Sabtu, 04 Maret 2023

Tindakan untuk mengejar keunggulan - apa saja yang saya lakukan di 2023

Blog ini judulnya; action to chase excellence, artinya tindakan untuk mengejar keunggulan. Judul ini dibuat untuk selalu mengingatkan saya menjadi lebih baik dari sebelumnya dengan selalu memikirkan tindakan-tindakan serta hal-hal baru dan berbeda.

Beberapa catatan diri untuk action to chase excellence adalah:

  1. Terapkan teknik perencanaan yang baik. Saat ini saya membuat perencanaan di awal hari, awal minggu lalu melakukan evaluasi setiap akhir hari.
  2. Bekerja dengan target yang jelas dan realistis. Setiap perencanaan dibuat untuk menyelesaikan beberapa target yang bisa diselesaikan di hari yang sama.
  3. Menyelesaikan tugas-tugas dengan tepat waktu. Untuk setiap target yang dibuat, saya sudah membuatkan target kapan diselesaikan, sesederhana pagi hari atau siang hari, sehingga saya bisa secara flexible menyelesaikan tugas tersebut.
  4. Berusaha untuk menyempurnakan pekerjaan dengan baik. Untuk setiap pekerjaan yang telah diselesaikan, saya melakukan evaluasi dan review untuk pekerjaan tersebut dan memikirkan hal-hal apa saja yang dapat diperbaiki.
  5. Berlatih dan belajar dari kesalahan. Untuk setiap project/rencana kerja, saya bekerja sama dengan team untuk membahas bersama dan meminta pendapat untuk pemikiran yang lebih baik.
  6. Menggunakan teknik pembelajaran yang efektif. Untungnya, banyak informasi untuk belajar lebih baik dari dunia internet. Saya banyak membaca e-book yang ada dan membuatkan catatan yang bisa saya implementasikan.
  7. Berdiskusi dengan orang lain untuk mendapatkan ide-ide baru. Saya berusaha untuk bertemu dengan orang baru setiap bulannya. Orang baru ini bisa saja teman dari kantor lama, teman sekolah dan lainnya yang saya akan ajak diskusi untuk mendapatkan ide-ide baru.
  8. Terapkan proses evaluasi yang konsisten. Saat ini, evaluasi yang saya lakukan setiap minggu dan setiap hari untuk aktivitas yang ada.
  9. Membuat dan mengikuti rencana yang terarah. Perencanaan saya bagi menjadi tiga; pendek, menengah dan panjang. Perencanaan jangka pendek dan menengah untuk operasional dan keuangan dan perencanaan jangka panjang untuk mimpi dan cita-cita saya.
  10. Berfokus pada hasil yang diinginkan. Saya menuliskan tujuan saya dan secara rutin menulis ulang untuk memastikan aktivitas saya sehari-hari adalah sesuai dengan yang saya sudah cita-citakan. Jika ada perubahan, maka saya akan evaluasi kembali aktivitas harian saya.

Ternyata blog ini dibuat sejak tahun 2012, banyak hal yang sudah saya tuliskan dan saya akan selalu belajar untuk menjadi lebih baik.

Semoga bermanfaat, Jufiandi

Minggu, 30 Oktober 2022

5 Levels of Leadership – Summary dari membaca buku 5 Levels of Leadership oleh John C. Maxwell

Tahun 2022 terasa berjalan begitu cepat. Saat ini sudah di akhir bulan October yang artinya tinggal dua bulan menuju akhir tahun 2022. Dalam periode ini, saya menemukan buku leadership yang menarik dengan judul 5 levels of leadership yang ditulis oleh John C. Maxwell.

 

Berikut 5 levels dari leadership yang dijelaskan dalam buku ini:

Level 1 – Jabatan. Tingkat awal dalam leadership berdasarkan jabatan. Leader memimpin dengan pengaruh dari jabatan dan orang lain mengikuti.

Level 2 – Perkenaan (relationship). Kepemimpinan berdasarkan hubungan dengan orang lain. Orang lain akan mengikuti pemimpin mereka karena mereka ingin.

Level 3 – Produktivitas. Pemimpin memperoleh pengaruh serta kepercayaan dan orang-orang mulai mengikuti mereka karena apa yang telah mereka lakukan untuk organisasi.

Level 4 – Mengembangkan orang lain. Pemimpin menggunakan jabatan, relasi, dan produktivitas untuk berinvestasi dalam pengikut mereka dan mengembangkan mereka hingga para pengikut itu menjadi pemimpin.

Level 5 – Puncak. Tingkat tertinggi dan paling sulit dalam kepemimpinan adalah puncak. Hanya orang-orang yang sudah memiliki bakat alamiah untuk meminpin yang bisa sampai di level ini.

Sejak mulai membaca buku ini, saya bertanya-tanya, di mana level kepemimpinan saya saat ini? Lalu bagaimana untuk saya bisa mempelajari dan mencapai tingkatan level tersebut. Di buku ini juga memberikan ulasan mengenai setiap level ini, dan ada 5 hal penting yang menurut saya terkait erat dengan saya sendiri yaitu:

1.       Level anda belum tentu sama dengan orang lain. Ini akan membuat saya untuk focus pada diri saya saat ini dan membandingkan dengan diri saya sebelumnya.

2.       Semakin tinggi level anda, akan semakin banyak waktu dan komitmen yang dibutuhkan untuk level selanjutnya. Saya perlu membuatkan waktu khusus untuk meningkatkan kemampuan diri dengan lebih banyak membaca dan menerapkan ilmu kepemimpinan yang saya pelajari.

3.       Semakin tinggi level anda, semakin besar pula hasilnya. Hasil akan terlihat dari bagaimana team saya menjadi Pribadi pemimpin yang lebih baik dari sebelumnya.

4.       Saat posisi atau organisasi anda berubah, anda pun biasanya tidak bertahan di level yang sama. Tuntutan organisasi akan selalu meningkat dan membutuhkan level yang lebih tinggi dari sebelumnya.

5.       Anda tidak bisa menapaki semua level itu sendirian. Pastinya! Saya akan selalu memastikan mengembangkan diri sendiri beserta teman-teman dalam organisasi untuk menjadi lebih baik.

 

Saya masih dalam proses belajar untuk menjadi pemimpin yang baik untuk diri sendiri dan tentunya untuk orang lain. Semangat!!


"A leader who produces other leaders multiplies their influences." John C. Maxwell

Selasa, 23 November 2021

7 Teknik untuk Take a Break!

“If you feel struggling and burn out, you need a break instead of productivity” – anonymous

“Jika Anda sudah berjuang dan terlalu Lelah, Anda perlu istirahat daripada menjadi produktif”- anonim

Take a Break! Atau, istirahatkan tubuh anda! 

Ambil langkah mundur dan keluar dari pikiran Anda. Banyak hal tidak seburuk yang anda pikirkan. 

7 teknik berikut ini akan membantu anda untuk mengistirahatkan tubuh anda:

1) Lihat faktanya

Mundur selangkah dan lihat situasi Anda saat ini dari sudut pandang yang murni objektif. Apa saja faktanya? Fakta tidak besar kesepakatan, tapi interpretasi Anda tentang mereka bisa. Maukah kamu mengingat situasi saat ini dua puluh tahun dari sekarang? Apakah itu benar-benar masalah besar? Jika tidak, bisakah kamu melepaskannya?

 

2) Bicaralah dengan teman

Hubungi teman baik anda yang dapat berdiskusi untuk mendengarkan pendapat dari sisi yang berbeda. Teman yang tepat akan membuat anda senang dan mengistirahatkan tubuh/pikiran anda.

 

3) Pekerjakan seorang pelatih/coach

Temukan seseorang yang Anda bisa konsultasi mengenai pemikiran dan cara kerja anda. Ini akan memberi Anda perspektif baru dan akan menciptakan akuntabilitas, mendorong Anda untuk mengambil tindakan yang konsisten.

 

4) Istirahat

Mungkin memang hanya istirahat yang dibutuhkan; tidur siang tanpa gangguan, santai tanpa gadget atau berlibur di akhir pekan yang santai tanpa melakukan apapun. 

 

5) Self-compassion - belas kasih diri.

Menerima diri apa adanya. Menyadari bahwa diri ini adalah ciptaan yang luar biasa Indah dan perasaan yang dirasakan saat ini adalah hal yang bagus.

Hilangkan kritik negative kepada diri sendiri dan dorong diri Anda sendiri untuk menjadi lebih baik/ merasakan lebih baik. 

 

6) Lakukan sesuatu untuk orang lain

Bantu orang lain dapat mencegah Anda dari terlalu fokus pada diri sendiri dan pada masalah Anda sendiri. Siapa bisa bantu hari ini? Bisakah Anda membeli hadiah untuk seseorang? Bisakah Anda mengirim surat terima kasih? Bisakah Anda membantu seseorang mencapai tujuannya?

 

7) Latihan

Gerakkan tubuhmu. Lari pagi, sore atau malam, pergi ke gym. Lakukan yoga. Latihan adalah cara yang bagus untuk mengubah fokus Anda dari pikiran ke tubuh Anda.

Sayangi tubuh dan pikiran anda. Biasakan berpikir positif dan merasa Bahagia. Bersyukur dengan yang sudah dialami hari ini. Bersyukur masih hidup, masih punya tempat tinggal, masih mempunyai makanan. Bersyukur dengan hal-hal kecil.

Jumat, 19 November 2021

5 Teknik Mengembalikan Motivasi Diri

“Start where you are. Use what you have. Do what you can.” -Arthur Ashe

“Mulai dari tempat Anda berada. Gunakan apa yang Anda miliki. Lakukan apa yang kamu bisa."

-Arthur Ashe, seorang pemain tenis profesional Amerika yang memenangkan tiga gelar tunggal Grand Slam.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita perlu memiliki motivasi diri untuk membuat diri selalu semangat. Namun, motivasi akan datang dan pergi. Untuk mengembalikan motivasi tersebut, banyak hal yang bisa kita lakukan.

Berikut 5 teknik untuk kembali termotivasi:

1. Tuliskan daftar dan selesaikan.

Tulis daftar semua hal yang harus Anda lakukan tetapi telah ditunda. Kelompokkan jenis pekerjaan ini dalam kategori: pekerjaan kantor, kebutuhan Pribadi dan lainnya. Lalu, buat jadwal dan memblok waktu untuk menyelesaikannya. 

 

2. Selesaikan tugas yang sederhana dan mudah.

Kerjakan tugas kecil yang bergerak Anda menuju tujuan Anda. Kemudian, jika Anda menyukainya, kerjakan yang lain dan lihat ke mana ia membawa Anda. Buatkan batas waktu saat mengerjakan tugas ini dan lihat saat anda berhasil menyelesaikan sesuai target waktu yang anda tentukan sendiri – akan menyenangkan.

 

3. Selesaikan tugas yang telah ditunda terlalu lama:

Lihat daftar yang anda tuliskan, dan identifikasi salah satu tugas atau proyek yang telah Anda rencanakan sejak lama dan tertunda untuk sementara waktu. Segera mulai mengerjakan dan focus hanya satu tugas ini sampai selesai.

 

4. Selesaikan tiga hal hari ini.

Tuliskan tiga tugas sederhana yang Anda inginkan untuk menyelesaikan hari ini. Lengkapi, lalu coret dari daftar Anda dan katakana diri Anda sendiri, "kerja bagus!" Hadiahi diri Anda dengan suguhan atau film favorit Anda di penghujung hari. Ulangi proses ini besok dan lusa.

 

5. Selesaikan satu proyek tertentu.

Pilih salah satu aktivitas yang sangat berbeda dan jadikan proyek, missal: mengikuti kursus Bahasa isyarat. Ikuti dan selesaikan!

Begitu berhasil menyelesaikan ujian dan lulus di level tersebut, akan sangat menyenangkan sekali!

Intinya, “Just Do It!” sesuai iklan Nike, bahwa kita perlu segera mengerjakannya, apapun itu! Hal-hal yang tertunda, pekerjaan, penyelesaian masalah. Jika kita sudah mulai mengerjakan, maka hanya menunggu waktu saja untuk penyelesaiannya.

Sekali lagi “JUST DO IT!”

Selasa, 02 November 2021

6 Hal Bermanfaat untuk Mengurangi STRESS

Stress adalah respons tubuh kita terhadap tekanan. Banyak situasi atau peristiwa kehidupan yang berbeda dapat menyebabkan stres. Ini sering dipicu ketika kita mengalami sesuatu yang baru, tidak terduga atau yang mengancam rasa diri kita, atau ketika kita merasa kita memiliki sedikit kendali atas suatu situasi – menurut www.mentalhealth.org.uk

Dari buku yang saya baca; “Meraih Sukses di Era Next Normal oleh Dale Carnegie” ternyata STRESS adalah singkatan dari aktivitas yang bisa mengurangi stress itu sendiri;

S - Self-awareness (Kesadaran Diri). Kesadaran diri merupakan sikap yang berupaya memerhatikan pikiran, perilaku, perasaan dan dampaknya terhadap orang lain. Sikap ini termasuk menyadari kekurangan diri dan berusaha memperbaikinya.  

T - Tender loving care (Lembut penuh kasih sayang). Hal ini diperuntukkan untuk diri sendiri. Agar menyayangi diri sendiri dan menerima saat diri sedang Lelah, gelisah atau kuatir untuk hal-hal tertentu. Berani untuk stop dan beristirahat sejenak, lalu lanjut lagi di esok hari.

R – Relaxation. Rileks untuk menenangkan diri. Cara menenangkan diri ini bisa dengan melakukan meditasi, meninggalkan laptop dan handphone atau membaca buku. Saya sendiri belajar untuk meninggalkan handphone dan focus membaca buku atau bermeditasi.

E – Exercise. Melakukan olahraga secara rutin setiap hari. Dari banyak sumber menginformasikan bahwa melakukan berolahraga minimal 30 menit per hari, akan membuat diri menjadi lebih focus dan lebih bersemangat untuk menjalani hari.  

S - Sense of humor. Berani mentertawakan kebodohan sendiri juga mengurangi stress. Saya sadar sebagai manusia aka nada hal-hal yang tidak saya ketahui. Dan dengan mengetahui kebodohan saya tersebut, saya belajar sesuatu yang baru.

S - Seeks help from others. Berani minta tolong. Saya menyadari keterbatasan dan saya menetukan titik tertentu di mana saya akan minta tolong ke orang lain. Saya yakin bahwa dengan meminta tolong, saya juga membantu diri saya untuk berani belajar dari orang lain.

Makin stress makin kacau

Usir stress usir galau

Matahari terbit dari timur

Hidup damai Panjang umur

Selasa, 14 September 2021

Menjadi Orang yang Gigih

“Do it badly; do it slowly; do it fearfully; do it any way you have to, but do it.”

“Lakukan dengan buruk; lakukan pelan-pelan; lakukan sambil takut-takut; lakukan dengan cara apa pun, tetapi lakukan. ”

― Steve Chandler, penulis buku terkenal; Reinventing Yourself: How to Become the Person.

Orang yang gigih adalah orang yang selalu bangkit, tetap berusaha dan tetap maju, walaupun menemukan kegagalan dalam setiap usaha yang dilakukan.

Untuk menjadi seseorang yang gigih, perlu memiliki sikat berikut ini:

1.       Memiliki tujuan. Tujuan yang memenuhi SMART: 

Specific: tujuan yang jelas dan dituliskan. Measurable: terukur. Achievable: bisa dicapai. Realistic: realistis. Timely: memiliki jangka waktu tertentu.

2.       Komitmen. Selalu berjanji kepada diri sendiri untuk melakukan hal-hal yang telah direncanakan.

3.       Mempunyai role model. Memiliki contoh seseorang public figure yang telah berhasil dan dipelajari sejarah kesuksesannya.

4.       Optimis. Percaya bahwa semuanya ada hikmahnya. Kalau gagal dipelajari, kalau berhasil disyukuri.

5.       Merubah strategi. Pastikan tujuan selalu sama, strategi pencapaian yang dapat berubah.

Saya belajar untuk menjadi orang yang gigih. Saya senang membaca dan mempelajari orang-orang yang sukses. Karena itu saya membuat checklist harian yang selalu saya usahakan untuk selesai setiap harinya. Isi dari checklist itu adalah:

-          Membaca buku minimal 20 lembar setiap hari.

-          Olah raga minimal 30 menit setiap hari.

-          Mendengarkan training online minimal 15 menit setiap hari.

-          Membaca artikel sesuai bidang saya; facility management, minimal 2 artikel setiap harinya.

-          Mempelajari sesuatu yang baru setiap harinya.

Di awal hari, saya akan berencana untuk melakukan semua hal-hal tersebut dan di akhir hari, saya akan melakukan evaluasi, apakah saya sudah melakukan dengan benar. Jika masih ada kekurangan, maka saya mempunyai hal-hal yang perlu saya perbaiki untuk esok hari. Yang pasti, saya akan selalu bersyukur sudah berusaha menjadi diri yang lebih baik di hari ini.

 

Air sungai air jernih

Arus deras arus kuat

Jadilah diri orang yang gigih

Selalu bangkit selalu semangat

Senin, 13 September 2021

1% Saja Meningkatkan Kemampuan Diri!

If you get one percent better each day for one year, you'll end up thirty-seven times better by the time you’re done – James Clear

“Jika Anda mendapatkan satu persen lebih baik setiap hari selama satu tahun, Anda akan berakhir tiga puluh tujuh kali lebih baik pada saat Anda selesai”

James Clear menuliskan di website-nya: https://jamesclear.com/continuous-improvement

Tiga hal berikut ini akan membuat anda satu persen lebih baik setiap harinya.

1)      Membaca buku pengembangan diri minimal 20 lembar.

Buku pengembangan diri ini disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Bisa dengan topik kepemimpinan, pengaturan waktu, keuangan atau bidang-bidang yang sedang dipelajari secara khusus. Jadwalkan waktu di pagi hari atau sore hari untuk membaca buku ini.

Saya membiasakan untuk membaca buku pengembangan diri di pagi hari sebelum bekerja. Dengan membaca 10-15 menit saja, biasanya saya akan mendapatkan ide mengenai bagaimana saya menjalankan hari ini, bagaimana saya berbicara dengan team saya atau bagaimana saya bisa mengembangkan bisnis perusahaan menjadi lebih baik.

2)      Olahraga minimal 30 menit.

Olahraga meningkatkan imunitas serta membuat diri menjadi segar. Dengan olahraga, maka akan banyak ide-ide baru yang terpikirkan. Dengan olahraga juga, pernafasan dan tubuh akan lebih segar dalam bekerja setiap hari.

Saya fokuskan diri saya untuk selalu jalan/lari setiap hari. Kalau lagi malas, larinya sebentar, kalau sedang semangat, bisa lari sampai 5 km di pagi hari. Dengan lari, saya mendapatkan badan yang lebih bugar dan pikiran lebih segar.

3)      Membuat dan melakukan evaluasi kerja.

Setiap hari membuat rencana kerja. Pembuatan rencana kerja ini bisa dilakukan di pagi hari atau di sore hari. Di awal kerja atau di akhir kerja. Intinya, semua pekerjaan dibuatkan rencananya. Untuk pemilihan waktu berdasarkan kebiasaan saja.

Selanjutnya, melakukan evaluasi dari hasil actual yang dilakukan berdasarkan rencana yang sudah dibuat.

Ada tips dari internet yang menuliskan, bahwa maksimal membuat rencana kerja itu untuk 6 pekerjaan saja. Selesaikan 6 pekerjaan tersebut, lalu buat rencana lagi untuk 6 pekerjaan selanjutnya. Dengan demikian pekerjaan akan selesai

Mari kita selalu tingkatkan kemampuan diri untuk menjadi lebih baik setiap hari. Cukup 1% saja!

🌱 3 Pilar Mentorship yang Membentuk Pemimpin Generasi Berikutnya

Harus diakui, kalau ada kepuasan yang berbeda ketika saya melihat seseorang yang pernah saya mentori berhasil memimpin timnya sendir...