Selasa, 26 Desember 2017

Harus Terobsesi untuk Sukses


Saya terinspirasi untuk membuatkan catatan yang akan berguna untuk diri saya sendiri setelah membaca buku; Be Obsessed or Be Average ditulis oleh Grant Cardone.


Hal-hal penting yang perlu untuk catatan saya adalah:  
  1. Obsesi adalah satu-satunya pilihan.
    • Saya adalah bertanggung jawab atas kesuksesan saya sendiri
    • Saya boleh menginginkan segalanya. Buatkan daftarnya, lalu buat prioritas.
  2. Fokus pada obsesi
    • Pastikan tujuan saya, lalu buatkan rencana kerja untuk mencapai tujuan itu. 
    • Tuliskan dan buatkan rencana untuk penyelesaian target secara harian
  3. Sadari monster yang ada didiri saya. Renungkan dan sadari bahwa saya memiliki monster yang tak terkalahkan yang bisa mencapai kesuksesan saya.
    • Fokus untuk mencapai tujuan dan kesuksesan saya.
    • Belajar untuk memperbaiki diri, mengenali kesalahan dan membuat rencana baru untuk mencapai tujuan.
  4. Selalu yakin akan mencapai kesuksesan saya.
    • Stop berpikir ragu-ragu, pastikan mencari informasi pendukung dan selalu membuat evaluasi.
    • Hati-hati dengan orang terdekat anda, yang akan membuat saya ragu dengan pilihan saya serta tidak mencapai kesuksesan saya.
  5. Selalu Men-DOMINASI
    • Dominasi keahlian, pastikan bahwa keahlian saya adalah selalu berkembang, terasah dan jauh lebih baik dari rata-rata professional lainnya.
    • Dominasi pemikiran uang, selalu menjaga pemikiran saya tentang uang.
  6. Tetaplah berbahaya
    • Terus mencari koneksi baru, dapatkan selalu teman baru, berhubungan secara baik (menelpon, bertemu dan bertukar pikiran).
    • Jangan pernah puas dengan pencapaian yang ada saat ini, pikirkan cara agar menjadi lebih baik dari saat ini.
  7. Terobsesi dengan penjualan. Untuk penjualan ini saya konversikan menjadi kualitas diri.
    • Terobsesi produk = keahlian yang bisa menjual dan memperbaiki kinerja.
    • Pastikan penjualan dilakukan sampai SELESAI. Pastikan penerapan yang dilakukan terkait dengan keahlian saya dilakukan sampai selesai.  .
  8. Janjikan banyak, berikan banyak
    • Buat komitmen, selalu memberikan yang terbaik, selalu evaluasi setiap saat dan dapatkan informasi dari para pelanggan.
    • Jadikan pelanggan pemenang; pastikan pelanggan merasakan mendapatkan yang sangat banyak dengan kualitas yang saya miliki.
  9. Jadilah GILA KENDALI. Ini saya garis bawahi karena menjadi hal utama yang akan saya perbaiki dari diri saya.
    • Kendalikan dari awal. Saya perlu belajar membuat peralatan untuk memastikan saya mengendalikan semuanya dari awal.
    • Kendalikan proses, kendalikan hasil. Saya perlu melakukan evaluasi untuk memastikan proses sudah dijalani dengan benar dan menghasilkan hasil yang diinginkan.
  10. Terobsesi dengan kegigihan
    • Kegagalan adalah saat menyerah.
    • Selesaikan, lalu benahi. Tidak ada catatan tambahan, saya hanya perlu memastikan untuk MENYELESAIKANNYA.
  11. Obsesi untuk selamanya
    • Selalu tingkatkan dan isi ulang obsesi
    • Selalu terobsesi setiap saat dan tularkan kepada sekitar.
Saya membuatkan catatan terpisah yang saya baca setiap hari agar dapat selalu mengingatkan diri saya sendiri.

Saya juga melakukan evaluasi tujuan saya, bersamaan dengan akhir tahun ini, maka saya juga memikirkan dan memperbarui tujuan saya untuk tahun 2018.

Saya juga selalu bersyukur diberikan kemampuan untuk membeli dan membaca buku, serta kesadaran bahwa saya masih perlu selalu belajar untuk menjadi kepribadian yang lebih baik.

Catatan:
Buku yang dibaca adalah Be Obsessed or Be Average yang ditulis oleh Grant Cardone: www.grantcardone.com
Tulisan diatas disesuaikan dengan kebutuhan saya dan yang dapat saya terapkan kedalam kehidupan saya.

Chase Excellence, Always!

Selasa, 19 Desember 2017

Bahagia Adalah Pilihan

Quote: 
Happiness is a choice. You can choose to be happy.
There's going to be stress in life, but it's your choice whether you let it affect you or not. 
Valerie Bertinelli

Saat kesiangan bangun di pagi hari, adalah tergantung dari saya sendiri untuk menganggap bahwa saya sial, atau hanya kurang tidur.

Saat kena macet sehingga terlambat, adalah tergantung dari saya sendiri untuk menganggap bahwa saya tidak beruntung, atau “ini hanya macet...”

Ternyata, setiap keputusan yang diambil terutama di pagi hari, akan memiliki dampak secara psikologis  sampai keseluruhan hari. Jika dari pagi sudah kesal, maka siang dan sore kemungkinan akan tetap kesal. Jika dari pagi sudah senang, maka saat bermasalah di siang dan sore, akan lebih santai menghadapinya.

Benar bahwa bahagia itu adalah pilihan. Bahagia adalah keputusan yang diambil secara pribadi dan tidak memerlukan bantuan orang lain. CUKUP DIRI SENDIRI!

Untuk bisa memutuskan bahagia, cukup memikirkan:
1.     Saat membuka mata hari ini, artinya kita masih diberikan kesempatan untuk hidup. Bersyukurlah!
2.     Yakinkan diri sendiri bahwa hari ini akan menjadi hari yang menyenangkan.
3.     Tersenyum kepada siapa saja yang anda temui hari ini.
4.     Bersikap baik kepada orang lain dan menyapa terlebih dulu
5.     Membuat target-target kecil yang mudah tercapai dihari itu.
6.     Berpikir positif.
7.    Tidak memperdulikan pendapat orang lain. Kita yang berhak memikirkan dan menentukan apakah pendapat orang lain tersebut berguna untuk diri kita.
8.     Menyadari bahwa setiap orang memiliki perangnya masing-masing
9.     Membaca buku pengembangan diri, biografi tokoh dan/atau artikel.
10. Yakin bahwa Allah SWT mempunyai penilaian yang berbeda, yang tidak terbayangkan oleh manusia.
Itu yang saya lakukan setiap hari agar saya menjadi seseorang yang lebih baik.

Chase Excellence, Always!

Jumat, 23 Juni 2017

Mengingatkan Kembali untuk Chase Excellence, Mengejar Keunggulan


Akhirnya, berhasil tambah cerita lagi di blog saya ini. Terakhir saya menulis di bulan April 2016 dan benar-benar tidak tambah cerita lagi sejak saat itu.

Anyway, saya membuat target pribadi untuk selalu tambah cerita min. 1 cerita per minggu mulai bulan July 2017 ini.

Ok, judul dari cerita ini adalah: Mengingatkan Kembali untuk Chase Excellence, Mengejar Keunggulan.

Kata chase excellence ini saya dapatkan saat menonton film india; Three Idiots. Terus terang, saya lupa kapan tepatnya saya menonton film ini, kira-kira tahun 2010 atau 2011.

Sekadar mengingatkan, cerita Three Idiots ini adalah mengenai dua teman mencari teman lama mereka yang hilang. Mereka kembali ke masa kuliah mereka dan mengingat kenangan teman mereka yang mengilhami mereka untuk berpikir secara berbeda, bahkan saat seluruh dunia menyebut mereka; “Idiots”

Yang menarik adalah sang teman yang dibilang idiots ini, pada film ini, teman ini mempertanyakan banyak hal yang tidak umum (out of the box), tetapi tidak diterima di jaman itu oleh para dosen India yang digambarkan masih kolot. Sang teman ini akhirnya menjadi seorang inventor/penemu yang berhasil dan mendapatkan banyak penghargaan. Dan karakter sang penemu ini adalah orang yang sangat suka bermain dan mencari tahu mengenai sesuai yang baru.

Dari dialah (teman ini diperankan oleh Aamir Khan dengan bagus sekali) kalimat “chase excellence” ini menjadi sangat membekas untuk saya. Karena, dengan selalu mengingatkan diri bahwa hidup ini adalah untuk selalu “chase excellence” maka, saya menjadi seorang yang selalu:
  • Mendengarkan orang lain yang menceritakan hal-hal baru, setidaknya belum pernah saya dengar sebelumnya.
  • Berbesar hati saat orang lain mengatakan saya salah, karena saya memiliki alasan untuk mendengarkan hal-hal yang baru dari orang lain.
  • Menceritakan hal-hal baru kepada orang terdekat saya, terutama untuk mendapatkan umpan balik dari mereka.
  • Berusaha menulis; ini adalah tulisan saya yang terbaru setelah lama mengalami kemalasan diri untuk menulis.
  • Rajin mengevaluasi diri mengenai hal-hal yang dipelajari atau dilakukan saat ini, apakah akan menjadikan diri lebih baik (unggul dari sebelumnya) atau tidak merubah apa-apa.

Untuk mengingatkan diri agar selalu “chase excellence” saya banyak melakukan hal-hal: 
  • Membaca buku psikologi, pengembangan diri dan manajemen umum, dan akhir-akhir ini membaca cerita sukses seperti: Jack Ma dan Warren Buffet.
  • Mempelajari hal baru, dalam hal kecil seperti melakukan kebiasaan yang berbeda; terutama olahraga, atau dalam hal besar yaitu membuat perusahaan baru.
  • Berpikir positif, dengan melakukan afirmasi dan merenung secara periodik untuk menemukan hal-hal baru yang akan menyemangati saya dalam melakukan aktivitas dan mengambil keputusan.
  • Disiplin, memaksa diri untuk disiplin dengan membuatkan jadwal untuk diri sendiri dan memonitor hasil-hasil yang telah dilakukan.
  • Evaluasi diri, terakhir, evaluasi diri ini biasanya setelah menyemangati diri dengan berpikir positif dan menemukan pemikiran baru yang menyenangkan hati. Dari evaluasi ini akan menghasilkan keputusan-keputusan yang menjadi bagian dari “chase excellence”.

Faktanya, saya akui bahwa untuk memaksa diri untuk selalu berpikir “chase excellence”
juga memiliki tantangan tersendiri, apalagi jika menemukan bahwa keputusan yang diambil
itu ternyata memberikan hasil yang tidak sesuai yang diharapkan.

Nah, jika itu terjadi, walaupun akan mengalami masa-masa malas, bete dan sedih, pada akhirnya, saya akan maju terus dan mengambil keputusan baru dengan pertimbangan yang lebih baik, karena saya sadar, bahwa jika ada hal-hal buruk atau tidak sesuai harapan, sebenarnya ini bagian dari pembelajaran hidup saya.

Saya pada akhirnya akan mengucapkan syukur kepada Allah SWT telah mendapatkan pengalaman baru (yang terus terang saja, tidak sesuai dengan harapan saya), tapi juga meminta agar diberikan kekuatan dalam menjalani hidup selanjutnya.

Penyesalan ini bisa dilupakan dengan meyakinkan diri, bahwa pasti ada hikmahnya diberikan cobaan seperti ini, jadi cukup penyesalan sesaat saja, dan setelah itu membuat rencana baru dengan antisipasi yang lebih baik untuk menghindari terjadinya kesalahan yang sama.

Semoga tulisan ini bermanfaat.

Salam Chase Excellence,


Jufiandi

🌱 3 Pilar Mentorship yang Membentuk Pemimpin Generasi Berikutnya

Harus diakui, kalau ada kepuasan yang berbeda ketika saya melihat seseorang yang pernah saya mentori berhasil memimpin timnya sendir...