Minggu, 23 Februari 2014

Trust in Leadership

Well...taukah kalau leadership itu didapatkan dengan trust - kepercayaan.
Nah, faktor yang mendukung terjadinya kepercayaan itu adalah:

1) Able: menunjukkan keahlian
2) Believable: bisa dipercaya
3) Connected: menjalin hubungan baik
4) Dependable: menunjukkan kualitas yang selalu membaik

Pastinya, menjadi leader adalah memperbaiki karakter diri menjadi selalu lebih baik.

Pelajari lebih lanjut di buku ini: TRUST WORKS by Ken Blanchard, Cynthia Olmstead & Martha Lawrence

Dan yang saya pelajari juga:
-bahwa lebih baik memperbaiki diri dengan ukuran yang dibuat oleh diri sendiri dan untuk diri sendiri..

-daripada menjadi lebih baik berdasarkan penilaian orang lain

Chase Excellence!

Jufiandi J
Facility Management's Expert
International Certified Coach

Sabtu, 22 Februari 2014

Leadership & Self-Discipline

Ternyata istilah memimpin itu dimulai dengan  memimpin diri sendiri itu sangat benar. Dan memang dijalani dulu dan disadari untuk mengetahuinya.
Hal ini dimulai saat  tujuan-tujuan utama dalam hidup dituliskan, maka dengan tingkat keseriusan yang tinggi, maka jadwal akan dibuat: dimulai dengan membuat jadwal harian, mingguan dan bulanan dan target tahunan, dan selanjutnya.
Yang pasti, kebiasaan perlu dirubah dulu, di identifikasi kebiasaan yang tidak menunjang tujuan hidup, maka dihilangkan, atau dikurangi. Lalu, dilakukan kebiasaan yang menunjang goals.
Nah, disinilah perlu disiplin diri, jika sudah membuatkan jadwal, maka disiplin perlu untuk memperkuat dan mempertegas langkah-langkah mencapai tujuan.
Lalu, motivasi dan afirmasi diri menjadi bagian dari disiplin diri ini, kita akan memulai hari dengan motivasi diri dan afirmasi bahwa kita akan mencapai tujuan-tujuan kita.
Sederhana kan? Mudah dikatakan tetapi perlu tekad yang kuat untuk bisa melaksanakannya.
Tetapi, jangan sedih, banyak peralatan serta panduan untuk mencapai tujuan anda, menjadi leader yang handal dan tentunya; menjadi diri yang lebih baik.
Saya sudah menemukannya dan saat ini sedang mengembangkan diri saya sendiri.

Lihat di www.lmiindonesia.com serta kirimkan email  ke private email saya di: Jufiandi@yahoo.com jika ingin mengetahui lebih lanjut.

Salam Sukses!
Jufiandi Junizir
Expert of Facility Management
International Certified Coach

Senin, 03 Februari 2014

Chase Excellence - My Story

Chase Excellence
Diterjemahkan menurut google translate menjadi "mengejar keunggulan" dan menurut saya: selalu mencari jalan untuk menjadi lebih baik.
Apa yang bisa dilakukan? Banyak hal...contohnya:
1) apakah pekerjaan yang dilakukan setiap hari bisa lebih produktif? Efektif?
2) apakah komunikasi dengan keluarga, teman dan kolega bisa lebih baik? Bermanfaat?
3) apakah hari ini sudah melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi diri dan orang lain?
4) favorite saya...apakah saya bisa mengerjakan semua lebih baik, sehingga saya bisa punya banyak waktu luang dan punya uang lebih...hehe

Yang saya sudah lakukan saat ini: saya mengikuti leadership training (www.lmiindonesia) dan sudah menghasilkan perbaikan yang masih berjalan.
Yang saya sudah lakukan saat ini: membeli dan membaca buku: how to talk so kids will listen & to listen so kids will tak (By adele faber & elaine mazlih), pastinya, untuk bisa dekat dengan jagoan saya... Jaffa & Jascha 

Apa yang sudah anda lakukan untuk memperbaiki diri hari ini?

Chase excellence, success will follow
Rajkumar Hirani

Salam sukses,
Jufiandi J

Senin, 14 Oktober 2013

Self-control saat berkomunikasi…



Pernah ga sih? Elo ngerasa kalau orang-orang itu bisa elo atur? Kalau bilang A dan B ke beberapa orang tertentu, merekea PASTI akan mengikuti yang kita katakan?

Ya! Gw sih pernah ngerasa seperti itu….senang sekali merasakan bahwa apa yang kita katakan kepada orang lain pasti di ikuti…gw merasa kalau gw itu sangat didengarkan oleh mereka itu.

Siapa sih orang-orang yang mau dengerin gw? Yang pasti (tadinya), gw pikir team gw (dikantor) itu akan ngikuti apapun yang gw bilang, anak-anak gw juga gitu, terus pasangan…

Tapi, lama-lama, setelah beberapa kali argument, ternyata mereka tidak benar-benar ngikutin apa yang gw bilang. Mereka itu akan ngikuti jika itu ada yang menguntungkan mereka:

Team (dikantor): mereka akan mengikuti jika mereka melihat bahwa kata-kata gw itu bisa jadi referensi jika mereka lagi bermasalah, jika bisa dijadikan tameng (escape plan) jika mereka salah langkah dan jika bisa dibalikkan lagi ke gw jika mereka mau terlihat lebih bagus atau mencapai prestasi.

Anak-anak: mereka akan mengikuti jika kata-kata gw itu menyenangkan buat mereka, tidak harus dipikirin, mereka mendapatkan sesuatu (hadiah pastinya) dan tidak harus di ingat-ingat (hehe…..paling males mereka kalo harus mengingat kata-kata gw)

Pasangan: mereka sama sih dengan team di kantor…..ya bener juga karena pasangan ini kan lebih ke partner of your life.

Nah, untuk kata-kata yang tidak mau di ikuti, akan langsung ditolak (oleh anak-anak dan pasangan pastinya), dengan alasan yang jelas dan tidak jelas. Yang pasti, langsung ditolak aja, dan untuk mempengaruhinya juga tidak gampang, ada yang bisa dipengaruhi dan mengikuti apa yang di inginkan, dan ada juga yang sama sekali tidak bisa dipengaruhi.

Buat gw, setelah sadar mengenai hal diatas, gw jadi kesel, karena gw mengharapkan bahwa kata-kata gw itu bisa bermanfaat dan menjadi hal-hal yang baik buat team, anak-anak dan pasangan. Bukan buat dijadikan alasan atau dijadikan perdebatan. Hal-hal yang gw katakan itu sudah dipikirkan dan baik buat mereka.

Nah dari perasaan kesel ini, (khususnya untuk anak-anak) gw jadi marah sama mereka dan berkata keras sama mereka serta jelas-jelas bilang kalau gw ga suka ide atau kata-kata gw tidak didengarkan….

Terus kepada team dan pasangan, pastinya tidak marah, hanya saja, membuat gw punya persepsi yang  berbeda kepada mereka dan juga buat gw lebih hati-hati. Kadang-kadang sih jadi bête juga sama mereka.

Nah, beberapa saat yang lalu, gw itu disadari oleh buku-buku, training serta diskusi dengan pasangan kalau ada hal-hal yang bisa kita atur (control) dan ada hal-hal yang tidak bisa kita atur.

§  Hal-hal yang bisa diatur: sikap kita (senang, sedih, tersenyum, bête) terhadap kejadian apapun di hidup kita.
§  Hal-hal yang tidak bisa diatur: sikap orang lain (senang, sedih, tersenyum, bête), jawaban orang lain, pendapat orang lain dan semua yang terkait dengan orang lain.

Terus bahwa rasa kesal, bête dan marah yang gw rasakan itu adalah perasaan negative yang akan mempengaruhi aktivitas dihari itu karena perasaan akan mempengaruhi pikiran dan akan berakibat pada apa yang dia kerjakan dihari itu menjadi jelek atau setidaknya, akan mempengaruhi kinerja di hari itu juga (hal ini berlaku pada orang-orang pada umumnya)

Dari hal-hal diatas, bagaimana menyikapinya? Apakah yang bisa dilakukan jika kita tidak bisa mempengaruhi mereka? Ya, kembali kepada kesadaran bahwa ada hal-hal yang diluar control dari kita.

Jadi yang gw lakukan adalah:

1)     Untuk menyadari bahwa kata-kata yang diucapkan ini adalah bersifat saran, penjelasan dan berbagi ilmu kepada mereka. Keputusan adalah ditangan mereka masing-masing
2)     Menyadari bahwa didalam pikiran mereka saat bereaksi (reaksi bagus atau jelek) mempunyai pikiran dan pengalaman yang tidak gw ketahui karena gw tidak bisa membaca pikiran mereka.
3)     Menerima apapun respond dari mereka dengan perasaan baik, senang dan positive.  
4)     Menjadikan respond negative sebagai pembelajaran mengenai subject tersebut dan pengenalan terhadap orang tersebut.

Ternyata, dengan melakukan perubahan seperti diatas, hidup gw menjadi lebih tenang, lebih focus dan lebih damai…J.

Tulisan ini adalah sebagai sharing karena menurut gw, perasaan positive dan kesadaran mengenai hal-hal yang bisa kita control ini adalah sangat penting dalam menyikapi hidup dan tentunya untuk menjadikan hidup lebih baik.

Note: oiya, hal-hal diatas itu berdasarkan pengalaman pribadi yah, dan gw juga sudah menerapkannya didalam kehidupan gw. 

Chase your excellence in you life!

Rabu, 18 September 2013

My children, my precious…




“My precious!”, you will hear that when Gollum was looking for his ring – Lord of the Ring, the movies. He looked so sad, so frustration and so desperate when he cannot find it or cannot see it. The ring was his biggest thing in his life.

That’s happen to me when I see my children, they are my precious. I would do anything to make them happy and to make sure that they are having a bright future. Also, of course, to always love them.

My eldest, he is so lovely kid, he will easily forgive and he will easily smile. He likes to eat any meat and hate vegetables and fruits. When he was a child, he has been feeding by banana all the time during his baby’s life, and now, he hate banana so much…J

He likes video games, reading and watching movies, but, he loves traveling the most

My youngest, he is a fair person; he wants an equal condition to be applied in anytime. He wants us to treat him the same like his brother.

They really love each other; they always look after each other. I really hope that they will always be like this forever.

Sabtu, 14 September 2013

Lost and Move On...

Isi blog terakhir ditulis di bulan Jul 2013, sampai hari ini pun, masih punya hanya 2 draft tulisan saja. Yea, ada rasa yang hilang saat ini (lost). Hilang gairah dan hilang semangat untuk menulis blog. -Kenapa? Banyak alasannya: masalah Pribadi yang pasti tidak bisa dibagikan ditulisan ini. -Apa penyebabnya? Sama juga, masalah Pribadi tersebut membuat males banget untuk mikirin isi blog berikutnya. -Siapa penyebabnya? Ya siapa lagi? Tentu gw sendiri penyebabnya, gw yang terlalu mikirin masalah Pribadi ini sehingga tidak nulis lagi -Kapan dan dimana? Terjadi di tahun ini dan masih berlangsung sampai sekarang, dimana? Di hatiku…:) -Bagaimana? Nah, ini yang akan gw tulis saat ini: ->Bagaimana bisa terjadi? Semua ini adalah masa lalu, jika mau dibahas sih, semuanya adalah kesalahan gw diawali dengan terlalu focus pada hal-hal yang dirasa perlu seperti: karir, hobby dan aktivitas Pribadi sehingga melupakan untuk focus pada keluarga: pasangan dan anak-anak. Gw terlalu egois: tidak perduli sama orang lain, dan tidak berusaha untuk perduli. ->Bagaimana menghadapinya? Well, berat pastinya, setelah dijalankan saat ini, ada kepikiran bahwa hal-hal ini adalah tidak adil. Tetapi yang memang hidup tidak adil, itu faktanya, tidak semua yang kita inginkan bisa terjadi. Nah, itu cara gw menghadapinya, menerima apa adanya. ->Bagaimana untuk bergerak terus? Ini dia yang sedang gw lakukan, maju terus! Lakukan yang harus dilakukan, tetap menulis blog, tetap hidup dan tetap bergerak. Ok, maksudnya sih tidak hanya untuk menulis blog ya, hal-hal ini yang sedang diterapkan didalam hidup gw saat ini. Gw bergerak terus dengan melakukan hal-hal yang menurut gw harus dilakukan. Tetap berencana, bekerja dan berpikir positif. Yang pasti….LAKUKAN! Kata slogan Nike; JUST DO IT! Bener banget sih, banyak artikel dan buku yang menulis tentang hal tersebut: lakukan saja! Berpikir terlalu lama tidak akan menghasilkan apa-apa. Lakukan: dan lihat hasilnya, - apakah ada kesalahan! Jika ya, hadapi dan perbaiki - apakah ada kemajuan? Jika ya, syukuri dan terus lakukan lagi! Sekarang ini, gw sudah melakukan satu hal kecil pagi ini: menulis blog kembali dan gw pasti akan melakukan hal-hal lain karena gw pasti bisa untuk bergerak terus!!! Terima kasih sudah membaca dan jika berkenan, tolong kasi input untuk blog ini Salam,

Sabtu, 06 Juli 2013

Rencanakan Hidup 100 tahun tetapi hiduplah di saat ini…

Wah, memang disiplin itu perlu diterapkan secara ketat yah...kenapa? Ya, karena tanpa disiplin kita akan mengalami kesulitan dalam menata rencana yang sudah kita buat.

Weits, opening nya bagus kan? Xixixi....sebenernya mau bilang, gila! Males banget ihhh bkin tulisan di blog, tetapi karena sudah komitment, maka harus ditulis. Dan ini jadi bagian dari disiplin diri juga.

So, yang mau gw tulis sih sederhana, Rencana kan hidup mu dan hiduplah di saat ini. Ada aneh kah kata-katanya? Kalau tidak ada yang aneh, berarti anda hebat, karena saya asumsikan, saat ini susah untuk hidup di saat ini (paling tidak gw sendiri merasa susah).

Plan your life and live in this moment, kira-kira itu bahasa inggris nya, lalu, apa susahnya? Ya, karena hidup disaat inilah yang susah, karena kita harus benar-benar hidup disaat ini, tanpa memikirkan masa depan dan masa lalu.

Ciee…bingung ga sih? Well, mungkin bingung yah, tapi contoh sederhananya sih, begini: untuk para karyawan, beberapa dari kita (gw juga karyawan loh) saat kita sedang istirahat makan siang, apakah ada yang melihat blackberry/android nya untuk mengecek email, lalu membalas email tersebut? Ada ga? Gw berani taruhan, pasti ada!
Ya gw juga kok, kadang-kadang masih bales email di jam istirahat, bahkan setelah pulang kantor jam 8 atau jam 9 malem! Gila yaaaa…..

Nah, maksud gw sih, boleh-boleh aja kita merencanakan hidup, bahkan rencanakan hidup elo untuk mencapai cita-cita elo, mau jadi orang kaya dengan penghasilan Rp 50 Juta sebulan? Bisa! Cari tahu caranya, rencanakan dan lakukan! Banyak orang di dunia ini yang bisa menghasilkan Rp 50 juta sebulan.
Banyak caranya, bisa cari di internet, banyak kursus & training tentang itu dan banyak lainnya.

Atau para karyawan, kejar karir setinggi-tingginya, cari peluang diperusahaan lain, cari ilmu sehingga bisa menjadi manager atau direktur diperusahaan. Buat rencana elo secara detail.

Nah, kaitannya dengan hidup disaat ini adalah; diantara rencana yang sudah elo buat, pastikan untuk saat ini, anda benar-benar ada. Artinya, disaat anda bersama keluarga, lupakan rencana jadi kaya tersebut, berilah waktu yang penuh untuk anak dan pasangan elo. Lupain liat bb, liat computer, bales email. cari waktunya, 2 jam saja setiap hari pada saat makan malam atau makan siang.

Kerjaan elo ga akan habis, diselesaikan hari ini, besok masih ada, problem akan selalu ada, selesai hari ini, besok akan ada lagi problem yang baru.

So? Ya tadi itu, live in this moment, hidup di saat ini. Nikmati semuanya sesuai waktunya. Saat bekerja, kerja lah yang keras, cerdas, cari solusi, diskusi dan lain-lain. Saat istirahat, relax, bicarakan tentang hobi, tentang keluarga, tentang teman-teman, JANGAN bicarakan kerjaan lagi! Saat bersama keluarga, ajaklah anak-anak (kalo ada) untuk cerita-cerita, ajak pasangan untuk ngobrol santai, tanpa memikirkan mengenai pekerjaaan.

Well, jika ada  pekerjaan yang tidak bisa ditinggal (email misalnya), ya, waktu nya diatur jadi setelah waktu santai tadi.

Ok, selamat mencoba yah dan rasakan bedanya, perbedaan terbesar adalah berkurangnya stress karena kita benar-benar bisa menikmati waktu saat ini.

Catatan:
-       Ide cerita dari buku: happiness code by Domonique Bertolucci key# live at presence
-       Gw juga masih belajar untuk bisa live in this moment, masih diprotes terus karena belum bisa seutuhnya.

🌱 3 Pilar Mentorship yang Membentuk Pemimpin Generasi Berikutnya

Harus diakui, kalau ada kepuasan yang berbeda ketika saya melihat seseorang yang pernah saya mentori berhasil memimpin timnya sendir...