Langsung ke konten utama

6 Hal Bermanfaat untuk Mengurangi STRESS

Stress adalah respons tubuh kita terhadap tekanan. Banyak situasi atau peristiwa kehidupan yang berbeda dapat menyebabkan stres. Ini sering dipicu ketika kita mengalami sesuatu yang baru, tidak terduga atau yang mengancam rasa diri kita, atau ketika kita merasa kita memiliki sedikit kendali atas suatu situasi – menurut www.mentalhealth.org.uk

Dari buku yang saya baca; “Meraih Sukses di Era Next Normal oleh Dale Carnegie” ternyata STRESS adalah singkatan dari aktivitas yang bisa mengurangi stress itu sendiri;

S - Self-awareness (Kesadaran Diri). Kesadaran diri merupakan sikap yang berupaya memerhatikan pikiran, perilaku, perasaan dan dampaknya terhadap orang lain. Sikap ini termasuk menyadari kekurangan diri dan berusaha memperbaikinya.  

T - Tender loving care (Lembut penuh kasih sayang). Hal ini diperuntukkan untuk diri sendiri. Agar menyayangi diri sendiri dan menerima saat diri sedang Lelah, gelisah atau kuatir untuk hal-hal tertentu. Berani untuk stop dan beristirahat sejenak, lalu lanjut lagi di esok hari.

R – Relaxation. Rileks untuk menenangkan diri. Cara menenangkan diri ini bisa dengan melakukan meditasi, meninggalkan laptop dan handphone atau membaca buku. Saya sendiri belajar untuk meninggalkan handphone dan focus membaca buku atau bermeditasi.

E – Exercise. Melakukan olahraga secara rutin setiap hari. Dari banyak sumber menginformasikan bahwa melakukan berolahraga minimal 30 menit per hari, akan membuat diri menjadi lebih focus dan lebih bersemangat untuk menjalani hari.  

S - Sense of humor. Berani mentertawakan kebodohan sendiri juga mengurangi stress. Saya sadar sebagai manusia aka nada hal-hal yang tidak saya ketahui. Dan dengan mengetahui kebodohan saya tersebut, saya belajar sesuatu yang baru.

S - Seeks help from others. Berani minta tolong. Saya menyadari keterbatasan dan saya menetukan titik tertentu di mana saya akan minta tolong ke orang lain. Saya yakin bahwa dengan meminta tolong, saya juga membantu diri saya untuk berani belajar dari orang lain.

Makin stress makin kacau

Usir stress usir galau

Matahari terbit dari timur

Hidup damai Panjang umur

Komentar

Postingan populer dari blog ini

6 Konsep Kesederhanaan dari Buku The Simplicity Principle

Saya baru menyelesaikan buku "The Simplicity Principle" oleh Julia Hobsbawn. Isi buku ini menarik karena dalam buku ini, Julia Hobsbawm menawarkan panduan untuk menghadapi dunia yang semakin kompleks dengan pendekatan yang lebih sederhana dan bermakna.  Buku ini mengajak pembaca untuk melepaskan diri dari kebisingan modern dan fokus pada hal-hal yang benar-benar penting. Julia Hobsbawm mengidentifikasi enam aspek (Hexagon) utama yang membantu menciptakan kejelasan dan ketenangan dalam hidup: 1) kesederhanaan, 2) individualitas, 3) reset, 4) pengetahuan, 5) jejaring, dan 6) waktu.  Berikut penjelasan mengenai 6 aspek tersebut:  1. Kesederhanaan (Simplicity)   Kesederhanaan bukan sekadar mengurangi hal-hal yang tidak penting, melainkan tentang menemukan kejelasan di tengah kompleksitas. Penulis  berpendapat bahwa kita sering terjebak dalam rutinitas yang terlalu rumit, baik dalam pekerjaan maupun kehidupan pribadi.  Dengan menerapkan prinsip kesederhanaa...

3 Dampak Olahraga Rutin Memberikan Mood Positif dalam Hidup

Saya rutin melakukan olahraga setiap harinya. Selain saya merasa perlu bergerak agar membuat diri saya lebih termotivasi memulai hari, saya merasa olahraga ini memberikan efek positif untuk diri saya. Ternyata banyak sekali manfaat olahraga rutin ini. Berdasarkan sebuah artikel dari Harvard Health Publishing, aktivitas fisik secara rutin dapat meningkatkan mood secara signifikan dan berkontribusi pada kesehatan mental yang lebih baik. Dari tulisan tersebut, saya tuliskan 3 dampak utama dari olahraga rutin yang bisa kita rasakan dalam kehidupan sehari-hari dan dalam jangka panjang: 1. Olahraga Meningkatkan Produksi Hormon “Feel Good” Saat kita bergerak—baik itu berlari, bersepeda, atau sekadar berjalan kaki cepat—tubuh akan melepaskan hormon seperti endorfin, serotonin, dan dopamin. Hormon-hormon ini bekerja sebagai “penyeimbang mood” alami, membantu meredakan stres dan menciptakan perasaan senang, tenang, bahkan euforia ringan.   Menurut Harvard Health, olahraga memilik...

7 Tindakan Kecil untuk Meningkatkan Resilience

Pernah merasa hidup seperti memberi tantangan terus-menerus tanpa jeda? Saat beban kerja bertambah, atau masalah pribadi datang bertubi-tubi—banyak dari kita merasa kelelahan secara emosional. Saya pernah merasakan hal-hal tersebut, dan di saat seperti itu, saya menemukan satu kata yang terus memberi harapan: resilience. Resilience memberikan arti bukan sekadar bertahan, tapi kemampuan untuk bangkit, belajar, dan berkembang dari kesulitan. Seperti pohon yang tetap berdiri meski diterpa badai.   🧠 Apa Itu Resilience dan Mengapa Penting di Masa Kini? Menurut American Psychological Association (APA), resilience bukan bawaan lahir, melainkan keterampilan yang bisa dipelajari dan dilatih (APA, 2023). Sementara Mayo Clinic menjelaskan bahwa resilience adalah kemampuan mengelola stres dan emosi agar tetap fokus meskipun dalam tekanan (Mayo Clinic, 2022).   Di tengah kondisi sosial dan ekonomi Indonesia saat ini; dari tekanan pekerjaan, biaya hidup, hingga ketidakp...