Langsung ke konten utama

do your best, have some fun and no regrets



Pernah ga untuk hal yang telah lewat (saat bertemu seseorang yang menarik perhatian elo), elo berpikir;
-ow man, gw bisa lebih baik...
-sial... Harusnya gw bilang kalo gw suka banget sma dia
-ugh, harus nya gw pegang tangan nya tadi

Dan kesempatan selanjutnya, TIDAK PERNAH ada lagi...hal yang akhirnya, elo sesali..

Well, gw pernah alami itu dan saran gw adalah:

1) Jika elo ketemu dengan seseorang yang pada 5 menit pertama elo sudah suka, langsung kasih liat kalo elo suka dia

2) banyak dengar dan perhatikan pembicaraan dia, akan terlihat kalo dia juga suka sama elo

3) setelah selesai, rencanakan bertemu lagi (cukup pertemuan berikutnya saja)

4) dalam setiap pertemuan, perlihatkan atensi kamu dengan fokus hanya pada dia, cerita dia dan semua hal tentang dia

5) jika memang ada kesempatan, gandeng tangannya atau jaga in dia…

Buatlah setiap pertemuan menjadi berkualitas menceritakan hal-hal yang menyenangkan dan terkait dengan kebiasaan dan hobby, lalu, buat bahwa pertemuan itu adalah pertemuan terakhir dan kamu mungkin tidak akan bertemu lagi, dan elo mau kasih liat bagian diri elo yang terbaik…

Buatlah pertemuan ini yang terbaik, versi elo….

Elo akan merasakan senang dan puas, dan tidak akan ada penyesalan sama sekali jika tidak bertemu lagi nantinya...

Selanjutnya adalah berharap, jika memang dia merasakan hal yang sama,maka pertemuan berikut akan berbeda…

kalaupun dia tidak merasakan yang sama, yah, belum Rejeki aja…setidaknya, elo sudah melakukan yang terbaik!!!

Have a great day!!!

English Version:


For any moment that you experienced (when you meet a nice girl), have you ever had any thought?
-ow man, I think I could do better….
-damnn…I should have told her that I like her so much
-ugh, I should have held her hand….
And, there is no more another chance after that moment…..the things above that you regret…

Well, I have been there….so, my advices are:
1.       When you meet someone that within first 5 minutes, you can say that you like her….just show her that you also like her! You can show it by doing: give her more eye contact, show her that you like her story/discussion, try to make a joke so she can laugh of it. 

2.       Then, you also can see/realize that whether she likes you or not.

3.       Once you finish the talk/discussion, ask her when you can meet her again…remember, only next meeting….

4.       If she wants to meet you again, it is a good sign, so, just do the same above (point 1 -2 ), you shall always show her that you are having interest of her story

5.        If any chance, (also depend of the culture…) just try to held her hand

You shall make every meeting is meeting with quality, you shall tell and share about habit, hobbies, etc and just make the meeting such as last meeting and you want to show her your best’s side. 
Make this meeting is best meeting that you ever had….by your own version…
You will feel good and satisfied and also no regrest when there is no chance to meet again…

Then, what you can do is only hope, if she feels the same; next meeting would be different…
If she feels nothing, then, just not your luck…at least, you had done your best!!

Have a great day!!!


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aturan Utama Kehidupan Bahagia: Harapan Rendah dan Bersikap Stoik

Aturan utama kehidupan bahagia adalah harapan rendah. Jika Anda punya harapan tidak realistis, Anda akan merana sepanjang hidup. Anda sebaiknya punya harapan yang masuk akal Dan menerima hasil-hasil dalam hidup, baik Dan buruk, sebagaimana adanya dengan bersikap stoik. Charlie Munger, 98 tahun.    Kehidupan bahagia sering kali dianggap sebagai tujuan utama setiap individu dan secara umum, kita merasa bahagia jika mengalami hal-hal berikut:  1. Kebebasan Financial. 2. Kesehatan. 3. Hubungan yang sehat. 4. Keseimbangan hidup. 5. Ketenangan batin. Kebahagiaan tersebut bisa dicapai jika:  - Kita memiliki harapan yang masuk akal dan menerima segala hasil dalam hidup, baik itu baik maupun buruk, kita dapat menjalani hidup dengan lebih tenang dan bahagia.  - Sebaiknya, harapan yang tidak realistis hanya akan membawa penderitaan sepanjang hidup. T Tentunya untuk mencapai kebahagiaan tersebut wajib untuk diusahakan , sebagai contoh adalah: 1. Kebebasan Finansial: membu...

2 Cara Meningkatkan Manajemen Waktu untuk Mengembangkan Diri

Merasa sudah pakai to-do list, pasang reminder, tapi tetap aja hari terasa sibuk tanpa hasil? Mungkin yang kamu butuhkan bukan teknik baru—tapi kesadaran diri dan refleksi. Manajemen waktu sering diasosiasikan dengan alat bantu seperti to-do list, aplikasi produktivitas, atau teknik seperti Pomodoro. Namun, satu aspek yang sering diabaikan—padahal sangat fundamental—adalah self-awareness (kesadaran diri) dan refleksi diri. Tanpa dua hal ini, strategi dan alat terbaik sekalipun akan sulit memberikan hasil optimal.   Mengelola waktu bukan sekadar soal mengisi agenda, tapi tentang mengenal diri sendiri: apa yang penting bagimu, kapan kamu paling produktif, serta apa saja kebiasaan yang justru menyabotase waktumu.   1)       Mengenal Diri untuk Mengelola Waktu (Self-awareness). Self-awareness adalah kemampuan untuk memahami pola pikir, emosi, dan kebiasaan diri sendiri. Dalam konteks manajemen waktu, ini berarti kamu sadar: Kapan kamu palin...

6 Konsep Kesederhanaan dari Buku The Simplicity Principle

Saya baru menyelesaikan buku "The Simplicity Principle" oleh Julia Hobsbawn. Isi buku ini menarik karena dalam buku ini, Julia Hobsbawm menawarkan panduan untuk menghadapi dunia yang semakin kompleks dengan pendekatan yang lebih sederhana dan bermakna.  Buku ini mengajak pembaca untuk melepaskan diri dari kebisingan modern dan fokus pada hal-hal yang benar-benar penting. Julia Hobsbawm mengidentifikasi enam aspek (Hexagon) utama yang membantu menciptakan kejelasan dan ketenangan dalam hidup: 1) kesederhanaan, 2) individualitas, 3) reset, 4) pengetahuan, 5) jejaring, dan 6) waktu.  Berikut penjelasan mengenai 6 aspek tersebut:  1. Kesederhanaan (Simplicity)   Kesederhanaan bukan sekadar mengurangi hal-hal yang tidak penting, melainkan tentang menemukan kejelasan di tengah kompleksitas. Penulis  berpendapat bahwa kita sering terjebak dalam rutinitas yang terlalu rumit, baik dalam pekerjaan maupun kehidupan pribadi.  Dengan menerapkan prinsip kesederhanaa...