Minggu, 11 Juli 2021

Inilah Jenis Kemampuan Bertahan dalam Menghadapi Krisis

 Ada pepatah jepang “Nana korobi, ya oki” yang artinya “Jatuh tujuh kali, bangkit delapan kali”. Itu berarti memilih untuk tidak pernah putus asa, dan selalu berusaha untuk lebih baik.

Dunia saat ini sedang berubah, dengan adanya pandemic Covid-19, pola hidup masyarakat menjadi berubah;

  • Tidak dapat bertemu muka - bekerja di rumah
  • Tidak dapat makan di restoran/café/tempat umum – makanan di bawa pulang.
  • Tidak dapat masuk mall/pusat perbelanjaan/toko – pembelian online. 

Akibatnya, untuk usaha-usaha dengan konsep restoran, toko di mall banyak yang mengalami kerugian dan harus tutup atau mengurangi karyawannya.

Namun, ada juga perusahaan dan pengusaha yang berusaha untuk bertahan dan membuat strategi-strategi baru dalam menghadapi perubahan ini.

Kemampuan bertahan ini dinamakan resilience yaitu; kemampuan untuk pulih dan bangkit kembali dari kesulitan dan penderitaan, merasa lebih kuat dan lebih mampu untuk mengatasi dari sebelumnya.

Menurut Katie Hurley* ada 4 type dari resilience, yaitu:  

  • Psychological resilience: kemampuan untuk bertahan secara mental atau beradaptasi dengan ketidakpastian, tantangan, dan kesulitan.
  • Emotional resilience: kemampuan secara emosional untuk menyadari perasaan diri saat menghadapi krisis. Orang yang memiliki ketahanan emosional mampu membuat diri selalu optimis dalam menghadapi masalah.
  • Physical resilience: kemampuan tubuh untuk beradaptasi dengan tantangan, mempertahankan stamina dan kekuatan, dan pulih dengan cepat dan efisien
  • Community resilience: mengacu pada kemampuan sekelompok orang untuk merespon dan pulih dari situasi yang merugikan, seperti bencana alam, tindakan kekerasan, kesulitan ekonomi, dan tantangan lain bagi komunitas mereka.

Dengan memiliki kemampuan untuk bertahan ini, maka kita akan dapat menghadapi krisis, paling tidak kita akan tetap optimis dan selalu mengusahakan sesuatu yang lebih baik.

Resilience is accepting your new reality, even if it's less good than the one you had before. You can fight it, you can do nothing but scream about what you've lost, or you can accept that and try to put together something that's good - Elizabeth Edwards

*Sumber: https://www.everydayhealth.com/wellness/resilience/


Salam,
Jufiandi

Sabtu, 10 Juli 2021

4 Strategi Untuk Menjaga Motivasi Diri

Untuk orang-orang yang sedang semangat dan mempunyai motivasi tinggi. Mereka sudah sangat terbiasa menetapkan goals/tujuan setiap hari. Goals ini termasuk; membaca buku, olahraga, menuliskan goals harian, dan lainnya.

Menarik sekali mengetahui, bahwa faktanya, semua itu memiliki tantangan sendiri-sendiri. Beberapa orang bertahan 3-4 hari, setelah itu, datang rasa malas, terlewat 1-2 hari. Ada yang baru 2 hari melakukan goals, pada hari ketiga sudah tidak lagi.

Bagaimana untuk tetap selalu termotivasi? Inilah strategy yang diberikan oleh Dr. Todd DeWett, pakar yang dicari secara internasional, pembicara TEDx empat kali, dan telah dikutip di TIME, New York Times, Bloomberg Businessweek, Forbes, CNN, dan banyak outlet lainnya (lihat: https://www.drdewett.com/ )

1. Buat goals yang pasti tercapai/ringan.
Goals yang terlalu tinggi/sulit akan menghilangkan motivasi diri. Seperti para pelari marathon, sebelum bisa berlari sejauh 42 km tanpa henti, mereka akan memulai dari 1 km berlari tanpa henti, dilakukan secara terus menerus. 

2. Meningkatkan goals secara bertahap.
Setelah kuat dan cepat untuk jarak 1 km selama waktu tertentu (3 – 4 minggu) para pelari marathon akan menambah jarak lebih jauh lagi, 2 km, 3 km dan seterusnya sampai mencapai jarak lari marathon – 42 km. 

3. Jadikan kebiasaan.
Para pelari marathon tersebut menjadikan lari menjadi kebiasaan mereka, mereka terbiasa lari, setiap hari, pagi dan sore secara serius. Dengan menjadi terbiasa, badan akan menyesuaikan dengan rutinitas kebiasaan tersebut sehingga menjadi lebih kuat dan bisa ditingkatkan.

4. Ajak teman.
Ide lainnya adalah dengan mengajak teman untuk mencapai goals Bersama. Dengan teman yang memiliki goals yang sama, akan lebih mudah untuk meningkatkan goals setiap waktu dan memacu diri untuk selalu memperbaiki diri.

Dengan strategi tersebut, dipastikan diri akan selalu termotivasi dan akan selalu memacu untuk menjadi lebih baik lagi.

Aktif olahraga setiap hari

Kesehatan sangat berharga

Selalu rajin evaluasi diri

Agar motivasi selalu terjaga


Salam,

Jufiandi


🌱 3 Pilar Mentorship yang Membentuk Pemimpin Generasi Berikutnya

Harus diakui, kalau ada kepuasan yang berbeda ketika saya melihat seseorang yang pernah saya mentori berhasil memimpin timnya sendir...