Sabtu, 09 Maret 2013

Financial Planning

Saya merencanakan pengeluaran dan tabungan saya. Maklum, masih karyawan, pendapatan per bulannya sudah pasti, pasti habis!!!! (hahaha…) karena saking pastinya itu, saya mempunyai banyak konsep uji coba yang dilakukan selama saya bekerja sampai saat ini. Konsep sekarang pun pastinya akan berubah lagi, karena masih mencari mode konsep terbaik.

Pada dasarnya saya menjadi menjadi 3 bagian, yaitu:
1)     Sedekah, sebagai muslim (uhuk ini baru sedekah aja loh…yang lain saya masih berusaha untuk mengikuti ajarannya J), saya menyedekahkan minimal 2,5% dari pendapatan bulanan saya, sekarang ini masih dalam bentuk transfer secara rutin ke rekening masjid tertentu didekat rumah saya. Investasi akhirat sih katanya…..percaya ga percaya, tapi saya percaya
Ada cerita juga sih, kenapa jadinya percaya….
Dulu, saya masih males-malesan untuk transfer ke masjid ini, emang sih hanya 2,5% dari total, atau jika gajinya Rp 10 Juta, hanya transfer Rp 250 ribu. Tapi, namanya cowok keren (loohhh….) 250 ribu kan bisa jadi baju satu, atau mending buat nonton, dll sebagainya….nah, saya pakailah untuk keperluan saya itu (hehehe….biasanya ya nonton)

Tapi yang sering terjadi, pada bulan tersebut, saya harus mengeluarkan biaya tak terduga, macem-macem, rusak mobil, rusak rumah, apa lah, yang terakhir yang masih sangat jelas itu, saya nabrak motor, mau masuk parkir belok kanan, eh ada motor yang nyelonong, jadinya dia nabrak, tapi alasannya, saya ga kasih sen kanan, jadi dia ga liat….apesnya lagi, dia polisi! (males banget…sumpah!!!) nah, jadilah, urus ini, urus itu, ganti part motor nya….habis 1,5 juta
Sejak itu yaa….saya selalu sisihkan uang sedekah saya ini pas terima gaji, pas uang gaji masuk rekening, langsungggg saya transfer

Sampai sekarang, Alhamdulillah, saya merasa bersyukur bisa bersedekah dan semoga pendapatan saya diridhoi…aaamiiin.
2)     Tabungan, nah tabungan ini yang susah banget untuk disiplin, apalagi saya cukup kreatif untuk memanfaatkan uang nganggur (boros maksudnya…xixixi). Beberapa konsep saya pernah coba, seperti: buka rekening terpisah, investasi reksa dana, deposito, dll yang semuanya akhirnya habis terpakai juga….(parah deh….)

Saat ini, konsep yang saya sarankan adalah dengan menggunakan tabungan yang memotong langsung dari rekening (kalau di CIMB NIaga, tabungan mapan, atau Bank Mega: tabungan mega dana….) dan ini cukup berjalan lancer karena mengikat selama 3 tahun. Tentunya, masalah akan timbul jika sudah selesai 3 tahun, dana cair dan saya tidak tahan untuk menggunakannya (dasarrrr……..)
Rencana saya sih, untuk langsung memasukkan kedalam deposito dan mengikuti program baru lagi untuk 3 tahun berikutnya
O iya….menurut ilmu keuangan, pastikan anda menabung minimal 10% dari pendapatan anda setiap bulannya. Dan mempunyai dana darurat untuk 6 bulan gaji kedepan untuk berjaga-jaga. Atau punya emas 100 gr dan bersertifikat…..jadi mudah dicairkan…..

3)     Pengeluaran Rutin, ini nih yang pasti-pasti….pasti habis maksudnya J untuk memastikan semua pengeluaran rutinnya bisa terbayarkan, harus didaftarkan pengeluaran rutinnya. Seperti: uang listrik, uang sekolah, uang parkir, uang makan, bahkan untuk uang hura-hura….semua ini harus dituliskan di awal bulan dan dipastikan dikeluarkan sesuai yang telah ditulis.
Kalau di kantor, istilahnya, budgeting: pengeluaran per bulan per tahun di data didalam sesuatu aplikasi keuangan dan di monitor setiap bulannya untuk tim finance. Jika melebihi budget, ditanya dan dimarahi, jika kurang budget, ditanya dan dimarahi (juga??? Ga jelas dey)
Yang jelas sih, kita harus memiliki akurasi yang cukup tinggi dalam merancang pengeluaran kita (kalau dikantor) tapi untuk diri sendiri, setidaknya, kita memiliki dasar dalam mengeluarkan uang kita setiap bulannya.




Lalu, setelah dibuatkan kategori ini, apakah sudah cukup? Ya belum laaah, hidup ga semudah itu kawan!!! (hehe…) ada hal-hal lagi yang harus dipenuhi, yaitu: DISIPLIN, emang bener! Harus disiplin dalam melakukan 3 hal diatas, disiplin catat, disiplin check, disiplin menahan diri dan DISIPLIN MELAKUKAN.
Ini seperti bikin program latihan yang harus kita ikuti sendiri, jika mau tetap sehat, nah semua resiko ditanggung sendiri, tetapi jika hasil bagus, kita juga akan senang menikmatinya



Yang harus dihindari ya ini:
  • Kartu kredit, sumpah deh, jangan pernah tergoda pakai kartu kredit, ini setan banget (buat kalangan yang mudah tergoda tentunya) dan terus terang, saya aja masih ga tahan pakainya. Awalnya buat dokter (reimburse) karena didompet, jadi buat baju, makan, dll. Sebaiknya gunakan sesuai budget dan langsung gantikan jika terpakai. Bisa bagus jika banyak diskon, hanya saja, setelah belanja, segera bayarkan jadi tidak kena bunga
  • Hang out, coba-coba tempat baru, nah ini nih….susah tapi butuh….hehe atur sendiri aja deh (saya juga masih bingung) yang pasti, harus disiplin. Kalau perlu dibuatkan anggarannya
Silahkan mencoba, cerita-cerita yaa dari teman-teman bagaimana mengatur keuangannya
Created: 09 Mar 13

Note: this blog been written based on request of my best friend in Surabaya

Kamis, 07 Maret 2013

POSITIF & TEMAN POSITIF



Setelah menuliskan blog sekian lama, akhirnya, awal March 2013 ini saya menuliskan di facebook saya. Tujuannya sih, pengen tau aja, ada komen kah mengenai isi blog saya. Ternyata, sepertinya temen-temen di facebook terlalu sibuk sampai tidak sempat memberikan komen.

Secara positif, saya menganggap bahwa isi dari blog saya cukup baik, mungkin memerlukan informasi yang lebih “eye-catching” serta dibutuhkan untuk mendapatkan komen.
Sampai 3 hari kemudian, teman baik saya di Surabaya komen ke bbm saya: “wah, sekarang sibuk bikin blog ni, bagus loh tulisannya, ga nyangka kamu bisa nulis”
Woooooooow, senangnyaaaaaa, ternyata dipuji untuk sesuatu yang kita sendiri kurang pede itu, sangat dahsyat looh, berasa “dang!!”, yess jufi, you can do it! Saya secara positif juga yakin bahwa pujian tersebut adalah tulus dan benar-benar karena telah membaca isi blog saya. Tadinya saya merasa isi blog saya biasa-biasa aja, karena menceritakan pengalaman pribadi dalam memotivasi diri sendiri yang saya harapkan berguna untuk orang lain. Dengan mengetahui 1 (yah…satu) orang saja telah membaca, sudah cukup saat ini karena itu membangkitkan semangat untuk menulis lagi dan mencari ide baru untuk ditulis.

Seperti yang ditulis di awal, saya menggunakan kata positif dalam saya mengatakan mengenai blog saya, bahkan saya juga menuliskan bahwa secara positif saya yakin pujian tersebut adalah tulus adanya.

Positif sangat diperlukan dalam memandang hidup sehari-hari (cieeee…..) hal ini saya lakukan sejak beberapa tahun (kurang dari 5 tahun terakhir) dan sangat berguna sekali. Karena bisa merubah mood saya (saya sangat moody sekali loooh) dari yang mood jelek menjadi mood yang bagus atau setidaknya, mood positif.
Apa sih maksudnya sikap positif ini? Buat saya, positif ini saya tuliskan dalam kalimat:
·         merencanakan setiap hari dengan niat baik dan sadar apapun yang terjadi, kita telah melakukan yang terbaik dihari ini,
·         melihat segala sesuatu hal yang terjadi dari sisi baiknya (positifnya)

Contoh yang buat saya sangat mengena adalah ini: dipagi hari, pada saat semua telah siap kesekolah, anak-anak telah rapih, wangi dan sedang sarapan di meja makan, kita sedang ngobrol2 sampai dengan si abang, dengan tidak sengaja menumpahkan the ke bajunya karena seru ngobrol sama adek. Untuk hal ini, sebagai papanya, saya bisa (dan sedihnya, pernah melakukan ini)
1)      marah sama abang, dengan berkata” bagaimana kamu! Kok bisa sampai tumpah!!!” dengan suara keras….yang selanjutnya terjadi:
a.       abang sedih karena dimarahi
b.      suasana pagi jadi rusak
c.       setelah ganti baju sambil dimarahi, abang pergi kesekolah dengan muka bête
d.      saya juga sudah jadi bête (moody….inget?) dan efeknya jadi dikantor sedikit bête juga
pelajaran dari hal ini adalah: hal kecil yang kita hadapi dengan marah (bête), aka nada efeknya ke sikap kita di kantor.
Bagaimana kalau bersikap seperti ini (Alhamdulillah, saya juga sudah mencobanya)
2)      begitu tumpah, tinggal bilang sama abang: “ abang, basah tuh bajunya, ganti yah…” lalu, ganti bajunya dan kita lanjutkan obrolan pagi tersebut……itu bisa dilakukan loh, dan benar terjadi tapi hasilnya sangat berbeda karena
a.       abang tetap seru ngobrol denan adeknya, dan ceria ke sekolah
b.      suasana pagi tetap seru
c.       saya pergi kekantor dengan semangat karena suasana pagi yang menyenangkan
kelihatannya sederhana ya??? Percaya deh, hal ini bisa memperbaiki mood anda dan membuat anda memulai hari dengan lebih semangat.
Sebagai penutup, satu lagi nih, banyak senyum dan pastikan diri anda juga tersenyum (jika anda sudah mencobanya, anda akan mengerti), dengan senyum, anda akan merasa diri anda lebih baik dan siap untuk menghadapi hari anda…
Saya bisa, anda pasti bisa juga!!!

Created: 07 Mar 13

Minggu, 03 Maret 2013

7 Time Management that I had done



Saya mengikuti mailing list yang diberikan oleh Jason Vance (http://www.servicecoach.biz) dan setelah dilihat, ternyata bisa diterapkan didalam kehidupan sehari-hari.
Setelah disesuaikan dengan aktivitas harian saya, berikut 7 langkah untuk time management tersebut:
1.     Stop overloading your to-do-list
Hentikan menuliskan banyak items untuk to-do-list, tidak berguna! Dan saya juga sudah menyadarinya, pastikan cukup lakukan 1 master to-do-list di awal minggu dan selanjutnya membuat to-do-list yang diperkirakan akan selesai di hari tersebut, jangan paksakan diri karena biasanya malah membuat tidak konsentrasi dan buyar semuanya.
Yang saya lakukan biasanya menuliskan 5 to-do-list yang saya targetkan akan selesai sebelum makan siang tentunya dengan memperhitungkan adanya rapat, interview dan sesi diskusi dengan team yang biasanya saya lakukan.
Setelah selesai  5 to-do-list, saya akan membuatkan 5 lagi yang saya target untuk selesai di akhir hari. Dengan melakukan hal ini, biasanya semua to-do-list bias diselesaikan dihari tersebut.


2.     Stop having open-ended meeting
Hentikan melakukan rapat tanpa ada penyelesaian. Maksudnya? Ini khususnya untuk penyelenggara internal meeting yang lebih focus kepada mengumpulkan orang-orang daripada membuatkan target/rencana kerja.  Contohnya? Rapat koordinasi untuk project baru, penyelenggara biasanya memastikan semua team yang diharapkan untuk kumpul, tetapi tanpa rencana, apa tujuan akhir dari meeting tersebut? Karena, tidak semua penyelenggara/PIC mempunyai kapasitas untuk memikirkan hasil akhir dari meeting, bahkan hasil akhir dari project!

Lalu, apa yang sebaiknya dilakukan, untuk meeting, harus ada:
§  Pemimpin rapat, dia yang harus memastikan apa saja hal-hal yang tercatat di dalam Minutes of Meeting serta meminta setiap perserta rapat untuk memenuhi commitment mereka.
§  Minutes of Meeting (MOM), isi dari MOM ini adalah activity per orang serta target expectation dan target date dari masing-masing PIC. Jika diperlukan, harus ada juga structure organization mengenai project tersebut. Yang menuliskan bisa siapa saja dari peserta meeting, saat ini, tidak diperlukan administrasi karena pastinya semua peseerta harus mencatat tugas mereka masing-masing.
§  Commitment untuk jadwal meeting selanjutnya, dan rencana berapa lama meeting akan dilakukan, misalnya, akan ada 5 meeting dan masing-masing meeting akan berlangsung max. 1 jam.
§  Setelah meeting, pastikan pemimpin rapat memberikan ringkasan meeting serta mengulang rencana meeting berikut.

3.     Stop answering repetitive questions
Hentikan menjawab pertanyaan berulang. Ini biasanya untuk para peserta yang tidak jelas selama meeting dan pada saat mendekati due date nya, mereka akan panic dan menanyakan kepada PIC, untuk menghindari ini, tuliskan semua detail di dalam MOM dan pastikan untuk membatasi jawaban untuk pertanyaan berulang ini. Jika memang ada, maka pada rapat berikut, diperjelas kembali bahwa semua peserta rapat harus memperhatikan dan menanyakan segera untuk semua hal yang perlu di rinci.
4.     Stop taking the same follow-up approach if people ignore you
Hentikan melakukan pendekatan yang sama jika orang-orang mengabaikan anda. Ini bias berupa undangan meeting, permintaan hasil report dan lain-lain. Lalu cara apa yang harus dilakukan?
Untuk rapat, saya biasanya melakukan pendekatan langsung kepada atasan terkait, (jika dicuekin untuk email undangan rapat serta telpon kepada pihak terkait). Nah, saya akan jelaskan betapa pentingnya hasil rapat ini dan perlu adanya kehadiran dari rekan yang nyuekin anda tadi. Lalu, (biasanya) atasan ini akan menghubungi teman saya tersebut dan memastikan dia untuk hadir. Atau, kalau memang benar lagi full kerjaanya, maka atasan tersebut akan memberikan nama yang lain..
Bagaimana untuk permintaan hasil laporan? Ini juga sama, tetapi lebih banyak ke dalam bentuk email, biasanya dikenal dengan nama escalation, email pertama sampai dengan ketiga (maksimal) dicuekin, saya akan email ke 4 dengan cc ke bosnya, dan email ke 5 langsung ke bosnya serta atasan dari bosnya tersebut (tentunya hal ini terkait dengan tingkat kepentingan dari laporan tersebut)
5.     Stop saying yes, I can do it for additional work
Hentikan mengatakan iya, saya bias lakukan hal ini untuk kerja tambah. Biasanya, kita sangat segan untuk mengakui bahwa kita sudah overload dan tidak bias menghandle kerjaan lain. Ini salah! Justru kita harus menginformasikan ke atasan kita sebagai berikut:
§  Apa saja yang kita sedang lakukan saat ini, dan informasikan deadlinenya
§  Kita bias menerima kerjaan tersebut, tetapi timelinenya harus diperjelas (bias dihandle setelah project ini selesai dilaporkan di tanggal XX)
§  Pastikan scope of worknya juga disesuaikan, hindari menjadi leader untuk project tambah tersebut. Kalau pun iya, pastikan anda yang menentukan timelinenya
6.     Stop doing multi-tasking activities, do one at a time!
Hentikan melakukan beberapa aktivitas bersamaan, lakukan satu-demi-satu. Ini berlaku untuk para pria, karena otak kita didesign untuk melakukan hal-hal secara satuan dan tidak bias secara bersama-sama. Harus kita akui, wanita lebih hebat dari hal ini.
Yang bias kita lakukan adalah: buatkan timing, dan selesaikan setiap rencana satu-satu, contohnya: mengerjakan laporan – 1, membuat email ke client – 2. Nah, targetkan dalam 30 menit, laporan akan selesai sampai tahap rekomendasi, lalu akan kirim email ke client. Hal ini akan membuat kerja anda lebih focus.
7.     Stop for a moment
Berhenti sejenak. Jika anda merasa pekerjaan anda terlalu banyak, berhenti! Renungkan sejenak kerjaan anda bias dalam waktu 5-10 menit.Kalau kelamaan, nanti ketiduran..hehe

Dalam moment berhenti ini, analisa singkat, apakah sudah benar yang dikerjakan saat ini? Apa yang bias dilakukan untuk lebih baik? Bagaimana sebaiknya koordinasinya? Dan lain-lain, kalau umat islam, hal ini bias ditolong pada saat kita sholat dan pada bagian berdoa, kita tambahkan sedikit.

Pastinya, hal-hal diatas akan sangat membantu diri anda dalam mengatur waktu kerja, karena waktu kita hanya 24 jam sehari dan untuk bekerja, maksimal 12 jam (itu pun sudah terlalu banyak) karena saya memaksimalkan diri saya untuk bekerja hanya 10 jam per hari.
Semoga sukses yaaa
3 Mar 13

🏋️ 70-70-70: Rutinitas 10 Menit yang Membangun Ketangguhan Sepanjang Hari

Saat ini, saya mempunyai satu aktivitas rutin untuk memastikan tubuh saya selalu bergerak. Saya tahu saya perlu lebih banyak bergerak. Saya ...