".

Di luar hal-hal yang kami tuliskan di atas, kami percaya jika pemilik dan crew restoran memiliki prinsip dari law of attraction dan menerapkan prinsip-prinsip tersebut, maka, akan mengundang banyak orang untuk datang ke dalam restoran.

Senang bisa membagi pengalaman dan pemikiran pribadi terkait banyak hal, salah satunya mengenai hukum law of attraction ini.

 

Semoga bermanfaat!

Bersyukur dan Berkembang: Menjelajahi Jalan Menuju Versi Terbaik Diri

 

Pernahkah terpikir bahwa rasa syukur bisa memotivasi kita untuk menjadi versi terbaik dari diri? 

Saya secara sadar atau tidak sadar mempunyai rutinitas setiap waktu terkait usaha, dan/atau karir dan ada masanya merasa bahwa sudah terlalu rutin dan bisa melakukan semuany. Masalah-masalah yang saya hadapi mulai terasa biasa dan tidak ada sesuatu yang baru. Saat perasaan ini datang, saya pernah di kondisi, sudah buntu, merasa bosan dan tidak berkembang. 

Untuk memperbaiki kondisi tersebut, saya melakukan olahraga, baca buku, berkenalan dengan orang baru, dan mempelajari hal-hal baru, ternyata dalam proses belajar, saya menemukan bahwa bersyukur adalah salah satu hal yang bisa mengembangkan diri.

 

Dalam studi tahun 2011 yang dilakukan oleh Robert Emmons dan Anjali Mishra menemukan bahwa orang merasa termotivasi dan berenergi ketika mereka merasakan rasa syukur, dan rasa syukur tersebut mendorong mereka untuk membuat kemajuan menuju tujuan mereka. Dalam penelitian ini, siswa diinstruksikan untuk membuat daftar tujuan yang ingin mereka capai dalam dua bulan ke depan dan kemudian secara acak ditugaskan untuk menghitung berkah yang mereka peroleh, membuat daftar kerepotan mereka, atau menyelesaikan aktivitas menulis netral setiap minggu selama 10 minggu. Mereka yang berada dalam kelompok bersyukur melaporkan kemajuan yang relatif lebih besar dalam mencapai tujuan mereka.

Ternyata, bersyukur merupakan kunci untuk membuka pintu menuju versi terbaik diri. Rasa syukur membantu kita untuk fokus pada apa yang kita miliki, alih-alih terpaku pada apa yang tidak kita miliki. Syukur juga mendorong kita untuk menghargai setiap momen dalam hidup, baik itu momen bahagia maupun momen sulit. 

Ketika kita bersyukur, kita belajar untuk lebih optimis dan percaya diri. Kita yakin bahwa kita mampu mencapai tujuan dan mengatasi rintangan yang ada di depan. Rasa syukur juga membantu kita untuk lebih tangguh dalam menghadapi kegagalan dan bangkit kembali dengan semangat yang lebih kuat. 

Bersyukur dan berkembang berjalan beriringan. Rasa syukur memotivasi kita untuk menjadi versi terbaik diri dengan terus belajar dan mengembangkan diri. Kita ingin memanfaatkan setiap kesempatan untuk tumbuh dan menjadi pribadi yang lebih baik. 

Dari berbagai sumber, berikut 5 cara untuk menumbuhkan rasa syukur dan mengembangkan diri: 

  1. Luangkan waktu setiap hari untuk merenungkan hal-hal yang Anda syukuri. Tulislah dalam jurnal, ucapkan syukur dalam doa, atau bagikan dengan orang lain.
  2. Fokus pada hal-hal positif dalam hidup Anda. Ingat pencapaian diri, ingat hal-hal baik yang terjadi di hari ini, dan ingat juga kebaikan orang lain.
  3. Hadapi tantangan dengan rasa syukur. Lihatlah setiap rintangan sebagai kesempatan untuk belajar dan berkembang.
  4. Bersyukurlah atas orang-orang di sekitar Anda. Luangkan waktu bersama mereka dan tunjukkan rasa terima kasih Anda atas kehadiran mereka dalam hidup Anda.
  5. Bantu orang lain. Berbagi waktu, bakat, atau harta benda Anda dengan orang lain dapat membantu Anda untuk lebih bersyukur atas apa yang Anda miliki. 

Saya merasa, dengan bersyukur, kita bisa menjelajahi jalan menuju versi terbaik diri sendiri. Kita akan perlu untuk selalu belajar dan berkembang dan kita akan gunakan rasa syukur sebagai kompas, kita dapat menavigasi perjalanan ini dengan lebih mudah dan penuh makna. 

Ingatlah, bersyukur bukanlah tentang memiliki segalanya. Bersyukur adalah tentang menghargai apa yang Anda miliki dan memanfaatkannya sebaik mungkin. Ketika Anda bersyukur, Anda membuka pintu menuju kebahagiaan, kesuksesan, dan kehidupan yang penuh makna.

 

Bersyukur dan berkembanglah, dan temukan versi terbaik diri kita!

Minggu, 28 April 2024

Cari kesempatan untuk belajar di luar negeri sejak usia muda


Sebagai orangtua, saya mempersiapkan dana untuk pendidikan terbaik untuk anak saya. Mengingat saya menjalani Pendidikan di Indonesia, saya tentunya menyadari Pendidikan adalah hal penting yang perlu diberikan untuk anak saya.

Seiring waktu, saya melihat biaya Pendidikan di Indonesia cukup besar, terutama jika ingin memberikan Pendidikan terbaik untuk anak. Saya juga menyadari, bahwa tidak semua anak diberikan kemampuan untuk mendapatkan jalur Pendidikan ke universitas negri secara langsung, sehingga bisa bersekolah dengan biaya yang lebih terjangkau.

Lalu saya terpikir untuk mencari informasi lebih lanjut mengenai sekolah di luar negeri, ternyata, banyak sekali manfaat yang bisa diberikan jika anak mendapatkan kesempatan bersekolah di luar negeri, antara lain:

  1. Memperluas Wawasan Budaya. Belajar di luar negeri sejak usia muda memberikan kesempatan unik untuk memperluas wawasan budaya. Anak anda akan terlibat dalam interaksi dengan masyarakat lokal, menjalani gaya hidup yang berbeda, dan mengalami adat istiadat serta tradisi yang unik. Pastinya, akan mengasah perspektif dari anak anda tentang dunia, menghargai keberagaman, dan meningkatkan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan yang baru.
  2. Menguasai Bahasa Asing. Anak saya saat ini belajar di Jerman, dia menguasai Bahasa Jerman level B1 dan lulus ujian bersertifikasi dari Goethe di Indonesia. Dengan demikian, satu hal yang pasti, berbahasa Jerman dan tinggal di Jerman akan melatih dan meningkatkan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa tersebut, tentunya  dapat membuka peluang pekerjaan yang lebih luas dan memperluas jaringan internasional.
  3. Meningkatkan Kemampuan Intelektual. Belajar di luar negeri memungkinkan anak untuk mengakses sistem pendidikan yang berkualitas tinggi dengan fokus pada disiplin ilmu tertentu. Sudah diketahui secara umum, sekolah di Jerman adalah memiliki system yang cukup sulit untuk lulus. Bahkan, banyak orang Jerman yang lebih memilih jurusan advokasi bersertifikat untuk keahlian dari pada kuliah di Universitas. Diharapkan, dengan bersekolah di negara tertentu, akan meningkatkan kemampuan intelektual anak.
  4. Membangun Jaringan Internasional. Dengan belajar di luar negeri sejak usia muda, pastinya akan mendapatkan kesempatan untuk berkenalan dengan teman sekolah dari manca negara lainnya. Ini memberikan kesempatan emas untuk membangun jaringan internasional yang berharga. Jaringan ini bisa menjadi aset berharga di masa depan, baik dalam hal kolaborasi proyek, kerjasama bisnis, atau menciptakan peluang karir internasional.
  5. Memperoleh Kematangan Pribadi dan Kemandirian. Belajar di luar negeri sejak usia muda melibatkan hidup mandiri dalam lingkungan yang baru dan tanpa dukungan keluarga dekat. Ini memberikan kesempatan untuk mengembangkan kematangan pribadi, kemandirian, serta rasa tanggung jawab yang tinggi. Anak anda akan belajar mengelola kehidupan sehari-hari, mengatasi tantangan dengan kepercayaan diri, dan menjadi pribadi yang lebih mandiri.Tentunya, akan banyak teman-teman senasib dari Indonesia yang juga belajar di Jerman, dan ini mendekatkan hubungan pertemanan mereka.

Banyak website yang menjelaskan mengenai beasiswa dari negara-negara asing untuk pelajar di Indonesia. Banyak syarat yang wajib dipenuhi, dan ini mungkin didapatkan oleh pelajar di Indonesia. Faktanya, banyak pelajar indonesia yang berhasil mendapatkan beasiswa.

Kalaupun tidak mendapatkan beasiswa, berdasarkan perhitungan kasar yang saya buat, kuliah di Jerman cukup terjangkau, terutama jika sebagai orangtua, anda sudah mempersiapkan dana kuliah tertentu untuk anak anda.

Pastinya, harapan saya adalah anak saya menjadi anak dengan kemampuan dan kepribadian yang lebih baik, serta Bahagia dengan kesempatan bisa kuliah di luar negeri. Hal yang mana saya tidak mendapatkan kesempatan tersebut dulu.

 

Semoga bermanfaat,

Faktor-Faktor Negara Maju: Kesiapan Pemerintah, Rakyat, dan Budaya

 

Masih melanjutkan hasil renungan saya setelah mengunjungi Jerman, saya jadi memikirkan factor-faktor apa yang perlu dimiliki oleh negara maju. Dari perjalanan tersebut, saya merasa tiga factor ini sangat penting dimiliki oleh negara maju; kesiapan pemerintah, rakyat serta budaya dari negara itu sendiri.

Pastinya, ketika kita membayangkan negara maju, kita tak dapat membayangkan apa yang telah dicapai semata-mata dengan keberuntungan semata. Faktor-faktor penting tersebut; ; kesiapan pemerintah, rakyat serta budaya dari negara itu sendiri, menjadi factor yang mendorong keberhasilan dan kemajuan negara.

Dalam artikel ini, saya akan menuliskan mengenai faktor-faktor penting tersebut dari pandangan saya pribadi, mengenai; kesiapan pemerintah yang efektif, rakyat yang berpengetahuan dan terampil, serta budaya yang siap berkembang akan menjadi pendorong yang kuat dalam meraih status negara maju yang diimpikan banyak negara di dunia.

1. Kesiapan Pemerintah. Pemerintah Jerman menyadari bahwa mereka harus memiliki visi jangka panjang, serta kemauan dan komitmen untuk menjalankan perubahan yang dibutuhkan.

Berdasarkan Wikipedia, Visi Misi Pemerintah Jerman didasarkan pada prinsip "Social Market Economy" yang menggabungkan elemen-elemen ekonomi pasar dengan keadilan sosial. Pemerintah Jerman memiliki komitmen yang kuat untuk mengembangkan negara mereka dalam berbagai aspek, termasuk inovasi, pembangunan berkelanjutan, kebijakan lingkungan hidup yang berkelanjutan, serta dukungan terhadap pendidikan dan penelitian yang dipromosikan dan diterapkan pada masa “Christian Democratic Union under Chancellor Konrad Adenauer” sejak tahun 1949. Berikut adalah visi misi pemerintah Jerman yang mencerminkan komitmennya dalam mengembangkan negara mereka:

Visi: Menciptakan masyarakat yang inklusif, berwawasan masa depan, dan berkelanjutan di Jerman.

Misi: 

- Mendorong inovasi dan keunggulan teknologi: Pemerintah Jerman berkomitmen untuk mendukung inovasi dan riset, serta menciptakan lingkungan yang menggalakkan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan melalui teknologi canggih dan investasi di bidang industri 4.0.

- Meningkatkan pembangunan berkelanjutan: Pemerintah Jerman memiliki visi jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan lingkungan alam, mengurangi emisi karbon, dan mempromosikan penggunaan energi terbarukan. Mereka berkomitmen untuk mengembangkan ekonomi hijau dan mempromosikan pembangunan yang berkelanjutan secara sosial, ekonomi, dan lingkungan.

- Memberikan dukungan yang kuat dalam pendidikan dan penelitian: Pemerintah Jerman mengakui pentingnya pendidikan dan penelitian dalam membangun masa depan yang cerah. Misi mereka adalah untuk memberikan akses universal ke pendidikan berkualitas tinggi dan mendukung penelitian terkemuka untuk mendorong inovasi dan kemajuan dalam berbagai bidang.

2. Kesiapan Rakyat. Berdasarkan observasi singkat, terlihat dukungan rakyat terhadap pemerintah terutama dalam sisi disiplin, komitmen dalam kebersihan serta keamanan. Kami merasakan kenyamanan serta aman selama berkunjung di beberapa kota di Jerman. Bahkan saya melihat banyak sekali pendatang terutama dari Turki, Ukraina dan Syria (Google). Dan mereka terlihat dapat hidup berdampingan.

Tentunya, Jerman terbuka untuk pendatang dengan keahlian dan ketrampilan, sudah menjadi fakta bahwa banyak pekerjaan di Jerman yang memerlukan sertifikasi khusus yang sudah dibuatkan standar oleh pemerintah.

Untuk mendukung rakyat, pemerintah memberikan pendidikan yang berkualitas menjadi salah satu prioritas penting. Mereka memastikan bahwa setiap warga negara memiliki akses ke pendidikan yang setara dan bermutu. Sebagai bukti nyata bahwa biaya kuliah di Jerman sangat rendah sekali dengan kualitas guru-guru yang terampil, dan berkualitas tinggi (setidaknya gambaran secara umum).

3. Budaya yang menunjukkan sikap negara maju. Utamanya terlihat bagaimana sikap ramah terhadap turis serta kota-kota yang terpelihara. Saya yakin bahwa pemerintah dengan program pemeliharaan kota akan tetap perlu didukung oleh rakyat yang menjaga kerapihan dan kebersihan dari kota tersebut.

Bisa terlihat juga bagaimana pemerintah membuatkan standar bangunan, dengan ketinggian tertentu dan model bangunan tertentu sehingga kota terlihat indah dilihat.

Tentunya, tulisan di atas hanya berdasarkan observasi  singkat, pastinya akan banyak sekali hal-hal lain yang bisa diceritakan. Saya akan Kembali nanti untuk menceritakan mengenai Jerman.

Pastinya, saya akan menjadi rakyat yang mendukung pemerintah untuk maju, serta mempersiapkan dan mengembangkan diri untuk menjadi lebih baik dan bermanfaat bagi orang lain.

Salam, 






Minggu, 07 April 2024

Menjelajahi Jerman: Melihat Negara Mandiri

 

Kami sekeluarga mengunjungi Jerman di bulan Desember 2023, dengan antusiasme untuk mendatangi kota-kota besar di Jerman dan harapan untuk melihat keindahan dari kota-kota tersebut. Pastinya, ada keraguan dengan ketidakmampuan berbahasa Jerman. Kebetulan anak kami sudah tinggal selama sat tahun dan telah belajar Bahasa Jerman, sehingga ada keyakinan bahwa kami akan baik-baik saja.

Kami menggunakan fasilitas mobile data dari Indonesia selama di Jerman sehingga kami tetap bisa mengakses internet selama kunjungan di Jerman ini. Karena itu, banyak hal yang bisa dicari di internet terkait dengan kota-kota di Jerman serta moda transportasi yang akan digunakan.

Menjelajahi Keindahan Jerman

Kami sudah mencatatkan rencana kunjungan ke kota-kota besar di Jerman; Berlin, Frankfurt, Cologne, , Hamburg dan lainnya. Kami juga menggunakan kereta api, trem dan bis sebagai sarana transportasi sehingga kami dapat melihat langsung bagaimana kehidupan dari orang-orang di Jerman. Sangat senang melihat betapa orang-orang di Jerman ini sangat tertib saat antri bis & kereta dan sangat kooperatif saat kami bingung dan bertanya.

Melihat Kemandirian di Jerman

Dengan menggunakan transportasi umum, kami melihat bagaimana orang-orang di Jerman hidup secara mandiri;

  • Kami melihat para lanjut usia masih berjalan sendiri tanpa bantuan asisten, menggunakan tongkat, atau kursi roda dan beberapa dengan tongkat naik ke bis atau kereta. Kami juga melihat, bahwa sesama orang Jerman juga memiliki rasa untuk membantu terhadap para lansia tersebut sampai batas tertentu.
  • Beberapa kali kami juga melihat bahwa mereka, para lansia berbelanja sendiri membawa tas belanjaan.
  • Sepengetahuan kami, orang Jerman melakukan pekerjaan rumah secara sendiri, kebanyakan dari mereka tidak memiliki asisten rumah tangga.
  • Banyak dari mereka menggunakan bis, berjalan kaki dan bersepeda untuk transportasi, hal ini bisa dilihat dengan sedikitnya macet di kota-kota besar Jerman tersebut

Tema dari blog ini adalah action to chase excellence. Perjalanan ke Jerman adalah salah satu Tindakan yang kami lakukan sebagai pembelajaran bahwa mandiri itu adalah kemampuan yang perlu dimiliki oleh setiap orang. Kami mengajak anak-anak kami untuk belajar mandiri dengan cara; tinggal di luar Indonesia, belajar hidup sendiri, kunjungi negara lain dan mempelajari kehidupan orang di negara tersebut, belajar beradaptasi dengan lingkungan baru, dan lainnya. Dengan Tindakan dan pembelajaran ini, kami harapkan bahwa kita akan bisa mencapai keunggulan dalam hidup ini.


Keunggulan perlu diraih dengan tekad, kerja keras, dan kegigihan. Teruslah belajar dan jangan pernah berhenti mengeksplorasi dunia.


Pengalaman yang akan dikenang saat Kembali ke Indonesia adalah; perlu Tindakan berani untuk melangkah dan meraih keunggulan secara mandiri. Ingatlah, belajar bisa dilakukan dengan mengunjungi banyak negara lain di dunia.

Semoga bermanfaat, 

🌱 3 Pilar Mentorship yang Membentuk Pemimpin Generasi Berikutnya

Harus diakui, kalau ada kepuasan yang berbeda ketika saya melihat seseorang yang pernah saya mentori berhasil memimpin timnya sendir...