Senin, 14 Mei 2018

Menguatkan Diri


Wew, saya mau menuliskan mengenai bagaimana saya menguatkan diri saya. Tentunya perlu diawali dengan menguatkan dari apa? Nah, untuk menuliskan hal-hal yang melemahkan saya ini pun, ternyata saya masih dibatasi oleh ketakutan atas persepsi yang mungkin ada dari yang membacanya.

Ya, akhirnya, karena ini mengenai saya, maka berikut hal-hal yang melemahkan saya:
Kesal karena saya tidak mencapai goal-goal saya; menabung, menurunkan berat, kerja produktif dan mendapatkan tambahan income.

  • Lelah dengan perasaan negatif yang saya rasakan; tekanan dari keluarga, dijauhi keluarga dan perasaan salah karena menganggap keluarga adalah pelarian jika bermasalah.
  • Kecewa dengan kualitas kerja secara profesional, karena saya berpikir bahwa saya memiliki kemampuan diri untuk menghasilkan kualitas yang jauh lebih baik dari saat ini.
  • Yang dituliskan itu adalah hasil meringkas setelah berpikir hampir satu minggu. Selanjutnya, apa yang saya lakukan untuk menguatkan diri. Nah! Menguatkan diri ini sangat penting buat saya!

Jadi yang saya lakukan adalah:

  1. Bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Setidaknya, saya diberikan kesempatan untuk hidup di hari ini, memiliki pekerjaan yang bisa saya kembangkan dan memiliki kemampuan untuk memperbaiki diri saya.
  2. Mengingat Pencapaian Masa Lalu. Saya mengingat apa saja pencapaian yang pernah saya alami. Saya pernah berhasil menabung cukup banyak, saya pernah mencapai berat badan yang saya inginkan, saya pernah dikondisi terbaik dan dipromosi karena pencapaian saya.
  3. Setidaknya, kalau saya pernah bisa, saya akan bisa mencapai hal-hal itu kembali,
  4. Membaca Buku. Buku Get Smart! Brian Tracy dan Cara Cepat Melatih Kebiasaan Positif Sehari-hari dari Marc Reklau menjadi pedoman saya saat ini. Masih ada buku-buku lain, tetapi saya terinspirasi dengan kata-kata, bahwa apa yang dibaca perlu dilakukan. Hal ini yang sedang saya usahakan.
  5. Mendekatkan diri dengan pasangan dan anak-anak. Saya beruntung sekali memiliki pasangan yang selalu bisa memberikan pandangan yang berbeda. Saya melihat banyak hal-hal positif yang ternyata saya tidak pikirkan sebelumnya. Saya sangat bangga dengan anak-anak saya yang berhasil beradaptasi dan berkembang dengan baik karena saya selalu mengkomunikasikan hal-hal baik kepada mereka. Bagaimana dengan tekanan dari keluarga dan dijauhi oleh keluarga? Ya saya hanya menyederhanakan pikiran saya saja; mungkin mereka bukan keluarga saya sebenarnya. Karena buat saya; keluarga adalah orang-orang yang sangat perhatian dan selalu memberikan dukungan kepada saya.

Pertanyaan selanjutanya, apakah saya menjadi lebih kuat? Ya, masih proses. Yang pasti, saya membuat goal-goal kecil seperti selalu lari pagi setiap hari. Ya, SETIAP HARI, saya mengusahakan keluar rumah dan lari, hari ini sudah menjadi hari kesepuluh dari 100 hari lari tanpa henti yang saya rencanakan.

Saya yakin, pasti saya akan menghadapi tantangan baru dimasa depan. Dan saya yakin juga bahwa Tuhan akan memberikan jalan keluar bagi saya, selama saya masih diberikan kesempatah hidup di hari esok.

Pasti Bermanfaat! Chase Excellence, Always!

Salam,
Jufiandi

Selasa, 02 Januari 2018

Bagaimana saya membesarkan anak

Banyak hal-hal yang saya alami yang membuat saya berniat untuk memperbaiki cara saya mendidik anak saya agar menjadi pribadi yang baik, berbudi dan mandiri.
Hal-hal utama adalah:
Memastikan mereka menjadi pribadi yang sama dengan saya yaitu; berbahagia dengan memikirkan:
  • Saat membuka mata hari ini, artinya kita masih diberikan kesempatan untuk hidup. Bersyukurlah!
  • Yakinkan diri sendiri bahwa hari ini akan menjadi hari yang menyenangkan.
  • Tersenyum kepada siapa saja yang anda temui hari ini.
  • Bersikap baik kepada orang lain dan menyapa terlebih dulu
  • Membuat target-target kecil yang mudah tercapai dihari itu.
  • Berpikir positif.
  • Tidak memperdulikan pendapat orang lain. Kita yang berhak memikirkan dan menentukan apakah pendapat orang lain tersebut berguna untuk diri kita.
  • Menyadari bahwa setiap orang memiliki perangnya masing-masing
  • Membaca buku pengembangan diri, biografi tokoh dan/atau artikel.
  • Yakin bahwa Allah SWT mempunyai penilaian yang berbeda, yang tidak terbayangkan oleh manusia.
(*10 hal diatas sudah dituliskan sebelumnya, dan menurut saya, hal-hal tersebut adalah sangat baik sekali).

Lalu, saya juga selalu mengingatkan kepada mereka bahwa;
  1. Saya sebagai orang tua adalah manusia biasa yang bisa salah, jika salah agar diingatkan dan dikomunikasikan.
  2. Setiap keputusan yang mereka ambil, itu adalah menjadi 100% tanggung jawab mereka. Setiap tindakan selalu ada konsekuensinya.
  3. Beribadah adalah penting, tetapi lebih penting menjadi orang yang baik dan berguna bagi orang lain.
  4. Olah raga dan bela diri adalah wajib untuk dipelajari.
  5. Bercita-citalah setinggi langit, bermimpi besar, lalu dipikirkan dengan matang bagaimana untuk mencapainya.

Dengan anak-anak remaja saya ini, tantangan terbesar adalah memposisikan saya sebagai teman mereka yang dapat bercanda, dimarahi dan didengarkan. Juga, saya perlu untuk menyampaikan kekesalan dan kemarahan saya dalam bentuk penyampaian yang lembut, kalem dan terbuka untuk menerima pendapat dari mereka.

Buat saya, terpenting adalah menjadi orang tua yang selalu santai dan dapat menerima apapun keputusan dari mereka. Jika salah, cukup mengingatkan konsekuensi yang mungkin terjadi.

Saya sangat bersyukur bisa mendampingi mereka merayakan ulang tahun dengan teman-teman mereka, bertemu dengan teman-teman mereka secara santai tanpa ada batasan.

Tahun 2017, saya merasakan hal-hal luar biasa dalam proses pengembangan diri saya, tahun 2018 ini, saya akan selalu belajar, belajar dan belajar untuk bisa menjadi manusia yang lebih baik dan berguna bagi orang lain.

Chase Excellence, Always!



Selasa, 26 Desember 2017

Harus Terobsesi untuk Sukses


Saya terinspirasi untuk membuatkan catatan yang akan berguna untuk diri saya sendiri setelah membaca buku; Be Obsessed or Be Average ditulis oleh Grant Cardone.


Hal-hal penting yang perlu untuk catatan saya adalah:  
  1. Obsesi adalah satu-satunya pilihan.
    • Saya adalah bertanggung jawab atas kesuksesan saya sendiri
    • Saya boleh menginginkan segalanya. Buatkan daftarnya, lalu buat prioritas.
  2. Fokus pada obsesi
    • Pastikan tujuan saya, lalu buatkan rencana kerja untuk mencapai tujuan itu. 
    • Tuliskan dan buatkan rencana untuk penyelesaian target secara harian
  3. Sadari monster yang ada didiri saya. Renungkan dan sadari bahwa saya memiliki monster yang tak terkalahkan yang bisa mencapai kesuksesan saya.
    • Fokus untuk mencapai tujuan dan kesuksesan saya.
    • Belajar untuk memperbaiki diri, mengenali kesalahan dan membuat rencana baru untuk mencapai tujuan.
  4. Selalu yakin akan mencapai kesuksesan saya.
    • Stop berpikir ragu-ragu, pastikan mencari informasi pendukung dan selalu membuat evaluasi.
    • Hati-hati dengan orang terdekat anda, yang akan membuat saya ragu dengan pilihan saya serta tidak mencapai kesuksesan saya.
  5. Selalu Men-DOMINASI
    • Dominasi keahlian, pastikan bahwa keahlian saya adalah selalu berkembang, terasah dan jauh lebih baik dari rata-rata professional lainnya.
    • Dominasi pemikiran uang, selalu menjaga pemikiran saya tentang uang.
  6. Tetaplah berbahaya
    • Terus mencari koneksi baru, dapatkan selalu teman baru, berhubungan secara baik (menelpon, bertemu dan bertukar pikiran).
    • Jangan pernah puas dengan pencapaian yang ada saat ini, pikirkan cara agar menjadi lebih baik dari saat ini.
  7. Terobsesi dengan penjualan. Untuk penjualan ini saya konversikan menjadi kualitas diri.
    • Terobsesi produk = keahlian yang bisa menjual dan memperbaiki kinerja.
    • Pastikan penjualan dilakukan sampai SELESAI. Pastikan penerapan yang dilakukan terkait dengan keahlian saya dilakukan sampai selesai.  .
  8. Janjikan banyak, berikan banyak
    • Buat komitmen, selalu memberikan yang terbaik, selalu evaluasi setiap saat dan dapatkan informasi dari para pelanggan.
    • Jadikan pelanggan pemenang; pastikan pelanggan merasakan mendapatkan yang sangat banyak dengan kualitas yang saya miliki.
  9. Jadilah GILA KENDALI. Ini saya garis bawahi karena menjadi hal utama yang akan saya perbaiki dari diri saya.
    • Kendalikan dari awal. Saya perlu belajar membuat peralatan untuk memastikan saya mengendalikan semuanya dari awal.
    • Kendalikan proses, kendalikan hasil. Saya perlu melakukan evaluasi untuk memastikan proses sudah dijalani dengan benar dan menghasilkan hasil yang diinginkan.
  10. Terobsesi dengan kegigihan
    • Kegagalan adalah saat menyerah.
    • Selesaikan, lalu benahi. Tidak ada catatan tambahan, saya hanya perlu memastikan untuk MENYELESAIKANNYA.
  11. Obsesi untuk selamanya
    • Selalu tingkatkan dan isi ulang obsesi
    • Selalu terobsesi setiap saat dan tularkan kepada sekitar.
Saya membuatkan catatan terpisah yang saya baca setiap hari agar dapat selalu mengingatkan diri saya sendiri.

Saya juga melakukan evaluasi tujuan saya, bersamaan dengan akhir tahun ini, maka saya juga memikirkan dan memperbarui tujuan saya untuk tahun 2018.

Saya juga selalu bersyukur diberikan kemampuan untuk membeli dan membaca buku, serta kesadaran bahwa saya masih perlu selalu belajar untuk menjadi kepribadian yang lebih baik.

Catatan:
Buku yang dibaca adalah Be Obsessed or Be Average yang ditulis oleh Grant Cardone: www.grantcardone.com
Tulisan diatas disesuaikan dengan kebutuhan saya dan yang dapat saya terapkan kedalam kehidupan saya.

Chase Excellence, Always!

Selasa, 19 Desember 2017

Bahagia Adalah Pilihan

Quote: 
Happiness is a choice. You can choose to be happy.
There's going to be stress in life, but it's your choice whether you let it affect you or not. 
Valerie Bertinelli

Saat kesiangan bangun di pagi hari, adalah tergantung dari saya sendiri untuk menganggap bahwa saya sial, atau hanya kurang tidur.

Saat kena macet sehingga terlambat, adalah tergantung dari saya sendiri untuk menganggap bahwa saya tidak beruntung, atau “ini hanya macet...”

Ternyata, setiap keputusan yang diambil terutama di pagi hari, akan memiliki dampak secara psikologis  sampai keseluruhan hari. Jika dari pagi sudah kesal, maka siang dan sore kemungkinan akan tetap kesal. Jika dari pagi sudah senang, maka saat bermasalah di siang dan sore, akan lebih santai menghadapinya.

Benar bahwa bahagia itu adalah pilihan. Bahagia adalah keputusan yang diambil secara pribadi dan tidak memerlukan bantuan orang lain. CUKUP DIRI SENDIRI!

Untuk bisa memutuskan bahagia, cukup memikirkan:
1.     Saat membuka mata hari ini, artinya kita masih diberikan kesempatan untuk hidup. Bersyukurlah!
2.     Yakinkan diri sendiri bahwa hari ini akan menjadi hari yang menyenangkan.
3.     Tersenyum kepada siapa saja yang anda temui hari ini.
4.     Bersikap baik kepada orang lain dan menyapa terlebih dulu
5.     Membuat target-target kecil yang mudah tercapai dihari itu.
6.     Berpikir positif.
7.    Tidak memperdulikan pendapat orang lain. Kita yang berhak memikirkan dan menentukan apakah pendapat orang lain tersebut berguna untuk diri kita.
8.     Menyadari bahwa setiap orang memiliki perangnya masing-masing
9.     Membaca buku pengembangan diri, biografi tokoh dan/atau artikel.
10. Yakin bahwa Allah SWT mempunyai penilaian yang berbeda, yang tidak terbayangkan oleh manusia.
Itu yang saya lakukan setiap hari agar saya menjadi seseorang yang lebih baik.

Chase Excellence, Always!

Jumat, 23 Juni 2017

Mengingatkan Kembali untuk Chase Excellence, Mengejar Keunggulan


Akhirnya, berhasil tambah cerita lagi di blog saya ini. Terakhir saya menulis di bulan April 2016 dan benar-benar tidak tambah cerita lagi sejak saat itu.

Anyway, saya membuat target pribadi untuk selalu tambah cerita min. 1 cerita per minggu mulai bulan July 2017 ini.

Ok, judul dari cerita ini adalah: Mengingatkan Kembali untuk Chase Excellence, Mengejar Keunggulan.

Kata chase excellence ini saya dapatkan saat menonton film india; Three Idiots. Terus terang, saya lupa kapan tepatnya saya menonton film ini, kira-kira tahun 2010 atau 2011.

Sekadar mengingatkan, cerita Three Idiots ini adalah mengenai dua teman mencari teman lama mereka yang hilang. Mereka kembali ke masa kuliah mereka dan mengingat kenangan teman mereka yang mengilhami mereka untuk berpikir secara berbeda, bahkan saat seluruh dunia menyebut mereka; “Idiots”

Yang menarik adalah sang teman yang dibilang idiots ini, pada film ini, teman ini mempertanyakan banyak hal yang tidak umum (out of the box), tetapi tidak diterima di jaman itu oleh para dosen India yang digambarkan masih kolot. Sang teman ini akhirnya menjadi seorang inventor/penemu yang berhasil dan mendapatkan banyak penghargaan. Dan karakter sang penemu ini adalah orang yang sangat suka bermain dan mencari tahu mengenai sesuai yang baru.

Dari dialah (teman ini diperankan oleh Aamir Khan dengan bagus sekali) kalimat “chase excellence” ini menjadi sangat membekas untuk saya. Karena, dengan selalu mengingatkan diri bahwa hidup ini adalah untuk selalu “chase excellence” maka, saya menjadi seorang yang selalu:
  • Mendengarkan orang lain yang menceritakan hal-hal baru, setidaknya belum pernah saya dengar sebelumnya.
  • Berbesar hati saat orang lain mengatakan saya salah, karena saya memiliki alasan untuk mendengarkan hal-hal yang baru dari orang lain.
  • Menceritakan hal-hal baru kepada orang terdekat saya, terutama untuk mendapatkan umpan balik dari mereka.
  • Berusaha menulis; ini adalah tulisan saya yang terbaru setelah lama mengalami kemalasan diri untuk menulis.
  • Rajin mengevaluasi diri mengenai hal-hal yang dipelajari atau dilakukan saat ini, apakah akan menjadikan diri lebih baik (unggul dari sebelumnya) atau tidak merubah apa-apa.

Untuk mengingatkan diri agar selalu “chase excellence” saya banyak melakukan hal-hal: 
  • Membaca buku psikologi, pengembangan diri dan manajemen umum, dan akhir-akhir ini membaca cerita sukses seperti: Jack Ma dan Warren Buffet.
  • Mempelajari hal baru, dalam hal kecil seperti melakukan kebiasaan yang berbeda; terutama olahraga, atau dalam hal besar yaitu membuat perusahaan baru.
  • Berpikir positif, dengan melakukan afirmasi dan merenung secara periodik untuk menemukan hal-hal baru yang akan menyemangati saya dalam melakukan aktivitas dan mengambil keputusan.
  • Disiplin, memaksa diri untuk disiplin dengan membuatkan jadwal untuk diri sendiri dan memonitor hasil-hasil yang telah dilakukan.
  • Evaluasi diri, terakhir, evaluasi diri ini biasanya setelah menyemangati diri dengan berpikir positif dan menemukan pemikiran baru yang menyenangkan hati. Dari evaluasi ini akan menghasilkan keputusan-keputusan yang menjadi bagian dari “chase excellence”.

Faktanya, saya akui bahwa untuk memaksa diri untuk selalu berpikir “chase excellence”
juga memiliki tantangan tersendiri, apalagi jika menemukan bahwa keputusan yang diambil
itu ternyata memberikan hasil yang tidak sesuai yang diharapkan.

Nah, jika itu terjadi, walaupun akan mengalami masa-masa malas, bete dan sedih, pada akhirnya, saya akan maju terus dan mengambil keputusan baru dengan pertimbangan yang lebih baik, karena saya sadar, bahwa jika ada hal-hal buruk atau tidak sesuai harapan, sebenarnya ini bagian dari pembelajaran hidup saya.

Saya pada akhirnya akan mengucapkan syukur kepada Allah SWT telah mendapatkan pengalaman baru (yang terus terang saja, tidak sesuai dengan harapan saya), tapi juga meminta agar diberikan kekuatan dalam menjalani hidup selanjutnya.

Penyesalan ini bisa dilupakan dengan meyakinkan diri, bahwa pasti ada hikmahnya diberikan cobaan seperti ini, jadi cukup penyesalan sesaat saja, dan setelah itu membuat rencana baru dengan antisipasi yang lebih baik untuk menghindari terjadinya kesalahan yang sama.

Semoga tulisan ini bermanfaat.

Salam Chase Excellence,


Jufiandi

Rabu, 06 April 2016

RINGKASAN HASIL BACA BUKU 13 PRINSIP PENTING DALAM PENJUALAN – JOE GIRARD

Halo Semua,
Setelah sekian lama belum menuliskan hal-hal yang bisa menjadikan tindakan untuk mencapai kesempurnaan (Action to Chase Excellent), saya menilai buku 13 PRINSIP PENTING DALAM PENJUALAN – JOE GIRARD ini adalah buku yang berisikan informasi sangat lengkap dan rinci untuk hal-hal yang perlu dilakukan dalam mendapatkan penjualan baik penjualan produk anda atau penjualan potensi diri anda. Berikut ringkasannya:


PERSIAPAN
Persiapan selalu dimulai dari diri sendiri, dan persiapan itu adalah:



1)      Buat pilihan sehat

  • Olahraga 
  • Memiliki kebiasaan baik 
  • Memiliki pola hidup sehat

2)      Bersikap positif
  • Menelpon lebih banyak
  • Menindaklanjuti kontak dengan lebih serius
  • Memperbanyak surat langsung
  • Memperluas kontak
3)      Tata hidup anda (Mengelola waktu)
  • Mempersiapkan daftar prospek dan hubungi
  • Membuat janji
  •  Memiliki informasi mengenai prospek
  • Menata dokumentasi sehingga mudah menemukan informasi
  • Membuat skala prioritas
  • Menentukan target
4)      Di tempat kerja, bekerja
  • Di tempat kerja, bekerja
  • Di tempat tidur, tidur
  • Di tempat makan, makan
  • Di tempat bermain, main
  • Memiliki agenda rutin
5)      Larangan Girard
  • Matikan ponsel
  • JANGAN TERLAMBAT
  • JANGAN merokok
  • JANGAN menguyah permen karet
  • JANGAN memakai parfum yang terlalu tajam
  • JANGAN berbicara kotor
  • JANGAN berguyon jorok
  • JANGAN berbau alcohol
  • JANGAN memakai anting
6)      Berdandan
  • Pastikan diri terawat: berat ideal dan sikap badan yang proporsional
  • Penampilan Jutawan: pakaian kualitas terbaik, memiliki koleksi busana lengkap, berpakaian sesuai acara dan rawat pakaian dengan benar
BERINTERAKSI
7)      Menyimak
  • Buka telinga, tutup mulut
  • Simak dengan semua indra
  • Dengarkan
  • Diam
8)      Senyum
  • Tersenyumlah dengan hati
  • Paksakan untuk tersenyum
  • Humor
  • Tersenyum lebar
9)      Jaga kontak
  •  Bertemu langsung, Telpon, Tertulis
  •  Balas email & telpon segera
  • Jangan pernah terlambat atau membatalkan janji tanpa melakukan jadwal ulang
  •   Berikan pelanggan sesuatu yang tidak mereka duga
10)   Sampaikan kebenaran
  • Jujur pada diri sendiri, jika secara perasaan anda merasa ada yang salah, maka ikuti saja perasaan itu 
  •  Pikir dua kali sebelum berbicara
  •  Pikirkan cara lain untuk mengatakannya
  • Bungkus kebenaran dengan kebaikan
SELESAIKAN TRANSAKSI
11)   Kunci setiap peluang
  • Pastikan anda dipercaya
  •  Pastikan pelanggan merasa nyaman dengan anda
  •  Berikan solusi
12)   Berdiri di depan segala sesuatu yang anda lakukan untuk orang lain
  • Buat janji yang bisa ditepati
  •  Pastikan bahwa pelanggan akan mencari anda untuk segala hal
  • Buat mereka istimewa
  • Tindak lanjut secara personal
ISTIRAHAT SEJENAK
13)   Beri hadiah untuk diri sendiri
  • Rayakan keberhasilan anda
  • Berlibur
  • Jangan “terlalu lama” menari di puncak gunung
 Pastinya, saat ini saya juga masih memperbaiki sikap saya dan berusaha menerapkan hal-hal bagus ini.

Selamat Mencoba,

Chase Excellent,

Jufiandi

Minggu, 13 September 2015

5 Hal yang membuat saya bahagia adalah:




1) Saya bahagia; khususnya karena di hari ini saya masih diberikan kesempatan untuk bangun pagi dalam keadaan sehat dan saya menyadari bahwa saya masih mempunyai orang tua – mama saya yang masih sehat, saya mempunyai anak-anak yang luar biasa dan saya mempunyai pasangan yang sangat mendukung saya.

2) Saya bahagia; karena saya menyadari bahwa saya sudah mengalami momen-momen yang sangat luar biasa; di akhir minggu kemarin saya berjalan bersama anak-anak dan pasangan saya, saya memberikan sharing mengenai merencanakan untuk SMA (anak pertama) dan SMP (anak kedua), saya memastikan bahwa saya mempelajari hal-hal yang bisa di ambil hikmahnya, sehingga saya akan merasa sangat positif di akhir hari dan siap untuk menghadapi hari esok.
 
3) Bahagia rasanya bahwa saya mempunyai cita-cita yang belum tercapai (buaanyaak....), karena itu, di hari-hari saya ini, saya akan mememastikan bahwa saya berencana dengan baik, bekerja keras dan berdoa yang benar. Memastikan diri saya mempunyai motivasi yang benar dan terukur, serta melakukan afirmasi positif terhadap rencana saya dihari ini dan esok.
 
4) Pasangan saya membuat saya selalu bahagia, hari-hari dilalui dengan perasaan bahwa beliau adalah pasangan saya seumur hidup, karena itu, saya perlu memastikan bahwa saya bersikap baik dan berperilaku benar, serta selalu berdoa dalam shalat saya mengenai kami berdua.
 
5) Perusahaan saya sebagai bagian dari pencapaian cita-cita saya untuk bisa membantu banyak orang serta memperkenalkan khalayak mengenai leadership coach dan facilities management. Bahagia sekali saya sudah mempunyai wadah untuk cita-cita saya ini, dan sekarang saya sedang mengembangkan usaha saya ini sehingga saya bisa lebih bermanfaat bagi orang banyak.

Saya bahagia, karena saya memilih untuk selalu bersyukur, berfikir positif, berfikir mengenai hal-hal yang baik yang akan terjadi hari ini, memikirkan hal-hal baik di akhir hari dan mempelajari hal-hal yang bisa membuat saya menjadi lebih baik dikemudian hari.
 
Note: tulisan yang diikutkan di writing challenge by Sinergia Consultant

Salam Sukses,
Jufiandi

🌱 3 Pilar Mentorship yang Membentuk Pemimpin Generasi Berikutnya

Harus diakui, kalau ada kepuasan yang berbeda ketika saya melihat seseorang yang pernah saya mentori berhasil memimpin timnya sendir...