Langsung ke konten utama

Raving Fans - Buku Karya Ken Blanchard & Sheldon Bowles

 

Saat ini, dunia usaha membutuhkan pelanggan yang sangat setia dan mencintai produk atau layanan sebuah bisnis. Pelanggan jenis ini memiliki pengalaman yang sangat positif dengan bisnis dan merasa sangat terhubung dengan merek tersebut. Mereka bahkan menjadi "penjual" secara alami dengan merekomendasikan bisnis tersebut kepada orang lain.

Saya baru saja membaca buku dengan judul raving fans karya Ken Blanchard dan Sheldon Bowles. Raving fans adalah pelanggan yang sangat setia dan mencintai produk atau layanan sebuah bisnis. Menurut Blanchard dan Bowles, memiliki raving fans merupakan tujuan utama bagi bisnis, karena mereka tidak hanya menjadi pelanggan tetap, tetapi juga membantu memperluas jangkauan bisnis dan menciptakan citra positif yang kuat.

Berikut adalah ringkasan buku ini. Buku ini dibagi menjadi tiga bagian: "Menemukan Apa yang Pelanggan Inginkan", "Memberikan Layanan yang Sangat Luar Biasa", dan "Mengubah Pelanggan Menjadi Raving Fans".

1. Bagian pertama membahas pentingnya mengetahui apa yang diinginkan pelanggan Anda dan bagaimana memenuhi keinginan mereka. Hal ini melibatkan mengidentifikasi segmen pasar yang tepat dan mengembangkan produk atau layanan yang tepat untuk mereka.

Beberapa cara untuk mengetahui apa yang diinginkan pelanggan seperti; mengadakan survei, meninjau umpan balik pelanggan, dan berinteraksi dengan pelanggan secara langsung dapat membantu untuk memahami perspektif pelanggan.

 

2. Bagian kedua membahas bagaimana memberikan layanan yang sangat luar biasa kepada pelanggan. Hal ini melibatkan mempekerjakan orang yang tepat, memberikan pelatihan yang tepat, dan menciptakan lingkungan kerja yang mendukung.

Pastinya, perusahaan harus mempekerjakan karyawan yang memenuhi kriteria tertentu dan memiliki keterampilan, pengetahuan, dan sikap yang tepat dalam memberikan layanan pelanggan. Pelatihan dan pengembangan diperlukan untuk memastikan karyawan memiliki keterampilan dan pengetahuan terbaru yang dibutuhkan untuk memberikan layanan yang unggul.

 

3. Bagian ketiga membahas bagaimana mengubah pelanggan menjadi raving fans. Ini melibatkan membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan dan memberikan pengalaman pelanggan yang luar biasa setiap kali mereka berinteraksi dengan bisnis anda.

Membangun hubungan dengan pelanggan dapat dilakukan seperti: melalui acara pelanggan, hadiah, atau promosi khusus.

Memberikan pengalaman pelanggan yang luar biasa: perusahaan harus terus memperbaiki pengalaman pelanggan mereka dan menawarkan nilai tambah, seperti fasilitas tambahan atau layanan gratis.

 

Menurut saya, buku "Raving Fans" memberikan pandangan yang berguna tentang bagaimana membangun pelanggan yang sangat setia dan memperkuat bisnis. Buku ini memberikan banyak contoh nyata dan strategi praktis yang dapat diterapkan oleh perusahaan dari semua ukuran dan industry.

 

Semoga bermanfaat, Jufiandi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aturan Utama Kehidupan Bahagia: Harapan Rendah dan Bersikap Stoik

Aturan utama kehidupan bahagia adalah harapan rendah. Jika Anda punya harapan tidak realistis, Anda akan merana sepanjang hidup. Anda sebaiknya punya harapan yang masuk akal Dan menerima hasil-hasil dalam hidup, baik Dan buruk, sebagaimana adanya dengan bersikap stoik. Charlie Munger, 98 tahun.    Kehidupan bahagia sering kali dianggap sebagai tujuan utama setiap individu dan secara umum, kita merasa bahagia jika mengalami hal-hal berikut:  1. Kebebasan Financial. 2. Kesehatan. 3. Hubungan yang sehat. 4. Keseimbangan hidup. 5. Ketenangan batin. Kebahagiaan tersebut bisa dicapai jika:  - Kita memiliki harapan yang masuk akal dan menerima segala hasil dalam hidup, baik itu baik maupun buruk, kita dapat menjalani hidup dengan lebih tenang dan bahagia.  - Sebaiknya, harapan yang tidak realistis hanya akan membawa penderitaan sepanjang hidup. T Tentunya untuk mencapai kebahagiaan tersebut wajib untuk diusahakan , sebagai contoh adalah: 1. Kebebasan Finansial: membu...

2 Cara Meningkatkan Manajemen Waktu untuk Mengembangkan Diri

Merasa sudah pakai to-do list, pasang reminder, tapi tetap aja hari terasa sibuk tanpa hasil? Mungkin yang kamu butuhkan bukan teknik baru—tapi kesadaran diri dan refleksi. Manajemen waktu sering diasosiasikan dengan alat bantu seperti to-do list, aplikasi produktivitas, atau teknik seperti Pomodoro. Namun, satu aspek yang sering diabaikan—padahal sangat fundamental—adalah self-awareness (kesadaran diri) dan refleksi diri. Tanpa dua hal ini, strategi dan alat terbaik sekalipun akan sulit memberikan hasil optimal.   Mengelola waktu bukan sekadar soal mengisi agenda, tapi tentang mengenal diri sendiri: apa yang penting bagimu, kapan kamu paling produktif, serta apa saja kebiasaan yang justru menyabotase waktumu.   1)       Mengenal Diri untuk Mengelola Waktu (Self-awareness). Self-awareness adalah kemampuan untuk memahami pola pikir, emosi, dan kebiasaan diri sendiri. Dalam konteks manajemen waktu, ini berarti kamu sadar: Kapan kamu palin...

6 Konsep Kesederhanaan dari Buku The Simplicity Principle

Saya baru menyelesaikan buku "The Simplicity Principle" oleh Julia Hobsbawn. Isi buku ini menarik karena dalam buku ini, Julia Hobsbawm menawarkan panduan untuk menghadapi dunia yang semakin kompleks dengan pendekatan yang lebih sederhana dan bermakna.  Buku ini mengajak pembaca untuk melepaskan diri dari kebisingan modern dan fokus pada hal-hal yang benar-benar penting. Julia Hobsbawm mengidentifikasi enam aspek (Hexagon) utama yang membantu menciptakan kejelasan dan ketenangan dalam hidup: 1) kesederhanaan, 2) individualitas, 3) reset, 4) pengetahuan, 5) jejaring, dan 6) waktu.  Berikut penjelasan mengenai 6 aspek tersebut:  1. Kesederhanaan (Simplicity)   Kesederhanaan bukan sekadar mengurangi hal-hal yang tidak penting, melainkan tentang menemukan kejelasan di tengah kompleksitas. Penulis  berpendapat bahwa kita sering terjebak dalam rutinitas yang terlalu rumit, baik dalam pekerjaan maupun kehidupan pribadi.  Dengan menerapkan prinsip kesederhanaa...